
Bab 79
.
Ini termasuk berita bahagia atau sebuah penghinaan?. Apa pun itu, setiap ada kesempatan tidak akan dilepaskan oleh istri kecilnya.
Sehabis sarapan, Melani mengemasi semua barang miliknya dalam koper. Bersamaan mengantar Josh sekolah,dia pamit untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Perasaan yang tidak pernah dirasakan seorang pengusaha sukses terkenal seperti Wiliam Lee ,kini ia rasakan rasa sakit yang aneh. Perasaan yang bercambuk menyayat hati itu, mengeluarkan tetesan air tanpa basahi wajahnya yang tertunduk penuh amarah.
"Sial...! Melani sudah berani melawan saya" Wiliam menghentak-hentakkan kaki.
Tidak tinggal diam begitu juga saat istrinya sudah berani terang-terangan kabur darinya. Semua yang berhubungan dengan istrinya diblok otomatis.
"Jika Nona Melani ambil keputusan tanpa seizin saya,maka keputusan tersebut tidak sah" telpon Wiliam pada seseorang diseberang.
"Baik, Tuan" jawab wanita diseberang.
Melani tampak bahagia bisa pulang dan bebas dari ikatan mereka.
"Mama,Melani pulang" serayanya masuk rumah.
"Melani. Kamu kok pulang jam segini?. Wiliam mana?" tanya ibu suri memakai celemek dan pegang spatula.
"Idihh...Anak pulang kok nggak disambut.Mana tanya orang lain" sewot Melani meletakkan koper.
"Ini apa maksudnya?" tanya lagi ibu suri.
"Nggak ada maksud kok. Kan wajar kalau Mel pulang rumah" duduk santai rileks.
"Kamu ribut sama Wiliam?" ibu suri melotot.
"Cuma sedikit.Tapi aku sudah diizinkan pulang kok" santai jawab.
Awww...
Ibu suri mencubit tangan putri bodohnya.
"Kamu tau nggak. Dia itu bukan kasih izin,tapi ngusir" ujar ibu suri dibuat marah
"Bagus dong. Jadi nggak perlu balik. Lagian kak Agung sudah pergi, dan Melani punya kamar sendiri" jawabnya dengan senang.
Puncak kesal ibu suri sampai sudah keubun-ubun. Wanita paruh baya pun segera menelepon para besan meminta maaf,dan minta tolong bujukin Wiliam untuk maafkan putrinya.
Besan yang dapat kabar itu pun segera menelepon Wiliam, membantu Melani minta maaf.
"Wil,kamu harus maafkan sikap istri kamu. Ajaklah dia pulang ke rumah.Tidak baik bertengkar sedikit sampai harus memulangkan ke rumah orang tuanya" nenek menelepon memberi nasehat.
"Mmm...." dehemnya,tau apa yang harus diputuskan.
Setelah dengar nasehat panjang lebar, Wiliam menutup telepon.
"Kita lihat saja, bagaimana saya menjinakkan kucing liar seperti kamu" Wiliam menyeringai.
Dalam waktu satu jam,Melani dengan segar keluar dari rumah ke perusahaan kecilnya.
Masalah antara mereka sementara dikesampingkan.
.
...Kantor...
.
__ADS_1
"Bel,hari ini ada rapat dengan siapa?" tanya Melani melangkah semangat.
"Mmm... Rapatnya..." sekretaris takut CEO cantik itu marah sampai pingsan.
"Kenapa rapatnya?. Batal ,ya?" tanya lalu jawab sendiri.
"Bukan.Tapi sudah ada yang pimpin" kaku sekretaris menjawab.
"Oh... Baguslah. Kalau begitu,bawa dokumen yang harus aku tanda tangani" ucap Melani masuk ruang CEO-nya.
"Nona,.." sekretaris resah menahan langkah bos cantik.
"Ya,ada apa?" berhenti dan balik hadapan.
"Ruangan Nona sudah dipindahkan" sekretaris takut.
"Haa,kok bisa. Apa Papa-ku yang suruh?" bingung.
"Bukan" sekretaris menggeleng takut kaku.
"Anda Nona Melani kan?" tanya seseorang mendekat.
"Ya,saya sendiri"
"Sekarang ikut saya masuk rumah rapat" tegas pria itu.
Melani tampak bingung, tapi karena rapat pasti penting ,ia pun ikuti pria tadi.
Betapa shock diri Melani untuk hadapi kenyataan di depan mata.
Baru beberapa menit tidak ketemu, kini bertatap langsung.
"Silahkan masuk" ucap pria pengantar.
Pria pengantar menarik kursi tepat disebelah pria dingin, dan persilahkan Melani duduk untuk secepatnya lanjutin rapat.
