Change Destiny

Change Destiny
Bab 6_ Februari


__ADS_3

bab 6 ~


.


Bukan hanya gang Shella saja di buat Ronald binggung. Melani yang berfikir suatu saat akan jadi rekan bisnis, jadi tercengang.


Tidak seharusnya ada adegan pertemuan kebetulan secepat ini dalam pikiran seorang Melani Wijaya.


"Pasti Mr. Lee jadi ilfill.Kalau lain waktu ketemu, pasti meragukan kerjasama kami" keluh batin Melani, semampunya menunjukkan performa sopan santun yang baik.


"Maaf, saya lupa" Melani membungkuk tulus minta maaf.


"No problem" Ronald tidak menyangkal wajah Melani jadi cantik dengan polesan bak seorang putri.


Keduanya tersenyum, lalu Melani pamit untuk pulang agar tidak di keroyok gang Sheella yang sudah seperti kepiting kejepit batu.


Niat hati Ronald untuk mengantar gadis secantik Melani tertahan tangan Shella, yang mepet rapet kayak di poles lem setan.


Huff...


"Jika bukan demi masa depan kerjasama, pasti mereka sudah ku balas kembali" dumel Melani, menghembus nafas berat.


Melani muda tidak mungkin membalas, tapi Melani dewasa yang kembali ke masa lalu, tentu bisa membalas setiap perbuatan gang Shella.


Esok hari, saat Melani baru saja menginjak anak tangga universitas, dia di hadang gang Shella yang tau kalau cewek cantik yang coba tebar pesona itu ternyata cewer kuper, culun, rendahan.


Plakk....


Sebuah tamparan mendarat mulus pada pipi kiri Melani.


Plakk....


Kali ini pipi kanan Melani terima tamparan kedua kalinya.


"Sabar... Lihat dan saksikan" ucap batin Melani tidak mudah di bully setelah kembali dari dunia masa depan.


Melani senyum sinis mengusap bekas tamparan pipi.Lihat kiri kanan situasi sekitar, dia membalik keadaan secepat kilat.


Dosen kepala pas lewat, Melani menarik tangan Shella seakan menjambak rambutnya. Fakta nyata ada dihadapan dosen kepala, itu buat tensi dosen kepala sampai ke ubun-ubun.


Melani beserta gang Shella di perintahkan masuk ruang guru untuk di interogasi secara detail.


Adu mulut riuh memenuhi ruang kepala universitas. Brakk... "STOPED!!" amuk kepala sekolah memukul keras meja kerja.


Jantung mereka satu persatu seakan copot dengar bentakan amukan kepala sekolah.


Air mata Shella langsung tumpah membasahi bumi, disusul Amanda dan anak gang yang saling berpegang tangan.

__ADS_1


Beda jauh sama Melani yang berdiri tegap hanya mengelus bekas tamparan pipi berasa perih.


Kepala sekolah mulai ngoceh panjang lebar, dari estetika hingga seharusnya bersikap anggun sebagai putri pengusaha.


Renggekkan Shella menambah amarah dosen kepala, yang tau sifat angkuhnya terhadap murid berstatus sosial rendah. Situasi inilah yang buat Melani Wijaya berpuas diri setelah mengorbankan kedua belah pipi terima tamparan keras.


Ocehan kepala sekolah masih termasuk membela Shella dan gang songgoknya, tapi setidaknya sudah dapat celah untuk berkedudukan satu seri jika bersaing.


Langkah santai Melani keluar dari ruang kepala sekolah terhadang oleh tatapan fans gang Shella. Mereka masih tidak terima jika anggota gang Shella di salahkan oleh kepala dosen.


Melani malas mengubris fans gang itu, ia pun berjalan acuh menyambar di antara himpitan.


"Stupid human" cerca Melani melintasi fans Shella.


Jika situasi hari ini yang alami adalah Melani muda, mungkin sudah nanggis tanpa ada yang bela sama sekali.


Mata pelajaran kuliah pun dimulai. Sesi berikutnya dosen memberitahukan akan ada dosen tamu yang akan memberi motivasi,mulai awal bulan Februari yang berarti dua minggu dari sekarang.


