Change Destiny

Change Destiny
140 Suamiku, dokterku


__ADS_3

Bab 140


.


"Pelayan dan bodyguard sudah datang.Saya harus kembali ke kantor" pamit Ronald.


"Tapi aku minta, agar kakak jangan kasih Tuan Wiliam tau masalah ini" Melani memohon.


"Baiklah. Biarpun kamu mengampuni mereka, tetap saja harus terima konsekuensi, karena telah berani berbuat kasar pada keluarga saya" tegas Ronald.


"Mmm" Melani ngangguk paham.


Biar saja mereka mendapatkan sedikit balasan atas aduan Melani ke Ronald.


Ronald meninggalkan mansion di tempati Melani dan keponakannya. Berita akan Melani telah ditemukan juga disampaikan kepada orang di benua lain.


"Selama saya di sini, kamu harus lebih ketat awasi dia" tegas Wiliam memberi perintah.


"Baik" jawab lugas Ronald.


Kasus yang menimpa sejumlah karyawati di kantor itu pun dilanjutkan sidik oleh Ronald.


Masih banyak rahasia tertutup rapat oleh karyawati kantor.


"Baik.Kalau kalian tidak mau berkata jujur,maka saya juga tidak bisa menghakimi Melani" tegas Ronald mengambil keputusan, gantikan posisi abangnya yang tidak berada di Indonesia.


Semua yang terintrogasi menunduk dalam kebohongan besar untuk Ikhlas.


Setelah dibubarkan, semua kembali kerja pada posisi masing-masing.


1 bulan kemudian....


Josh memulai hari liburan panjang akhir semester. Dengan kesibukan positif,dia mulai merintis kegiatan bersama ibu cantik.


Diam-diam mereka yang bekerja dalam kamar, tanpa sepengetahuan orang lain tampak fokus.


Untuk urusan yang berhubungan kerja sama bisnis, itu merupakan bagian Melani. Sedangkan bagian input yang telah di setujui Melani bergulir ke Josh.


"Mi, semua data sudah Josh masukkan ke program"


"Oke. Kamu makan duluan saja Josh" ujar Melani masih sibuk dengan tugasnya.


"Josh tunggu Mami saja" menutup laptop.


"Kalau begitu, makan cemilan di laci dulu ya" tunjuk Melani yang menyediakan banyak biskuit dalam laci meja samping tempat tidur.


"Ok" berjalan ngambil cemilan.


Tau ibu cantik akan mulai laper seperti dia, ia pun mengambil dua bungkus biskuit.


"Mi,nih" menyodorkan biskuit yang telah di buka dari pembungkus.


"Terima kasih" senyum terima sodoran biskuit.


Sambil nulis, Melani menggigit biskuit yang disuap Josh.


Hahaha....

__ADS_1


Josh tertawa terbahak-bahak lihat mulut ibu cantik berlepotan remahan biskuit.


"Kamu kenapa?" Melani menoleh kesamping.


"Mulut Mami" tunjuk Josh coba berhenti tertawa.


"Kenapa?" usap mulut sendiri,dan sadar.


Melani cemberut mewek, merajuk telah ditertawakan.


"Sorry,Mi. Josh tidak niat tertawa" minta maaf tulus.


"Pasti muka Mami jadi jelek kan?" mulut di mewek-mewek sedih.


"Tidak kok. Mami Josh kan paling cantik" puji jujur Josh mengelus wajah yang cemberut.


"Benar??" lanjut pura-pura belum percaya.


Josh ngangguk,dan punya banyak kesempatan untuk sun wajah cantik tanpa pengawas.


Di tempat lain waktu sama, Ronald mengajak seorang wanita cantik **** untuk makan siang.


Sebuah restoran mewah yang dipesan Ronald mulai menghidangkan menu pesanan.


"Silahkan" ucap Ronald.


Wanita cantik itu mulai makan.Sambil makan wanita terus curi pandang ke Ronald.


Walaupun pasang muka dingin dan jutek, tapi tetap terlihat tampan, bahkan sangat tampan untuk dipandang.


"Kalau makan,makan saja" celetuk Ronald merasa dilihat tanpa henti.


Ngitt...Ngitt..


"Potong daging, jangan piring" ketus Ronald dengar suara yang buat ngilu.


"Ma-af" wanita itu menunduk malu.


Santi wanita berusia 28 tahun dari keluarga kaya juga,namun kepribadian yang tertutup serta terlalu kuno dalam berpenampilan terlihat seperti orang kolot dan kutu buku.


