
Bab 76
.
Beberapa hari kemudian....
Virus influenza sudah bablas nyingkir pergi jauhi Melani. Josh yang sudah nunggu dan tiap hari hanya bisa tatap muka melalui video call,dapat bertatap muka langsung.
"Ini anak sudah lupa sama saya" gerutu Wiliam dicuekin setelah di sapa.
"Mami,Josh buat gambar loh.Mami mau lihat nggak?" celoteh Josh senang girang.
"Boleh" jawab Melani.
Josh berlari keluar untuk ambil buku gambar hasil lukisan.
"Mel, jika kamu melihat hasil lukisan Josh, harap tidak banyak menilai" ucap Wiliam.
Melani ngangguk tidak ngerti maksud Wiliam. Yang penting sementara ikuti arus cerita.
Beberapa detik kemudian, bocah kecil berlarian masuk kamar dengan buku gambar dan alat mewarnai.
Ditunjukkan hasil gambarnya dari awal yang telah diberi warna, sampai gambar terakhir yang tidak bewarna. Kini Melani mengerti maksud dari perkataan Wiliam untuk tidak berkomentar.
"Ini kenapa belum diwarnai?" tanya Melani.
"Josh ingin mewarnai sama Mami" menyerahkan kotak crayon di pangkuan ibu baru.
"Ya sudah, kalian mewarnai di sini saja. Saya mau lanjut kerja" ucap Wiliam meninggalkan ibu dan anak yang tampak akur.
Sepasang ibu dan anak lain darah itu pun mewarnai lukisan. Perlahan juga Melani mengajarkan cara mengenali warna. Baginya orang buta warna bisa diajarkan dengan cara khusus.
"Josh,biar hasil mewarnai kamu sangat bagus,mau nggak Mami kasih trik" pancing ibu baru cara buat anak sambung tertarik.
Josh langsung manggut setuju. Bocah itu penasaran akan trik yang di ajarkan ibu baru padanya.
Dengan menggunakan sebuah balpoin, Melani mengukir inisial huruf pada bagian bawah crayon. ' R' untuk simbol merah, 'Y' warna merah, 'P' warna pink, 'Bw' warna coklat, 'Bc' warna hitam, dan seterusnya hingga usai crayon bersimbol.
"Josh,tiap inisial ini tinggal dicocokkan saja. Misalnya warna langit itu biru, jadi kita ambil inisial 'B'. Pasti hasil gambar semakin perfek" menjelaskan.
"Gitu ya,Mi. Pantas saja, teman-teman dapat nilai bagus" angguk paham.
Gimana mau dapat nilai bagus walau lukisan cantik, orang mewarnainya kacau balau tidak karuan. Warna gambar pemandangan yang seharusnya segar hijau asri, diberi warna mengerikan macam suasana kebakaran hutan.
Usai belajar mewarnai, Josh mempertunjukkan hasil belajar mewarnai pada Wiliam.
"Bagus kan,Dad?" tanya Josh.
"Bagus" jawab datar.
Ya tentu saja bagus,yang nemani mewarnai bukan Ronald yang sama-sama buta warna.
__ADS_1
"Dad,tadi Mami ajarin trik mewarnai loh" celoteh bocah.
William terdiam sejenak, memikirkan sejak kapan mewarnai punya trik khususnya bagi orang buta warna.
"Lihat Dad,Mami kasih kode.Kata Mami ,biar nilai Josh lebih bagus" menunjukkan crayon berinisial.
Hal yang tidak terpikirkan ternyata dapat dilakukan sang istri. Sepintar apa pun orang pasti punya sisi kekurangan.Dan sebodoh apa pun juga, asal mau belajar pasti punya kelebihan.
"Ya sudah,kalau crayon sudah habis, saat beli yang baru akan Daddy tulis inisial" ucap Wiliam.
"Tidak usah Dad" sahut bocah.
"Kenapa?"
"Kata Mami, kalau beli yang baru kita tinggal pilih yang sudah ada label warna" mengulang penjelasan ibu sambung.
Wiliam tersenyum dan meminta Josh cuci tangan untuk melanjutkan pelajaran lain.
.
Di dapur, ibu tua yang sedang menyiapkan sup herbal sedang menambah beberapa racikan untuk diberikan pada pasangan baru itu.
"Bi, anda sudah taruh dosis Wiliam lebih banyak kan?" tanya nenek pelan-pelan.
