
Bab 33
.
Melani penasaran kemana perginya ibu suri sejak pagi.Urusan dapur mereka jadi terbelengkalai sampai sore.
"Mbok, masak sayur asem sama ikan goreng saja. Sisanya terserah sama stok sayur yang ada" ucap Melani pada orang di rumah.
"Baik, Non" jawab pelayan.
Melani mengirim pesan chat pada ibu suri, bertanya pergi kemana sampai tidak beri kabar kalau mau pulang malam.
📨"Ma, Mama kemana?" send chat.
Orang yang sedang sembunyi tersenyum geli baca chat dari putri keras kepala.📨 "Kalau kamu nurut, Mama baru pulang" balas ibu suri.
Melani tidak mengerti dengan balasan pesan chat. Mengapa dia dibilang tidak nurut ?.Apa mau Mama-nya ?.
"Mending telpon Papa saja, biar Papa yang urus" menscroll layar kontak cari nomor ponsel Tuan Wijaya.
Begitu tersambung Melani mulai pengaduannya dan kirim screenshot chat ibu dan anak tadi.
"Pa, Mama minta dibujuk. Belikan Mama kalung berlian baru lagi aja, Pa. Pasti Mama senang" saran Melani sambil ketik laptop.
"Ya sudah kalau gitu. Kamu pilihkan model kalung yang cocok" sahut ragu Tuan Wijaya.
Tuan Wijaya mencium bau rajuk konspirasi istrinya yang ngebet nikahkan putri mereka. Tetapi tidak mungkin bilang masalah tersebut pada Melani, yang akhir-akhir ini sedang banyak masalah dengan pekerjaan.
"Putri malang-ku ,mengapa jodoh dan karir tidak berjalan harmonis serentak" Tuan Wijaya menggeleng kepala kasihan.
.
Jam 20.15 wib...
Tuan Wijaya dan Melani sedang duduk menunggu ibu suri untuk makan malam bareng di ruang makan.
Wajah Melani tampak tenang menunggu, tidak seperti sang papa yang berkerut tekuk cemas wajahnya.
"Papa tenang saja. Paling-paling, bentar lagi Mama pulang. Kan Mama tau, kalau Papa gak selera makan tanpa Mama" Melani masih bisa senyum menasehati kecemasan Tuan Wijaya.
Tiga puluh menit berlalu sudah. Nyonya Wijaya masih juga belum hendak pulang setelah di telepon berulang kali.
"Kita makan saja dulu, Mel. Mama-mu merajuk tingkat akut" titah Tuan Wijaya.
"Siap Papa bos" memberi hormat, lalu ambil mencidukkan nasi ke piring Tuan Wijaya.
Selera makan Tuan Wijaya malam itu bercampur pertanyaan gabut seputar keinginan istri. Jika nasi campur yang di pikir bisa di makan, nah ini mikir kemauan orang lain, yang ada mancing segala penyakit. Dari penyakit kepo sampai penyakit betulan 😂.
"Pa, ini ikan gurami gorengnya" Melani memberikan cuwilan daging ikan.
__ADS_1
"Mel, kamu lanjut makan sendiri saja. Papa mau telpon Mama-mu dulu" berdiri geser kursi.
"Oh" datar jawab Melani, tidak curiga karena sudah terbiasa lihat Papanya sering bujuk ibu suri yang merajuk.
Melani di tinggal lanjut makan malam sendiri.Sedangkan Tuan Wijaya coba menghubungi ibu suri sampai dapat.
Dari hasil percakapan beberapa menit, Tuan Wijaya pasrah untuk bantu istrinya bujuk putri mereka.
"Kamu sekarang ada dimana?,biar ku jemput. Lagian kamu juga pasti belum makan, kan?" tanya Tuan Wijaya.
"Tapi janji akan nikahkan Melani secepatnya, ya?" ibu suri memohon manja.
"Oke" terpaksa.
Kemudian Tuan Wijaya bilang ke Melani, dirinya akan menjemput ibu suri setelah nego rugi salah satu dari mereka.
Tinggallah Melani di rumah, Mama Papanya sedang berduaan main Tuan dan Nyonyaan.
Saat di dalam kamar, Melani dapat chat bertimbun. Chat yang buat dirinya tertawa cekikikan setengah mati.
📨"Gak sekalian aja si Paijo jadi stand up komedi" mengirim balasan chat dengan orang jauh.