Dirinya yang melakukan perjodohan oleh mak comblang dengan seorang pria kaya dan terhormat,tentu menuntut dirinya untuk di make over dari ujung kepala sampai kaki. Hingga tampillah Santi yang lebih **** menantang lawan jenis.


"Habis makan,saya akan antar kamu pulang" ucap dingin Ronald.


"Baik" tidak berani lagi untuk curi pandang.


Pertemuan pertama mereka tidak terlalu baik. Terlalu kaku monoton untuk setiap sesi perjodohan yang dijalankan Ronald.


Beda pula jika dia berhadapan dengan wanita yang agresif untuk memikat. Jauh lebih berani untuk merayu dalam setiap situasi kaku.


Wanita agresif ada yang berani duduk langsung dalam pangkuan paha, sambil menebar pesona dengan kecantikan dan sensualitas yang dimiliki.


"Terima kasih" ucap Santi yang diantar pulang Ronald.


"Mmm" dehemnya ngangguk.


Santi hanya bisa tersenyum manis untuk aksi tebar pesona.

__ADS_1


Mobil melaju tinggalkan Santi yang masih setia lihat Ronald pergi jauh.


"Dor....." seseorang mengagetkan Santi yang berdiri tersenyum malu-malu.


"Eh,copot-copot!. Ihh... Kamu apaan sih!" kaget Santi,elus dada.


"Kamu tuh yang ada apanya?" sindir orang tadi menggoda Santi yang senyam-senyum belum berhenti.


"Apaan sih.Yuk masuk" ajak Santi merangkul tangan teman.


"Kamu habis face to face sama orang dalam jodohan kan?. Gimana suka nggak?" penasaran dengan hasil pertemuan pertama.


Sebagai teman yang baik, Murni juga ingin lihat teman bestienya menemukan pria yang bisa diandalkan seumur hidup.


Di umur mereka yang 28 tahun,Murni telah dikaruniai 4 orang anak. Beda dengan Santi yang masih happy dengan status perawan.


Pandangan pertama, Santi mulai suka pada sikap serta sifat Ronald yang cerminkan suami idaman.


"Pokoknya, elu harus nikah tahun ini. Apa tidak malu kalau reunian tahun ini masih single" Murni mendukung hubungan baru itu.


"Malu lah, tapi mau gimana lagi. Tidak ada yang cucok" mempersilahkan tamu duduk.


"Tapi kali ini pasti cocok kan?,ya kan?" goda Murni naik turunkan alis.


"Ihh... Kamu ini apa sih. Baru juga jumpa sekali" malu dengan godaan Murni.


"Hari ini jumpa,besok,lusa, tiap hari jumpa. Mau makan keingat, tidur juga teringat,tapi...." goda Murni berhenti untuk lanjutkan sambungan godanya.


"Tapi apa?" Santi terpancing penasaran.


"Jangan sampai kalau mandi juga teringat.Bisa bahaya tau!!" goda Murni tertawa terbahak-bahak.


Yang sudah menikah pasti sudah paham banget, karena sering melakukannya. Tapi Santi juga paham hubungan suami istri yang dimaksud. Karena ia dapat teman tidak punya rem untuk bercerita tentang apa saja yang dilakukan satu wanita dan satu pria dalam kamar tidur.


"Kamu itu perlu cari dokter psikiater" ujar Santi merasa malu hatinya.


"Ada kok. Suamiku,dokterku. Wkwkwk...." sahut Murni tertawa keras.


"Otak ngeresmu makin rusak" Santi menjontor pelan otak rusak temannya.


"Rusaknya enak kok. Makanya cepat kawin biar tau. Hahahaha" sesuka hati Murni goda terus Santi yang terlihat alim, tapi banyak pelajaran di atas ranjang telah dipelajari.


"Capek aku.Apa suamimu gak capek" tepuk jidat sendiri, biarkan Murni menggodanya sampai puas.


"Mana ada dia capek. Malah gue dibuat babak belur, kalau 1 hari nggak kasih jatah" oceh Murni membayangkan pisang molen minta dilumerin mentega.


"Kalian sama-sama ngeres" celetuk Santi pergi ambilkan minum.


"Kalau nggak ngeres jadi jomblo donk.Lihatlah keluarga besar gue yang berhasil produksi 4 bocil" bangga banget dengan keluarga yang hidup sederhana tapi bahagia jalani tiap harinya.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2