Siapa dosen tamu itu?.Dia tidak lain adalah pengusaha muda yang sukses dalam bisnis periklanan kanca dunia (Mrs.K) ~versi ingatan Melani.


Namun tidak sesuai dengan tebakan ingatan versi Melani saat dosen guru menyebut nama tamu tersebut.


Semua mahasiswa bersorak riang gembira, tidak dengan Melani duduk tercengang.


"Mengapa beda jauh?" batin Melani.


"Karena kamu berani mengubah yang sudah ada tanpa izin kami" sahut dewa pencabut nyawa yang tiba-tiba datang berbisik.


.


Bel berbunyi, Melani berjalan mikir kenapa tamu dosen harus orang tersebut. Tidak sesuai memori ingatan, apa dia bakal gagal jadi wanita sukses di masa mendatang?.


Banyak pertanyaan bertubi-tubi silih berganti melintas pikiran Melani.


Dughhh....


Akibat kurang konsentrasi jalan keluar dari gerbang universitas,lengan Melani di serempet mobil mewah yang hendak masuk.


Ceklekk....


"Are you okay, miss?" tanya pria berpakaian formal.


"I'm okey" Melani tidak mempersalahkan, karena itu akibat ulah sendiri jalan tidak konsen.


Sakit tamparan masih berasa, sekarang plus sakit lengan kiri di serempet mobil.Lengkaplah sudah sakit menyelimuti kekalutan Melani.


Tik tok.. Tik tok...

__ADS_1


Waktu berjalan cepat, Melani tidak ingin lagi banyak mengubah takdir masa lalunya itu. Ia coba kembali damai ikuti alur arus takdir seharusnya.


Dua minggu yang di tunggu tiba, awal februari yang bercampur rasa penasaran buat Melani lemas melangkah ikuti mata pelajaran hari itu.


"Good Morning, Sir" seraya sapa mahasiswa pada dosen.


Dosen mulai mengundang masuk tamu dosen mereka. Wajah tampan itu menyihir penglihatan semua mahasiswi, kecuali Melani yang nunduk acuh.


Melani sudah tau bagaimana sepak terjang dosen tamu dalam berbisnis. Siapa yang berani langsung menghalangi, tanpa ampun akan di hancurkan sehalus debu. Tidak sama jika masih berhadapan dengan adiknya, yang masih bisa di ajak berkompromi susah payah.


Setelah ucapan sambutan, Melani kembali acuh.Ia memilih diam, nunduk, fokus baca buku pelajaran.


Cepatlah waktu putar.... Itu tulisan keinginan Melani saat ini.


Rasanya tubuh mematung dengan timbunan cor semen beton berpuluh ton di atas kepala hingga kaki.


Saat tamu dosen di izinkan milih asisten, maka pria itu menunjuk Melani yang fokus membaca saat ia memperkenalkan diri.


"Hei, you" panggil pria tampan itu, nunjuk Melani.


"Mel, dosen guest manggil" teman sebangku menyenggol kaki Melani.


"Me??" kaget Melani di panggil teman sebangku.


"Mampus aku. Habis game over masa mudaku jadi orang sukses" keluh Melani berdiri gemetar.


Hahaha.... Tawa semua melihat Melani berdiri gemetar, wajah Melani jadi lucu culun.


Tok..... Tokk....


Dosen tamu mengetuk meja pakai ujung sepidol, ia tidak ingin ada riuh berlebih saat dia memberi materi motivasi dalam satu minggu kedepan.


"Yes, you. Come here ,now!!" tegas pria itu manggil.


Kaki Melani menjadi kaku terpaku paku lima belas inci. Ditambah tatapan sangar pria itu yang hendak mencincang habis korban segar.


Gerrr....


Giginya berlaga gemetar, tidak pernah ia merasa setakut itu sebelumnya. Karena dikehidupan mendatang, ia cukup dengar nama tenar pria itu, tanpa perlu bertatap muka langsung.


Jederrrr.....


Suara gemuruh mengagetkan ketakutan Melani hingga tersungkur sesuatu.


.


...----------------...

__ADS_1


.


Terimakasih atas perhatian semuanya. 🙏


__ADS_2