Change Destiny

Change Destiny
168 Gagal hamil


__ADS_3

Bab 168


.


Kelar sudah tugas Melani menepati janji untuk melayani Wiliam.


"Lumayan.Kamu harus banyak berlatih" menyelimuti Melani yang habis menunggang kuda jantan.


"Lumayan !!. Orang udah capek setengah mati cuma dibilang 'Lumayan'.Minta aja PSK profesional layani" omelnya dalam hati,mata juling- juling tidak terima.


.


Berselang beberapa minggu, Melani ke kantor Wiliam setelah dapat izin keluar rumah.


Kakinya menapak anggun diantara cibiran-cibiran karyawati yang ngeneskan hati.


"Tadi pagi suasana hati ini happy,tapi begitu lihat kalian, jadi suram" sindirnya sambil nunjuk para wanita dengan muka ketus.


"Lu..."


"Kau..."


Itulah kata-kata yang keluar membalas sindiran Melani.


"Sorry,aku ada urusan penting sama Tuan Wiliam.Caoo..." meninggikan wibawanya yang tidak bisa dihina siapa pun.


"Kurang ajar banget dia.Kayak jadi kesayangan Tuan" geram wanita bagian kreatif.


"Benar.Sudah lama gak muncul, tingkah menjijikkan" tambah wanita resepsionis.


"Cuih..!!" mereka serentak berkacak pinggang, sambil meludahi Melani secara simbolis.


Tiba di depan ruang CEO, Melani masih harus berhadapan dengan satu penghalang.


"Aku sudah ada janji dengan Tuan" ujar dingin Melani, sambil meniup ujung jari kuku tangan.


"Jangan bohong!. Karena kau tidak terdaftar dalam janji temu" nyolot sekretaris halangi Melani.


"Oh,ya!" menjuling. "Baik, kalau tidak kasih masuk,maka aku sendiri akan menelepon untuk jemput diriku" meraih gagang telepon di meja kerja sekretaris.


"Kau tidak bisa lakukan ini" merebut gagang telepon.


Tapi Melani sudah menyambung panggilan dengan orang di balik pintu terhalang.


"Ada apa?" tanya dingin orang dari dalam.


"Tuan aku sudah datang" Melani menjawab dari jauh.


"Melani?" Wiliam tersenyum semringah.


Telepon lokal itu langsung ditutup,tentu dirinya harus keluar jemput wanitanya masuk.


"Kenapa kamu tidak langsung izinkan Nona Melani masuk, hengg!!" marahnya pada sekretaris.


"Maaf Tuan.Saya tidak tau kalau ada janji" menunduk, tapi mata melirik sadis ke Melani.


"Tidak apa Tuan.Kan salah aku tidak buat janji" Melani pun melakoni peran wanita protagonis.


"Kamu saya maafkan.Lain kali cepat persilahkan tamu penting ini masuk" ketusnya beri peringatan.


"Baik, Tuan" gigi sekretaris bergertakkan marah.


Wiliam mempersilahkan Melani masuk secara terhormat.


"Kenapa kamu datang kemari, hmm?" tanya Wiliam membelai wajah cantik.


"Aku mau kita honeymoon" jawabnya manja.


"Baiklah"


"Tapi pulangnya kita kasih Josh kejutan" menoel dada kekar.


"Ok"

__ADS_1


"Koko setuju aku hamil kah?" senyum lebar.


"No!!" mood jadi butek.


"Ya.... Boleh ya" rengeknya manja.


"Sekali No, tetap No!!" melepaskan pelukan Melani.


"Jangan begitu dong.Kan aku juga mau jadi wanita sempurna"


"Kamu sudah sempurna"


"Belum !. Sebelum wanita itu bisa melahirkan seorang anak,maka belum bisa disebut wanita sempurna" jelasnya, duduk dipaha Wiliam.


"Kita bahas lain kali saja" memalingkan wajah.


"Ayolah ko. Masa kita sudah jalani pacaran, nikah, tapi belum punya rencana mau anak. Apa kata dunia nanti,ko!" cerocos sambil elus dada kekar.


"Kalau cuma mau bahas ini, lebih baik kamu pulang saja" ngusir terang-terangan.


Melani menggoyangkan tubuhnya dalam pangkuan nyaman, dirinya sengaja memancing hasrat yang tidur.


"Mel,kamu" sudah tak kuat untuk memangku.


"Kalau Koko bilang boleh.Nanti Mel kasih service" godanya mengalungkan tangan di leher Wiliam.


"Cukup Mel. Jangan minta itu" dalam tubuh mulai kegerahan, walaupun suhu AC minus 16 derajat .


"Mau ya?" melonggarkan ikatan dasi.


"Mel .." tidak kuat nahan godaan, kalau senjata sudah teramunisi.


"Iya dulu" menutup mulut sebelum diserang pemburu.


Wiliam menekan tombol otomatis mengunci ruangannya, yang juga terpasang peredam suara.


Sofa panjang yang baru, juga berubah jadi tempat tidur darurat ukuran standar.


