Change Destiny

Change Destiny
172 Hamil


__ADS_3

Bab 172


.


Dokter memeriksa secara teliti keadaan kondisi Melani, dengan pengawasan ketat pria dingin di tengah-tengah mereka.


"Apa bagian sini kurang nyaman?" tanya dokter menekan perut bagian bawah.


"I-ya" terasa banget ketidak nyamanan itu tersentuh dokter.


"Ada apa dengan istri saya, Dok?" tanya Wiliam, lihat wajah dokter rada susah mendiagnosa.


"Anda sudah telat berapa hari?" tanya dokter untuk memastikan hasil observasi.


"Tunggu!!" Wiliam menahan praduga dokter.


Melani yang memiliki tubuh itu,tapi lalai untuk mengingat segala sesuatunya setelah berhubungan tubuh dengan Wiliam.


Di meja dalam kamar terdapat sebuah kalender meja, yang sering digunakan Wiliam menandai beberapa hal yang dianggap penting.


"Istri saya telat 6 hari, Dok" jawab Wiliam dari jarak agak jauh.Lebih tau dan teliti.


"Kok Tuan yang tau?" tanya pelan dokter ke Melani.


Hehehe....Melani cengengesan sambil garuk-garuk ujung mata tidak gatal.


"Apa istri saya hamil?" tanya tegas Wiliam, berjalan dekat.


"Sepertinya iya.Tapi untuk memastikan, akan lebih baik tunggu beberapa hari lagi" jawab dokter sambil memberi saran.


"Baik" Wiliam menarik dokter menjauh dari Melani. "Alat test pack yang pernah anda bawa,masih ada?" tanya bisik Wiliam.


"Ada" dokter ngangguk.Wiliam pun mengambil pemberian dokter, untuk mentest urine Melani esok pagi.


Beberapa hari kemudian...


Setelah memakai alat test pack pemberian dokter menunjukkan garis 1(negatif), Wiliam berencana untuk memeriksakan kondisi Melani ke rumah sakit.


"Kalian mau kemana?" tanya ibu tua berselisih jalan.


"Mau bawa Melani ke rumah sakit" jawab santai Wiliam.


"Perut kamu masih sakit, Mel?" tanya ibu tua, lihat wajah Melani sudah beberapa hari lesu,dan kurang makan.


"Iya, Bi.Rasanya kurang nyaman" jawab lesu Melani.


"Biar Bibi temani kamu ke rumah sakit saja" memberi saran agar Wiliam bisa ke kantor.


"Tidak usah Bi.Saya bisa antar dia" Wiliam menolak, karena jika keluhan Melani pertanda benihnya berkembang,maka dia ingin jadi orang pertama yang tau.


"Ya sudah"


"Kami pergi dulu, Bi" Melani berpamitan.


"Iya, hati-hati di jalan" mengantar sampai di depan pintu utama.


.


...Rumah Sakit...


Pasien antrian pertama telah masuk, giliran mereka yang kedua juga segera dipanggil.


Saat menunggu nama terpanggil,Melani menyandarkan kepalanya di bahu Wiliam.


"Adik anda hamil ya?" tanya wanita pasien ngantri.


"Adik??" Wiliam jengkel, tatapan matanya juga terlalu sadis.


"Kok nggak sama suaminya aja, dek?" tambah pasien lain.

__ADS_1


"Saya suaminya" jawab tegas sinis Wiliam.


"Maaf,aku pikir adek ini adek anda" wanita itu serba salah melihat tatapan Wiliam yang beraura pembunuh.


"Heng!!" Wiliam mengeluarkan tatapan extra kejam.


Wanita-wanita yang ngantri tanpa dampingan suami mereka, langsung tertunduk sambil elus perut mereka yang rata-rata telah berbentuk bulat.


"Amit-amit jabang bayi. Ganteng-ganteng sadis banget. Lain kali kamu tidak boleh kejam ya, nak" gumam pelan seorang pasien mengelus, menasehati anak dalam perutnya.


"Nyonya Melani" suster memanggil giliran mereka.


Wiliam berdiri memapah Melani juga berdiri. Ketika masuk ke dalam ruang praktek dokter SpOg, mereka di sapa dokter yang merupakan teman sekolah Wiliam di SMA dulu.


Rasa cemburu Melani terlihat tidak menyenangkan.Ingin sekali rasanya untuk mencari dokter SpOg lain, dan tentu saja bukan teman apalagi sampai mantan.


"Kapan aku akan diperiksa?" tanya ketus Melani berlipat tangan, duduk juga risih, terus dengar cerita nostalgia dokter cewek itu dengan suaminya.


"Oh iya" dokter SpOg pun beranjak berdiri dari kursi kerjanya untuk memeriksa pasien.


Baju Melani dibuka setengah,lalu perut itu dioles gel untuk melancarkan alat pemeriksaan.


Dokter cantik itu perlahan menggerakkan alat pipih di atas perut berlapis gel.


Dari layar monitor disampingnya, terlihat bulatan kecil sedang proses perkembangan.


"Ada apa dengan perut istri saya?" tanya Wiliam,sambil lihat layar monitor dan elus rambut Melani.


"Aku sakit apa?" tambah Melani takut akan ada penyakit ganas menyerang kantung rahim.


"Hahaha....." tawa dokter cantik lihat reaksi keduanya begitu tegang.


"Cepat jawab!!" tegas Wiliam pelototin dokter SpOg.


