
Bab 158
.
Wiliam merebahkan tubuhnya, membayangkan kekasih hatinya ada disamping tidur beralas tangan telentangnya.
Cetakkk.. Cetakkk....
Cicak juga ikut menyindir halusinasi Wiliam, menunggu momen bersama esok hari mereka.
.
Pagi yang cerah dengan semangat baru, Wiliam memberikan hak siang miliknya untuk dipakai Melani mengatur mereka.
"Ayo mau bilang apa?. Jangan sampai nyesal tidak bisa mengatur" bisik Wiliam agar tidak buat anaknya berdemo minta hak yang sama.
"Gimana kalau malam ini, Josh tidur sama Daddy" ucap kaku Melani memberi perintah 1 hari.
Bukan hanya Josh yang tercengang dengan perintah Melani,hal serupa juga terjadi pada Wiliam yang menyilang tangan, tidak ingin mematuhi perintah dari wanitanya.
"Mami....Josh tidak mau tidur sama Daddy" rengek Josh menarik tangan Melani.
"Sama.Daddy juga tidak mau" sambung ketus Wiliam.
"Kalau tidak mau,ya sudah.Mami pulang ke rumah orang tua Mami saja" tangan berlipat dada, tidak ingin bernego dengan wajah sombong.
Wiliam dan Josh saling bertatap, mengedipkan mata untuk melakukan sesuatu pada Melani, agar perintah di ralat kembali.
Wkwkwk.....
Melani tertawa terpingkal-pingkal menahan geli, akibat 2 pasang tangan mengelitiki pinggangnya.
"Sekarang ubah perintah, atau akan kami teruskan mengelitiki" ancam Wiliam tangan siap mengelitik.
"No!" tolak Melani,kekeh ingin dipatuhi.
"Josh,are you ready" memberi isyarat dan mulai mengelitik.
"Stop!!" ucap Melani tidak kuat diserang tanpa henti.
"Ok" Wiliam memberi kode berhenti.
"Josh tetap tidur sama Mami, kan?" tanya Josh.
"No.Mami harus tidur sama Daddy" jawab Wiliam.
Pusing dengan rebutan hal sepele, akhirnya Melani memutuskan untuk mulai tidur bertiga dalam kamar utama super big.
"Kalau masih ribut.Kita semua tidur terpisah" Melani melihat dua orang disampingnya secara bergantian.
"Ok, deal" serentak Wiliam dan Josh mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Karena kamu dan Daddy habis menggelitik" menunjuk keduanya secara giliran "Maka Mami ingin dipijat waktu tidur" menguasai kesempatan yang dikasih padanya.
"Biar saya saja pijit kamu.Josh bakal ngeluh kalau mijit" jawab Wiliam cepat dahului jawaban Josh.
"Ok"
"Josh, juga dipijit kan, Dad?" tanya Josh ikut-ikutan ambil kesempatan.
__ADS_1
"You....No!" menghabiskan makan siang dan siap ke kantor.
Melani mengantar Wiliam sampai depan pintu.
"Koko mau apa?" tegang Melani dengan Wiliam yang peluk tanpa aba-aba.
"Cium"
"Jangan,Ko. Malu kalau ketahuan"
"Kalau begitu ikut saya sebentar" Wiliam bawa istrinya,cari tempat aman berciuman.
Awal niat Wiliam hanya ingin kasih ciuman kasih sayang di kening,kayak telenovela televisi. Tapi, begitu dapat tempat sunyi dan aman di dalam kamar tamu, Wiliam menyerang bibir tipis candunya cukup lama.
Wajah Melani memerah malu,dengan nafas putus-putus habis terima serangan suami mesum.
"Saya kerja dulu.Kamu istirahat dan jangan keluar rumah" ucap Wiliam, membersihkan bekas liurnya di bibir Melani.
"Emm" angguk malu Melani.
Saat ini keduanya sedang dilanda cinta, untuk membentuk kekuatan sesungguhnya.
Mobil membawa tubuh kekasihnya pergi menjalankan tugas, mencari nafkah untuk kebutuhan hidup mereka semua.
"Tuan tampak senang" tanya supir intip dari kaca depan.
Wiliam cukup ngangguk dan dipahami sang supir untuk tidak banyak bertanya.
Sampai mobil mewah itu di depan gedung megah. Wiliam juga kembali fokus bekerja memeriksa setiap laporan.
Tokk..Tokk.....
"Tuan, Nona Maria maksa ketemu anda" ucap sekretaris berdiri goyang kecil untuk menarik perhatian big bos.
"Suruh tunggu 1 jam" jawab dingin Wiliam, mengacuhkan siapa pun yang tidak berkepentingan.