"Sssttt... Kamu sudah berani membangunkan dia, jadi harus menina bobokan kembali" menjepit paha Melani, sambil lepaskan celana berlapis dipakainya.


"Koko curang" meronta cari celah.


Permainan pacuan kuda dimulai cukup lama, Melani juga punya ide untuk ambil kesempatan agar Wiliam meninggalkan setetes benih.


"Aku belum..." ucap Melani sambil memberi kode belum dipuncak kepuasan,kaki mengait pada pinggang Wiliam.


"Kamu..." Wiliam berusaha narik keluar senjata yang hampir menembak.


Emmm....


Erangnya menahan cairan kental membasahi senjata yang ada di dalam.


Tak kuat lagi Wiliam menahan amunisi, dirinya berakhir menembak cairan kental hangat dalam goa pink.


Setelah permainan itu, Wiliam menggeram marah.Dia menjambak rambut yang tidak dapat kendalikan hasratnya.


"Thank's ko" ucap Melani memeluk Wiliam dari belakang.


"Pulang nanti minum pil KB" titahnya tidak bisa kontrol emosi.


"Pil KB ?.No,no,no" menggoyangkan jari telunjuk.


"Kamu tidak boleh hamil, Mel!"


"Kenapa?. Apa aku tidak layak" merapikan pakaian dan dandanan.


"Bukan" tidak mampu ungkapan perasaan penyesalan.


"Tenang ko.Asal aku layak, yang lain bukan halangan" menyisir rambut.


Habis berpelukan dan kasih ciuman pipi kiri kanan, Melani keluar dengan wajah senang.Cibiran wanita di gedung megah juga layak atas apa yang didapatkan di ruang CEO tadi.


.

__ADS_1


Siangnya ketika mereka duduk berkumpul makan siang, wajah Wiliam murung marah.


Bukan tidak ingin memiliki anak kandung sendiri dari wanita yang ia sekarang cintai.Namun ia tidak sanggup kehilangan anak mereka karena ulah dirinya sendiri tidak terkendali.


"Mami, Daddy kenapa?" bisik bertanya.


"Banyak kerjaan menumpuk"


"Ohh...Tapi sudah banyak yang bantu?"


"Mungkin, Daddy butuh bantuan kita yang hebat" memuji.


"Kan bisa langsung bilang"


"Gengsi" mengedipkan mata.


"Makan saja!" bentak Wiliam, kagetkan 2 bocah berbisik.


"Iya" serentak jawab, langsung kembali fokus makan.


Malamnya Melani jadi istri yang kalem, tidak berani mengusik kegalauan Wiliam.


"Kamu cepat berkembang, biar bisa main sama Mami dan ko Josh" ucapnya sambil elus perut rata.


Beberapa hari kemudian....


Melani melakukan perawatan stamina tubuh untuk jaga calon bayi. Banyak vitamin, kalsium,susu dan semua yang dibutuhkan wanita hamil, ia beli secara online dari tokonya.


"Mami Kok belanja banyak?" tanya bingung.


"Ini untuk asupan gizi Mami" tidak ingin memberitahu kejutan beberapa bulan jika berhasil.


"Josh punya ada, Mi?" melihat barang-barang dalam kotak paket.


"Nanti Mami beli untuk kebutuhan kamu dan Daddy juga" mengusap rambut Josh.


"Ok" berpelukan.


8 hari kemudian....


Melani sadar dirinya telat datang bulan 2 hari.Untuk memastikan dugaan, dirinya mentest dengan test pack yang disembunyikan dari siapa pun.


Melani mondar mandir kayak setrika panas, lihat kertas pipih itu menunjukkan garis 2.


30 menit kertas itu tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Dirinya jadi uring-uringan memaki hasil Test pack.


Malam hari ketika Wiliam ingin minta jatah malam,malah dapat jatah amukan Melani tak jelas.


"Pasti lagi PMS" gumam Wiliam hindari kucing liar galau.


Wiliam terlihat tenang, karena sejak ia menembak goa pink dengan cairan kental, dan pasti Melani tidak akan minum pik KB dengan sendirinya,maka setiap pagi dia memerintahkan kepala ART untuk memberikan bubuk putih ke dalam minuman Melani, tanpa diketahui orang lain.


Jadi sekarang Wiliam tidak ragu untuk menembaki goa pink dengan cairan kental hangat, dan membahagiakan suasana hati Melani setiap berkuda.


Dan setelah uring-uringan beberapa jam,tamu bulanan datang menghancurkan harapan bahagianya.


"Huaa....Aku nggak jadi Mami" jerit tangisnya dalam kamar mandi, lihat bercak darah di ****** *****.


"Mel,kamu kenapa?" mengetuk pintu kamar mandi, pastikan semua aman terkendali.


Setelah mengganti celana yang telah ditempel pembalut, Melani memberitahukan kabar sedihnya.


"Mungkin belum saatnya" Wiliam memeluk sambil usap punggung Melani terisak kecewa.


.


......................


.


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.

__ADS_1


__ADS_2