Change Destiny

Change Destiny
Bab 61 Efek hipnotis


__ADS_3

Bab 61


.


Setelah fress ,mereka keluar menuju tempat lain.


Tempat yang sudah di blocking khusus untuk menikmati akhir di hari ini.


"Selamat datang" sapa pelayan restoran membuka pintu (B.Inggris).


Wiliam berjalan masuk menuju tempat duduk pilihan, dan memesan menu spesial untuk mereka makan.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Wiliam pada Melani dengan penghalang buku menu.


Daftar menu makanan tidak membuat Melani berselera makan. Bukan karena nama menu, namun perasaan kesal tak tersalurkan.


"Saya pesan 2 porsi bistik matang, 1 porsi spaghetti,1 porsi macaroni, menu spesial kalian hari ini ,dan 1 botol wine" Wiliam memesan menu (B.Inggris).


"Saya ulang pesanan anda ya ,Tuan. 2 porsi bistik matang, 1 porsi spaghetti,1 porsi macaroni, masing-masing 1 porsi menu spesial hari ini ,dan 1 botol wine" pelayan restoran membaca ulang pesanan Wiliam (B.Inggris).


Usai ngulang dan telah sesuai, pelayan ke dapur memberikan daftar pesanan pada koki untuk segera dimasak.


Sementara menunggu waktu sajian ,pihak restoran menyuguhkan hiburan klasik. Seorang pianis memainkan sebuah lagu klasik romantis, menemani dua tamu yang sedang candle light dinner.


Jemari pianis seakan menari lincah sesuai alunan lirik lagu.


"Kata Bibi, kamu pernah nari balet?" Wiliam ajak ngobrol santai.


"Em..." angguk Melani cuek, nikmati alunan lagu.


"Bagaimana jika kita dansa" mengulurkan tangannya.


"Enggak ah,malas" sahut Melani yang jutek.


"Benar nggak mau?" menatap lekat.


Wiliam menjentikkan jarinya memanggil pelayan restoran, untuk mencarikan seseorang menemaninya berdansa.


Sesuai permintaan Wiliam, pelayan melaporkan hal tersebut pada atasannya.Tak lama, seorang wanita berparas cantik dengan pakaian sexy menghampiri mereka.


"Permisi,maukah anda berdansa dengan saya?" tanya wanita bule, meletakkan tangannya di atas pundak Wiliam (B.Inggris).


"Baiklah" sahut Wiliam menggeser kursi (B.Inggris).


Wajah Melani tampak jutek,mengacuhkan suami menemani wanita bule cantik berdansa. Lihat tangan besar kekar itu merangkul pinggang wanita bule saja,masih tampak datar cuek bebek.


"Hoammm.... Kalau lagu begini buat ngantuk" Melani menguap ngantuk dengar lantunan lagu slow melow.

__ADS_1


Perlahan wajah Melani bersandar pakai telapak tangan,mata terpejam menikmati alunan lagu slow melow.


Saat Wiliam berputar,wajahnya mengarah pada meja makan mereka yang hanya ada Melani seorang duduk melamun.


"Kenapa lagi dia?. Tadi di ajak dansa nolak, sekarang duduk melamun" gumam pelan Wiliam, berdansa tapi mata terarah pada orang yang duduk melamun.


"Anda baik-baik saja kah?" tanya wanita bule, mengelus lembut wajah Wiliam(B.Inggris).


"Saya ingin istirahat. Silahkan tinggalkan ruang ini" titah Wiliam pada wanita bule, sambil lepaskan rangkulan dansa(B.Inggris).


"Ya..,baru saja dansa. Satu lagu saja belum usai" sahut wanita bule, nahan tangan Wiliam pergi(B.Inggris).


Wiliam menghempas kasar genggaman tangan wanita bule. Dia tidak suka dikuasai seorang wanita, baginya wanita itu semua sama. Semua senang dengan pria berkedudukan tinggi dan popularitas gemilang.


Langkah kasar panjangnya menuju tempat duduknya. Di pikir Melani melamun jealous, ternyata masuk dunia mimpi.


Ctakk....


Wiliam menjentikkan jari kembali panggil pelayan ,untuk segera menyajikan menu yang sudah selesai saja. Agar dapat disantap mereka lebih cepat.


Menu yang sudah selesai dalam keadaan panas di bawa keluar pelayan dengan meja trolly. Penutup hidangan stenles di buka,aroma harum masakan saja tidak membangunkan Melani.