"Baik, Tuan"
"Tunggu!. Kamu pesankan buket mawar merah kirim kemari" titah Wiliam dengan wajah cool.
"Siap Tuan" sekretaris tersenyum malu-malu, mengira big bos menyukai dirinya.
Segera sekretaris menelepon penjual bunga-bunga import bagus kenalannya. Dan dipesan buket bunga sesuai perintah big bos, meski yang ia suka adalah white rose.
"Sebentar lagi, gue jadi istri pemilik perusahaan raksasa ini.Dan mereka semua yang jadi saingan, akan gue depak keluar" sekretaris pede dengan perasaan yang menggebu-gebu.
"Hei!!. Sudah kau bilang kalau aku datang!" tamu perusahaan menggeprak meja sekretaris yang melamun jauh ke angkasa.
"Sudah.Tuan suruh tunggu 1 jam" lantang sombong jawab sekretaris.
"Kau!!" menunjuk wajah sekretaris yang angkuh.
"Stop!. Jangan masuk" sekretaris menarik mundur tamu bar-bar.
Wiliam terganggu dengan 2 wanita tidak penting muncul tanpa ketuk pintu.
Amarahnya masih bisa dibendung hanya dengan ingat wajah wanitanya,yang menunggu di rumah.
"Maaf Tuan.Saya tidak bisa cegah" sekretaris menunduk minta maaf.
__ADS_1
"Mmm" melambaikan tangan usir keluar sekretaris.
Wajah sekretaris nyegir kecut ke tamu bar-bar, yang juga menjulurkan lidah kepadanya.
"Awas saja kau.Begitu resmi jadi kekasih Tuan Wiliam,maka kamu orang pertama yang gue depak jauh ke antariksa" umpat gerutu sekretaris keluar tinggalkan big bos dan ular betina.
"Mau apa kemari" ketus Wiliam tidak suka dengan wanita tidak paham telah di usir halus.
"Mau temani Tuan hilangkan lelah" melempar handbag ke sofa panjang,lalu nekat untuk dekati Wiliam.
Kakinya berjalan nyilang dengan gaya tubuh genit, sudah buat pria yang ada eneg.
"Sana ambil 50 juta sama bendahara, dan jangan muncul dihadapan saya lagi" ucap sinis Wiliam.
"Aku tidak butuh itu.Yang aku butuhkan, hanya dirimu" goda wanita, menaikkan tumit kaki di atas paha Wiliam.
"Pergi, sebelum tubuh kamu tidak dikenal orang di luar" ancam Wiliam,gigi bergertak dan tangan mengepal bulat.
"Kita have fun sebentar saja" mengelus wajah Wiliam dengan jari telunjuk.
"Get out!!" bentak Wiliam masih cukup sabar.
Masih saja Maria berani menggoda Wiliam dengan tangan tidak hanya menyentuh wajah Wiliam saja, tapi berani membangunkan senjata yang aman dalam sarungnya.
"Jangan buat saya membuat kamu menyesal" Wiliam menggeram marah level 2.
"Mau dong" goda Maria membuka resleting celana Wiliam.
Biasanya burung orang lain dalam sangkar amat mudah dibangunkan dirinya.Tapi beda dengan burung milik Wiliam, yang masih kekeh tidur nyenyak tidak berefleks.
"Tampan-tampan impotensi" umpat batin Maria, coba menggosok bokongnya tepat di tempat burung tidur.
Kemarahan Wiliam melompat tinggi dari level 2 ke level 10.
Dirinya yang tidak pernah kasar pada wanita,hari itu mendorong jatuh tubuh Maria dari atas pangkuan.
"Keluar atau nama kamu tinggal huruf" ancam Wiliam, menutup resleting terbuka.
Tidak percaya apa yang dikatakan wanita lain, hari itu Maria telah membuktikannya. Sejumlah uang kompensasi pun ia ambil tanpa sungkan lagi.
"Pantas ditinggal istri, orang impoten" dumal Maria pergi tinggalkan gedung megah, dengan gaya jalan centil.
Pria-pria kantor Wiliam lah yang tergoda dengan lekuk tubuh Maria berjalan menggal-menggol, menonjolkan gundukan yang goyang menantang penonton.
Wiliam dalam ruangannya menelepon seseorang untuk mengurus Maria.
"Bagaimana pun caranya, pastikan Maria tidak pernah muncul dihadapan saya" titah Wiliam pada seseorang diseberang.
"Ok, Tuan" jawab orang tersebut.
Wiliam pun segera menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, agar bisa ngajak istrinya pacaran diam-diam, tanpa ketahuan bocil di rumah.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya dalam bentuk apa pun.
__ADS_1
Maaf bila ada kesalahan dalam penulisan yang mengambigukan ketika santai membaca.