"Sudah. Dan punya Melani juga telah saya kasih tanda,biar nggak ketukar" tertawa kecil.
Ada-ada saja rencana kedua wanita tua sangking ingin mengubah suasana sepi rumah besar, hahaha...🤣
"Ingat, jangan sampai tertular" ucap nenek.
"Baik,Omah" sahut pelayan.
Dalam sup milik Melani telah di tambah ramuan penguat kandungan, jadi kalau tertukar akan beda hasil jadinya nanti.
Dalam kamar utama,Melani sedang berberes untuk tinggal pisah dengan keluarga besar Wiliam. Sesuai perjanjian mereka, ketika Melani sudah mendingan maka Wiliam akan izinkan pulang ke rumah sederhana.
"Nyonya,ini sup anda" pelayan memanggil.
Melani berjalan buka pintu tanpa curiga, karena beberapa hari sejak sakit, dirinya selalu diberi sup herbal biar lekas sembuh.
"Terima kasih" mengambil nampan berisi sup ,tapi kali ini merasa aroma sup sedikit berbeda. Mungkin dikarenakan jenis sup yang dimasak beda pula.
Pelayan berjalan ke ruang sebelah untuk memberikan sup ,atas perintah dari ibu tua dan nenek.
"Tuan, saya diminta Nyonya membawakan sup" panggil pelayan.
Wiliam hampir bosan minum sup berbau ramuan obat herbal, belum lagi air sup penuh minyak dari daging ayam yang di Tim.
"Bilang sama Bibi, tidak usah lagi buat jatah sup milik saya" hardik Wiliam, berdiri nyamping biar pelayan meletakkan sup.
"Baik,Tuan" jawab pelayan.
__ADS_1
Dalam keadaan panas, Melani meniup pelan-pelan untuk diminum. Tidak dengan Wiliam yang langsung minum, dengan tambahan air putih.
.
Makan malam pun tiba, semua bisa duduk berkumpul di meja makan. Ronald yang hanya tau ada gadis impian di rumah,tapi belum pernah makan malam bareng semenjak pulang tampak bahagia.
"Bagaimana keadaan kamu,Mel?" tanya Ronald lupa sejenak status gadis impiannya.
"Sudah baik, Tuan" sahut Melani kaku.
Wiliam diam-diam memperhatikan tanpa komentar. Mengapa adiknya begitu memperhatikan istrinya, bahkan cara memanggil pun tidak sesuai status antara mereka.
"Berarti beberapa hari lagi sudah bisa kembali kerja?" basa basi Ronald, menatap lupa sudah milik siapa gadis dihadapannya.
"Dia masih belum boleh kerja" tandas Wiliam angkat bicara sebelum istrinya yang jawab.
Awal yang buruk kembali terulang. Lalu sampai kapan baru bisa kembali bebas bekerja, setelah lama vakum ambil cuti ini itu?.
Melani melirik orang disebelahnya yang beraura dingin, selalu mengambil keputusan sepihak untuk dirinya.
Andai saja jika hanya mereka berdua, pasti perdebatan tidak terelakkan.
.
Saat Ronald membawa Josh ke kamar sehabis makan malam, Wiliam pun berpesan pada ibu tua untuk tidak kasih tau, bahwa dia dan istri yang akan tinggal pisah rumah dengan mereka.
"Baik, Bibi paham. Kalian juga harus semangat ya" menepuk pelan punggung tangan Melani.
Tentu Melani tidak paham maksud ibu tua dengan bahasa abstrak yang diutarakan. Mungkin maksud dari ucapan adalah, semangat menjalani hidup berumah tangga. Itulah sekilas pemikiran polos Melani.
Sebelum Josh kembali keluar mencari induk ayam betina, Wiliam dan Melani segera pergi.
"Mami..." jerit Josh berlari turunin anak tangga, melihat induk betina keluar tanpa memberitahukannya.
Kaki kedua orang tua tertahan, tidak bisa kabur jika sudah ketahuan.
"Mami mau kemana?" memeluk pinggang ramping ibu sambung.
"Daddy mau ajak Mami ke dokter" Wiliam berbohong.
"Iya,Mi?. Josh ikut, ya?" pinta Josh tidak lepas pelukan.
.
Apa Josh diizinkan ikut dengan mereka?. Atau coba cari alasan sampai berhasil mengelabui, untuk ditinggal?.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
__ADS_1
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.