"Ok,ok.Nggak sabaran banget" gerutu dokter cantik, tegang dibuat Wiliam.


Dokter cantik mengprint keluar hasil foto USG 3-D,lalu membawanya ke meja kerja untuk dikabarkan hasil pemeriksaan.


"Cepat katakan, apa penyebab istri saya banyak keluhan!" Wiliam membentak dokter yang terlalu banyak melipir.


"Sabar dong.Masa gue harus ulang 2 kali" dokter SpOg mulai gerah dengan tatapan yang mematikan.


Begitu pasien datang dan duduk di depannya, dokter baru menyampaikan hasil USG.


"Kapan anda telat datang bulan?" tanya dokter untuk memberi clue jawaban.


"Sudah 8 hari" jawab Wiliam.


"Aku hamil atau kena penyakit?" tanya Melani deg degan.


"Tentu saja anda...." dokter SpOg menjeda lanjut,memberi efek jantungan untuk teman sekaligus mantan idola,sambil melihat keduanya secara bersamaan.


"Tentu apa!!" bentak Wiliam.


"Iya Dok?.Aku siap terima kabar terburuk" sambung Melani yang mulai frustasi.


"Saya tidak akan membiarkan sesuatu menimpa dirimu" Wiliam menggenggam tangan istrinya yang tampak sedih bercampur gunda gula akibat teman reseknya.


Melani ngangguk, sedangkan dokter cantik tertawa dibalik tangannya yang menutup mulut.


Bwahh..... Hahahaha..... Tak kuasa lihat adegan Wiliam entah sejak kapan bisa perhatian tulus pada seorang wanita,buat dokter cantik itu tertawa terbahak-bahak sambil pegang perut.


"Apa yang kamu tertawakan,hahh!!" Wiliam menatap sinis dan kejam.


Dokter cantik langsung berhenti tertawa, dan mulai melanjutkan hasil observasi.


"Ok,ok,aku langsung kasih tau saja hasil pemeriksaan" jawab dokter SpOg, merapikan jas kedokteran dan gaya duduknya,sambil menunjukkan arti dari foto USG.


"Cepat!!" Wiliam membentak,tak sabar nunggu jawaban.

__ADS_1


"Menurut hasil USG,nona ini..." dokter SpOg serba salah untuk memanggil Melani yang tergolong muda. "Maaf, maksud aku Nyonya Melani, anda sedang hamil 4 minggu" lanjutnya dengan serius.


Wiliam dan Melani tidak percaya dengan berita yang didengar langsung.Air mata Melani mengalir tiba-tiba setelah mendengar kabar terbaiknya itu.


"Kamu hamil, Mel" ucap Wiliam memeluk Melani.


"Ini nggak bohong kan,ko?" mempertanyakan jawaban dokter.


"Tenang saja, kalau dia bohong saya akan minta kepala rumah sakit ungsikan dia ke kutub Antartika" Wiliam melirik sinis dokter SpOg yang berani untuk bohong.


"Aku jamin ginting,kok" dokter SpOg ngerti maksud lirik sadis Wiliam khusus untuk dia,sambil angkat dua jari bentuk 'V'.


Wiliam meminta resep paling bagus untuk kesehatan istri dan calon anaknya.


Usai dapat resep, Wiliam meninggalkan ruang praktek dokter SpOg itu dengan wajah tak dapat diartikan sang dokter.


"Ternyata dia suka yang ABG" gerutu dokter SpOg, teringat akan gagal dekati Wiliam.


Wiliam berjalan pelan-pelan memapah Melani duduk di kursi tunggu, untuk menunggu antrian ambil obat-obatan.


"Koko kok diam?" tanya Melani, memperhatikan Wiliam beda dari biasanya.


"Saya tidak sangka, kita akan punya anak" jawabnya, menatap perut Melani yang masih rata.


"Iya" Melani jadi melankolis plus manja.


Sambil menunggu antrian ambil resep obat,Melani menyandarkan kepala dibahu Wiliam.


Untuk sementara kabar bahagia itu, tidak mereka umumkan pada siapa pun.Mungkin akan diberitahukan pada saat usia kandungan Melani cukup, dan telah membulat besar.


Inilah kebahagiaan yang Melani dapatkan.Kebahagian yang belum ia dapatkan pada umurnya yang ke 35 tahun yang akan datang.


.


9 bulan kemudian.....


Kebahagiaan Melani berlipat ganda dengan kehadiran 2 anak kembarnya ,yang bernama Kenzi Lee dan Keven Lee.


Bayi yang lahir normal pas tengah malam, dengan berat masing-masing 3.2 kg ,dan 3.06 kg.


Keluarga mereka pun ramai dengan suara anak-anak,serta penuh kehangatan yang mereka ciptakan.


"Terima kasih Koko" ucap Melani, mengecup bibir Wiliam.


"Terima kasihnya harus dapat imbalan" mengedipkan mata, menunjuk payudara yang habis nyusuin anak kembar mereka.


Berselang beberapa bulan, Ronald pun melamar Santi untuk dijadikan istri, setelah melihat mantan gadis pujaan mendapatkan kebahagiaan yang pantas.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


Hidup itu penuh lika liku.Ada yang bisa kita ciptakan,ada pula yang membuat kita konstanta pada guratan takdir.


Inilah takdir yang ku dapat setelah kembali mengulang umur mudaku.


.


...****************...


.


...The end...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2