"Baik,kita lanjutkan rapat" ucap pria dingin memimpin rapat yang terhenti sebentar.
Seseorang memberikan presentasi dari produk mereka, yang disertakan benda contoh. Tester dibagi untuk dapat di jadikan bahan perbandingan dengan produk lain.
"Bagaimana menurut kamu?" tanya profesional pria dingin pada Melani.
"Ngapain tanya pendapat aku. Apa sengaja ingin mempermalukan. Jangan harap!. Setelah bebas, tidak akan aku biarkan tertindas" omel Melani dengan batin yang marah.
"Kamu dengar apa yang saya bilang,hum?. Jika masih sakit, maka pulang istirahat saja" ujar dingin pria itu seperti biasa bertindak pada bawahan.
Amat memalukan pria dingin berucap demikian. Keahliannya telah tercoreng dengan gampang.Jika berlanjut terus,maka reputasi diri akan rusak di mata orang lain.
"Kita mesti membandingkan dengan yang lain dulu" jawab Melani setelah menilai tester.
"Kalau begitu lanjutkan dengan presentasi selanjutnya" titah pria dingin.
Satu kali gagal terjerumus ke dalam got. Maka tidak boleh ada kegagalan yang sama,apa lagi sampai jatuh ke lubang saluran sama.
Rapat pun selesai, dengan hasil keputusan setelah berunding , pria dingin memutuskan hasilnya tanpa didampingi Melani.
Melani berjalan kesal masuk toilet. "Arrggg.....!!! Kenapa harus dia lagi" pekik Melani menghebohkan ruang toilet.
Orang yang ada di dalamnya keluar dengan bingung, mengapa ada suara wanita berteriak. Hal tersebut pun gemparkan kantor kecil itu.
"Eh....Di toilet ada suara dedemit" ucap seorang pria.
"Iya.Padahal sebelumnya tidak ada" sambung pria lain.
__ADS_1
"Aduh .... Gimana dong. Mana perut ku mules" pria lainnya lagi meremas perut.
"Au ah.." dua orang lain mengangkat bahu.
Heboh toilet terdengar suara jadi-jadian itu pun sampai ke telinga pria dingin yang hendak cuci tangan.
"Kalian jangan ngawur" ucap pria dingin berdiri.
"Tidak Tuan.Kami tidak berbohong, jika tidak percaya,anda bisa dengar kok" ucap seorang pria.
Sementara yang lain kabur tercirit-cirit, pria dingin mendekati toilet.
"Arrrghhhh.... Jangan harap mudah untuk kamu kalahkan aku" teriak kencang Melani.
Tidak asing bagi pria dingin yang kenal pita suara itu. Milik orang yang membencinya sampai lupa telah salah masuk kamar mandi.
Tokk...Tokk....
Pria dingin mengetuk pintu toilet.
Hufff... Melani membuang nafas netralisir amukan sebelum buka pintu.
Pelan-pelan dia buka pintu,lalu di dorong masuk kembali oleh pria dingin.
"Kamu!!. Mau apa!!" bentak Melani tersudut.
"Menurut kamu?" menyunggingkan bibir.
"Lepas!,atau aku teriak" Melani dorong tubuh suaminya.
"Coba saja.Kamu kan sedang salah masuk toilet" mencubit dagu Melani.
Melani lihat perbedaan yang signifikan antara toilet pria dan wanita, terutama bau ruangan itu.
"Jika tidak ingin malu,kamu harus patuh" bisik pria dingin,tubuh hampir nempel.
"Mengapa hari ini aku sial!. Salah!. Semenjak aku bertemu dia, kesialanku bertambah" rutuk Melani, memelototi pria dingin, gigi bergetar geram.
"kamu ingin keluar sendiri atau bersama saya?" tanya pria dingin.
Tidak banyak pilihan bagi Melani dalam posisi serba salah. Mau tidak mau,dia harus memilih untuk keluar dengan pria dingin.
"Sekarang kamu pura-pura pingsan" titah pria dingin.
"Kamu jangan macam-macam" ancam tegas Melani.
"Tidak cocok bagi kamu bernego dalam situasi ini" mengintimidasi.
"Tuan,apa anda di dalam?" cemas bodyguard penjaga masuk toilet pria.
"Ya,saya baik. Hanya saja ada orang pingsan" jawabnya, tapi tatapan pria itu mengintimidasi Melani.
Melani pun pura-pura pingsan untuk keluar tanpa malu.
Dalam gendongan pria dingin,dan nempelkan wajah pada dada bidangnya yang harum parfum maskulin, akhirnya Melani berhasil keluar.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
__ADS_1
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.