
Bab 134
.
Siang hari di rumah keluarga Wijaya terlihat ramai dengan berkumpul orang tua, anak, menantu serta cucu di meja makan.
Masih terlihat biasa suasana makan siang itu, sampai semua usai makan.
Wiliam dan Tuan Wijaya yang hendak balik ke kantor di cegah ibu suri.
"Wil, Mama kemarin dapat hadiah tiket nonton. Nanti kamu pergi sama Melani ya" dalih ibu suri.
"Kok aku enggak tau?" celetuk curiga Tuan Wijaya.
"Aku lupa bilang" sahut ibu suri dengan wajah normal.
"Kan hadiah untuk Mama. Lagian kalau saya dan Melani pergi,yang jaga Josh enggak ada" sahut Wiliam.
"Kalian pergi dengan tenang saja. Biar Josh ikut Mama dan Papa"
"Emangnya kita mau kemana?" Tuan Wijaya penasaran, tidak tau ada janji lain.
"Mau ke taman bermain" sahut ibu suri.
"Biar Wiliam saja yang bawa" ucap Tuan Wijaya.
"Koko!!" ibu suri menekan suara pelan mulut terbuka dikit, mata mendelik, dan mencubit pinggang suaminya yang tidak ngerti kode darinya.
"Iya" pasrah nurut kemauan ibu suri.
"Nah, kamu jangan telat pulang. Filmnya di putar jam 4 sore" menyerahkan 2 lembar tiket nonton.
"Baik,Ma" Wiliam ambil tiket pemberian ibu mertua.
"Sekarang kami pergi dulu" pamit dingin Tuan Wijaya pada sang istri, yang sudah menurunkan harga diri sebagai Papa mertua, tidak lupa cium kening.
"Saya pergi dulu,Ma" pamit Wiliam cemburu, mata nyenter kemana istrinya berada.
Ibu suri melambaikan tangan pada dua pria dewasa. Lalu menutup pintu dan berjalan lenggang kangkung.
"Josh, sore nanti mau ikut Grandpa dan Grandma ke taman bermain kan?" tanya ibu suri, tidak boleh bilang tidak.
"Mau... Mami juga ikut kan Grandma?" serunya bahagia, tidak lupa untuk ngajak orang di samping.
"Mami kamu sudah bosan.Jadi biar jaga rumah saja ya. Ya kan ,Mel?" ucapnya, mendelik ke Melani agar say 'No'.
"Iya deh" pasrah jawab di bawah intimidasi.
Jujur saja, Melani senang ke teman bermain. Terutama saat anggota keluarganya lengkap.
"Sekarang aku jadi anak buangan" keluhnya,duduk menahan dagu melihat percakapan Josh dan ibu suri.
"Mel, jam 4 nanti kamu dandanan yang rapi" bisik titah ibu suri.
"Di rumah saja kenapa harus dandan" ujar Melani melipat tangan di atas meja.
"Nurut aja kenapa" melotot lebar mata ibu suri.
"Iya,iya" pasrah pada semua.
"Josh,ayo kerjakan PR kamu" Melani tidak lupa ingatkan tugas Josh yang belum diselesaikan.
Josh melambai tangan dengan senang, karena akan diajak bermain sore hari.
Agar tidak capek, energi harus di cas full power.
Sehabis mengulang pelajaran dan kerjakan PR, Josh dan Melani tidur siang.
__ADS_1
Aktivitas tidur siang ini, juga baru dilakukan Melani sejak beberapa hari lalu, ketika merajuk minta pulang.
Josh dan Melani menghabiskan waktu tidur siang lumayan lama, sekitar satu jam lebih.
Ketika bangun, hari pun sudah sore. Mereka bergantian mandi sore sebelum pergi ke tujuan masing-masing.
"Mami juga jadi ikut, ya?" bertanya dan terlihat gembira.
"Enggak" bergeleng kepala lesu.
"Tapi entah mau dibuang dimana" sambung bergerutu, mengeringkan rambut habis di keramas.
"Mi, Josh pake baju yang mana ya?" menunjukkan baju yang dipilih, antara kaos lengan pendek warna kuning,dan kemeja lengan panjang kotak-kotak.
"Pake yang kaos saja, tapi jangan lupa bawa sweeter" menunjuk kaos lengan pendek warna kuning.
"Siap bos" melempar kemeja dan memakai saran pilihan ibu cantik,tanpa malu memperlihatkan postur tubuh bagusnya.
Tubuh kecil Josh saja amat bagus, bagaimana pula setelah besar nanti. Melani yang melihat dari cermin saja mengangumi tubuh tersebut.
"Semoga anak ku kelak, kalau laki-laki punya tubuh bagus seperti Koko-nya.Amin." gumamnya memandang perut masih lepes, sambil ngeringin rambut pakai hairdryer.
"Mami kok cantik banget?.Mau ikut pergi juga kan?" puji Josh berbalik, memandang wajah Melani berpoles make up.
Melani tidak tau jawab apa, ya karena memang tidak tau akan pergi kemana tanpa info detail dari ibu suri.
"Josh ikut Mami saja ya, please..." rengeknya memohon, mengatupkan kedua tangan.
"Tanya Grandma saja. Nanti, kalau dapat izin , Mami bakal ajak kok" mengusap lembut wajah tampan gemes Josh.