📨"Entah tuh orang. Mungkin belum ketemu sponsor. Kok kagak lu aja coba sponsorin Paijo. Wkwkwk " orang jauh sudah tau Melani tidak sembarangan mensponsori teman.
📨"Aku tidak tertarik sama dunia intertaimen, jadi mending cari Angel. Kan mereka sama-sama terjun dunia hiburan" sarannya, tidur telungkup melihat e-mail kerjaan di laptop masuk.
📨"Urusan bisnis atau lain?" balas Melani.
📨"Urusan pribadi. Tapi kali ini aku butuh bantuan lu, please " memohon.
📨"Aku gak janji" balas Melani.
📨"Siap Bu CEO. Aku kirim alamat dan jamnya. Besok langsung ketemuan di sana. I'm will be waiting you 😘😘" merayu.
"Idihh... Kalau ada maunya baru ingat chat" cibir senyum Melani, menutup chat mereka.
Melani lanjut memeriksa e-mail penting laptopnya. Sedikit tidak percaya dengan apa yang terpampang pada layar.
"Ini imposible" dari posisi tengkurap langsung loncat duduk panik.
Obligasi yang baru saja ia mulai terjun jalani mengalami deflasi kurs.
(Secara umum pengertian deflasi adalah penurunan harga barang yang terjadi pada periode tertentu dan berlaku untuk waktu yang lama. Jika dilihat dari pengertian ini maka deflasi merupakan kebalikan dari inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga sedangkan deflasi adalah penurunan harga.
Jika deflasi terjadi, tidak hanya harga menurun tetapi juga peristiwa terkait finansial lainnya juga ikut menurun. Seperti gaji karyawan, biaya produksi dan daya beli masyarakat.)
Pusing tujuh keliling, lebih tepatnya kepala mau pecah. Dana murni sudah merugi di awal karir lainnya.
"Gakk!!!.Gak mungkin " Melani mengusap kasar wajah, lihat draf candle stick menurun.
__ADS_1
Rasa sakit menekan sampai Melani jatuh pingsan.~Brukk....
.
Tuan dan Nyonya Wijaya masuk rumah sambil berbicara bisik rencana mereka,agar tidak di kacaukan sama korban mereka.
"Pokoknya, Koko jangan bela Melani kali ini" ancam ibu suri.
"Iya. Kamu juga jangan paksa dia. Takutnya,anak kita kabur" Tuan Wijaya ngingatin.
Lihat keadaan rumah sudah sepi, pasti anak mereka sibuk di kamar dengan tugas kantor. Mereka pun tidak menganggu, biar Melani tidak kaget besok pagi dengan berita gembira. Gembira buat ibu suri, belum tentu bagi Melani.
Malam berteman dinginnya temperatur, telah silih berganti dengan semangat surya menyinari dunia.
Rasa sakit masih terasa pekat dari kepala hingga hati. Kekecewaan, kebodohan, kecerobohan buat Melani duduk kisut termenung mewek mendekap guling.
Padahal hari ini dia punya proyek sama perusahaan keluarga Kurniawan, tetapi belum juga siap untuk pergi bertempur.
Tokk... Tokk....
"Mel, kamu hari ini kerja gak?" tanya Nyonya Wijaya,berdiri nunggu jawaban ketukan pintu.
Respon jawaban dari Melani begitu lambat. Buat orang yang nunggu di luar mulai ngoceh cerocos.
"Mel, kalau gak kerja temani Mama temui orang yuk. Jangan lihat laptop melulu, toh gak bisa kasih kamu masa depan cerah" Nyonya Wijaya merepet sambil ketuk sesekali.
Panas kuping Melani dalam kekecewaan ,di tambah bumbu cabe mercon keluar dari mulut Nyonya Wijaya.
Melani coba tampak biasa menghadapi orang sekitar. Dia tidak ingin seorang yang tau kecerobohan bodohnya penuh nekat.
Cekrekk...
"Ada apa,Ma?" lesunya bertanya, tangan dan kaki aja letoi tanpa tenaga.
"Kamu sakit?" tangan ibu suri langsung ceplok nempel di jidatnya dan Melani.
Melani ngangguk, yang sakit itu hati nyambung kontak sampai otak. Tapi tidak ia katakan sejujurnya.
.
Terimakasih atas dukungannya.
Sehat sejahtera selalu untuk kita 🙏
.
Good bye 2021 & semua problem yang ada.
Welcome 2022 kita sambut hari lebih baik
__ADS_1