Wiliam makan menu yang ia hendak makan ,dan sisanya tidak termakan olehnya walaupun harus di bayar nantinya.


Kepala istri kecil hampir jatuh tidak kuat tertampung telapak tangannya sendiri. Dengan cepat Wiliam menahan pipi mulus itu dengan tangan besar.


"Kak, gendong Melan" lindur manja Melani, menarik kemeja Wiliam.


"Hoo!!. Ternyata kamu sudah punya pacar?.Tapi tidak akan biarkan pria itu dekati kamu" kesal Wiliam mulai posesif.


"Kak, gendong.Ayo cepat" lindur manja, tangan merentang lebar.


Tangan kekar besar itu mengendong tubuh kecil Melani yang minta dengan nada manja,dan telah membuat lubang asap dalam hatinya.


Dalam mobil, dengan posisi kepala Melani bersandar pada bahu lebar sang suami dingin,dia merangkul erat pinggang besar itu.


Sesuatu perasaan aneh menghampiri pemilik jiwa dingin selama ini. Bibirnya menyungging bahagia, seperti memenangkan sebuah proyek besar.


"Kak,peluk" lindur manja Melani,tangan mengelus perut petak Wiliam.


Tentu keinginan tersebut dikabulkan dengan rasa posesif dan penasaran, siapa yang dipanggil begitu mesra manja dalam mimpi istrinya itu.


Rasanya hangat serta nyaman mendapat pelukan dari tubuh kekar, setelah seharian capek dengan perasaan jengkel.


Mobil pun tiba dengan rem halus. Supir yang bantu bukan pintu mobil dan mencet tombol bel, mempersilahkan Tuannya turun perlahan mengendong wanita cantik yang telah beberapa hari tinggal bersama.


Mata Wiliam melirik ART kribo untuk membukan pintu kamar tamu istrinya itu. Langkah yang panjang dan seimbang itu mampu menjaga kenyamanan seorang Melani tertidur pulas dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


Perlahan Wiliam menurunkan tubuh kecil istri di atas tempat tidur empuk,lalu membantu lepaskan sepatu yang dikenakan dan menyelimuti agar tetap hangat sepanjang malam.


"Kak,jangan pergi.Mel, takut" lindur Melani, meraih sedih tangan Wiliam yang menyelimuti dirinya tertidur.


"Siapa orang yang ada dalam mimpi kamu,hum?" tanya Wiliam penasaran.


Melani memanyunkan bibir kecewanya, reaksi dari ajuan pertanyaan seseorang dari alam mimpi.


"Oh,awas jika kamu berani selingkuh selama jadi istri saya. Saya tidak akan biarkan hal itu terjadi" ancam Wiliam berbisik masuk ke dalam dunia mimpi istrinya.


Tangan Melani melepaskan tangan Wiliam, seakan dalam mimpi dia bertemu sosok yang telah buat dirinya seharian Bete.


"Kak,orang ini jahat. Suka buat Mel susah" adu Melani yang lindur ,tangan nunjuk sembarangan arah.


"Pasti ngadu sama pacar kamu ,kan?" ketus Wiliam mengertakkan gigi.


Wiliam berjalan kesal menutup pintu kamar dari dalam,agar tidak terdengar orang lewat untuk menguping gosip.


Kecemburuan mulai tampak pada wajah pria dingin yang penasaran. Dia ingin mengorek lebih dalam siapa pria yang begitu memanjakan istrinya sampai dunia mimpi.


Tidak seperti biasanya Wiliam bakal langsung ilfeel,kali dia memang lebih posesif.


Sengaja Wiliam duduk samping Melani untuk bertanya langsung lebih banyak.


"Siapa nama pria dalam mimpi kamu,hum?" tanya ketus Wiliam.


"Agung" sahut jujur Melani akui pria dalam mimpi.


Ini salah satu efek hipnotis terapisnya,Melani seakan sedang dalam pengaruh hipnotis.


Saat Melani menjawab pertanyaan,dia mengusap kasar wajahnya. Betapa dirinya di nilai jahat,sampai harus melapor pada pria lain dalam mimpi, yang memang kakak kandung.


Di negara benua belahan lain, seseorang bersin-bersin habis diomongin orang .


"Siapa yang bicarakan aku" menggosok hidung gatal sehabis bersin.


Firasat orang tergibah juga merindu berat orang yang bergibah. Setelah lama berpisah tidak bertemu,dia juga ingin cari waktu luang untuk pulang.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semuanya.

__ADS_1


__ADS_2