"Oke. Laksanakan perintah" serunya memberi hormat upacara bendera.
Josh berlari keluar mencari Nyonya rumah. Dia ingin membatalkan ajakan ibu suri, dan memilih ikut ngekor sama ibu cantik.
Begitu bertemu, ibu suri langsung ajak cucu sambung pergi untuk menjemput Tuan Wijaya.
Selang beberapa menit,bel rumah berbunyi. Orang yang datang menjemput Melani berjalan menuju kamar, untuk mengajak pergi.
"Kamu sudah siap?" tanya Wiliam bersandar di pintu, lihat Melani harum dan menggoda.
"Siap apa?" jutek jawab Melani.
"Mau kamu,siap apa?" goda Wiliam menutup pintu kamar yang tadi tidak tertutup rapat.
"Ko, jangan.Ini masih sore" menyilang tangan tutupi bagian atas gaun menampakkan belahan dadanya.
"Oh... Ternyata kamu mau" goda Wiliam mendekat.
"No!!" gelegar suara Melani penuhi kamar.
"Be quiet,sssttt!!!. Jangan ngundang tamu lain" mengangkat dagu yang nunduk.
Tangan nakal Wiliam sudah semakin berani bertindak tanpa izin pamit merayap masuk sentuh gundukan.
"Koko!!" pekik Melani mendorong tubuh kekar.
"Apa?. Kurang hmm" godanya menahan hasrat yang segera bangkit.
"Mel mau nyusul Josh saja kalau Koko gini" ujar kesalnya, berjalan hindari suami mesum.
"Jangan dong. Kan saya pulang cepat karena diminta Mama" menangkap tangan Melani yang akan tinggalkan dirinya.
"Oh,... ternyata aku disuruh dandan cantik untuk Koko lihat!.Tau begini,aku ogah" ketus jawabnya, menghempas tangan Wiliam.
"Bisa dibilang iya. Tapi kita juga akan ke bioskop" merangkul pinggang masih ramping.
"Terus!!" menatap sinis dingin.
__ADS_1
"Terus candle light dinner" mencium curung leher yang harum soft.
"Aku capek" mendorong muka Wijaya yang mulai bermain di lehernya.
"Tenang saja. Mama mertua baik, sudah carikan kita hotel.Padahal tidak usah repot" bisiknya dengan suara nakal.
"Haahhh!. Apa maksud ini semua" kaget juga penasaran.
"Kata Mama,mau kita honeymoon" Wiliam tidak dapat menahan goncangan batin.
Resleting samping gaun ditarik turun, gaun pun melorot bebas jatuh ke bawah. Tampak jelas bakpao besar empuk terbungkus br* ,dan juga goa pink yang terbungkus celana color.
Glekk....
"Mel,puasin saya sekarang" ucap Wiliam penuh hasrat membumbung tinggi.
Lupa sudah Wiliam pada tiket gratis pemberian ibu suri, setelah lihat tontonan live .
Tubuh Melani yang meronta minta turun, tetap di gendong sampai ke atas tempat tidur.
Takut buruan liar jinak-jinak merpati terbang lagi, Wiliam menindih kedua kaki Melani yang dihimpit, sambil melepaskan satu persatu pakaiannya.
Sudah terbang bebas pakaian mereka kesembarang arah.
Agar hasil buruan tidak ilfeel, Wiliam langsung memberi pelayanan extra ramah.
"Kamu pasti mau lihat Daddy kan?" tanya Wiliam,mengelus dan ciumin kecebongnya dalam perut rata Melani.
Pisang mengkel keras pun masuk setelah berlumur sedikit cairan gel goa pink.
Banyak goyang dangdutan Wiliam lakukan untuk menyalurkan hasrat. Dari goyang ngebor,gergaji, sampai itik.
Ummm..... Argghhh.... Suara Melani mendesah diburu Wiliam,buat pria yang sedang joget ria di atas tubuh Melani kegirangan.
Sampai di puncak kenikmatan, Wiliam melepaskan cairan hangat ke dalam rahim.
"Koko" ucap Melani kecapekan.
"Kamu rebahan dulu,saya mau mandi" mengelus lembut wajah istri.
Gagal total rencana ibu suri untuk ngajarin anaknya mengenal dan belajar banyak tentang cinta antara pasangan.
Setelah istirahat beberapa saat dan mandi bersih keduanya. Mereka pun pergi ke restoran yang telah di reservasi.
Berlanjut ke hotel, karena Wiliam dapat pesan dari ibu mertua pengertian tidak akan mengganggu kedua insan yang dilanda asmara.
Pikiran Melani sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya,jika tidak ada pengacau.
"Mama kamu memang tau apa yang kita butuhkan" ucap Wiliam menutup pintu kamar hotel.
"Cukup Ko.Tadikan sudah" elak Melani, cium bau mesum.
"Itu tadi. Sekarang lain" menangkap tubuh kecil yang kabur ke pojok kamar.
Untuk babak kedua, Wiliam mengurangi frekuensi intensitas goyang dangdut. Dia juga takut permainan merugikan pertumbuhan kecebongnya dalam rahim.
"Tetap nikmat kok" seringai Wiliam memacu perlahan pisang mengkelnya keluar masuk goa pink.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.
__ADS_1