Change Destiny

Change Destiny
Bab 9. Cewek labil


__ADS_3

Bab 9_


.


Usai makan dinner bareng, pihak penyelenggara mengumumkan pemenang tender yang akan menjalankan kerjasama.


Hasil pun berpihak pada tim Asia milik perusahaan 'L'.Pria berdarah dingin berjabat tangan gembira menandatangani kontrak kerjasama itu.


"Gak jadi mati muda" gumam Melani mengelus dada bernafas lega.


Mereka pun pulang sebelum jam sembilan. Tapi tidak ada acara mengantar Melani pulang, gadis itu juga tidak ingin diantar setelah bertaruh nyawa seharian dengan pria berdarah dingin.


.


Setiba di rumah, Melani berendam di bathup melepaskan segala kelelahan seharian hadapi seorang Wiliam Lee.


"Home sweet home alone" Melani memijit jidat berkerut lelah.


Sambil berendam air hangat dan mijit jidat, Melani merasa makin balik masa lalu kok semakin apes. Keberuntungan seolah berlari menjahui dirinya yang sudah bersinar cemerlang.


"Tidak bisa !!.Pasti ada kesalahan dalam misi kali ini. Gak mungkin aku gagal jadi wanita karir dalam usia dini?" segera bangkit dalam rendaman gelembung busa sabun.


Syurrr....


Di bawah pancuran air shower, ia berfikir andai saja waktu bisa diputar balik kembali, ia ingin merestrat kembali yang buruk jadi lebih baik. Jika bisa jauh lebih-lebih baik untuk ke depannya.


Di raih handuk kimono lalu mengeringkan rambut dengan hairdrayer .


Gunda gulana hati Melani meratapi nasib mudanya yang tidak seharusnya begini. Antara ingin melenceng dari misi baru atau ikuti arus misi baru tersebut ?.


Arrghhhh...


"Sudah jadi wanita karir sukses,kok gak punya kemampuan ubah takdir" gerutu Melani tengkurap di atas tempat tidur, menyadari takdir hidup yang tidak bisa ia kendalikan pakai uang.


Kelelahan tubuhnya pun membawa dia masuk alam mimpi. Membiarkan tubuh kecil muda itu menrecharge energi batre power kehidupan menyongsong esok hari.


.


Ini sudah hari kelima ia jadi asisten baik dikampus maupun di kantor pengusaha berdarah dingin.


"Sabar.... Just one day ago(hanya tinggal satu hari)" Melani menyemangati hati yang sudah tidak tahan jadi asisten.


Melani berdiri bagai bodyguard di samping pintu kelas, menunggu penguasa berdarah dingin masuk kelas untuk memberikan topik mata pelajaran hari itu.

__ADS_1


"Ihh.. Kok dia beruntung sekali bisa jadi asisten dosen. Aku gak rela,dia curi perhatian idolaku" geram Shella berapi mata cemburu.


Coba kita bayangkan sekilas, jika Shella yang berada diposisi Melani jadi asisten pengusaha berdarah dingin. Apa mungkin ia sekuat dan sepintar Melani Wijaya?. Jawaban sesuai pemikiran masing-masing ya guys.


Wiliam Lee berjalan lengang dengan pesona kharisma menaklukkan hati gadis muda, tanpa ada unsur menggoda, atau niat menggoda ABG labil.


"Good morning, Sir" sapa Melani menunduk hormat, lalu memberi bahan materi pembelajaran.


Pengusaha berdarah dingin dan Melani masuk ke kelas. Saat pelajaran di mulai mata para murid cewek tidak fokus lihat ketampanan seorang Wiliam Lee.


Jam pergantian pun membuat Melani tetap tidak bisa beristirahat tenang. Untung saja hari ini hari terakhir jadi asisten kampus.


.


Saat Melani ingin ke toilet, ia di hadang gang Shella yang semakin membenci Melani.


"Hei!!.Kau gak usah centil cari perhatian gitu!" Amanda mendorong kasar tubuh Melani yang baru keluar dari sekat toilet hingga tubuh Melani kepentok gagang pintu.


Melani meringis sakit, punggungnya kepentok gagang pintu. Ingin melawan tapi kedua tangan tertahan oleh dua cewek lain.


Plakk....Plakk....


Amanda menampar keras wajah Melani hingga meninggalkan bekas tapak lima jari pada wajah putih itu.


"You pikir mister Wiliam itu suka sama cewek culun jelek macam you,hengg!!" jari telunjuk Shella menekan kening Melani menyatu dengan pintu.


Semua tertawa terbahak bahak menghina Melani yang jadi bullian mereka.


Atas perintah Shella, tubuh Melani diseret menuju kaca cermin besar toilet. Shella mengeluarkan lipstik dari tas handbag.


"Duh, Miss Shella sungguh baik hati. Kau harus ingat kebaikan Miss Shella" Amanda menjambak rambut Melani agar tidak melawan saat Shella memoles bibir Melani.


Hahaha.... Tawa gang Shella mengema seisi toilet itu. Lihat penampilan awur acak Melani, mereka jadi ada bahan tontonan.


Di tempat lain, pengusaha berdarah dingin sedang menunggu asisten gurunya yang pamit belum kembali.


"You see Melani ?" tanyanya pada sekelompok mahasiswa lain.


"No,sir"


"Kemana tuh cewek labil" Wiliam berjalan menuju toilet untuk cuci tangan.


Toilet wanita dan pria yang berdekatan itu di penuhi sekelompok cewek yang melihat keramaian.

__ADS_1


Seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedari tadi coba keluar dari kepungan massa akhirnya lolos.Ia pun berjalan mencari bantuan untuk menolong Melani.


Apa boleh buat, yang mahasiswi itu ketemui adalah dosen tamu mereka. Mau tidak mau, ia pun minta pertolongan dosen tamu menghentikan bullian gang Shella.


"Sir, please helping Melani" mahasiswi itu menunjuk arah Melani disekap gang Shella.


Pengusaha berdarah dingin pun membubarkan kerumunan penonton tanpa ada suara keluar dari mulutnya.


Tokk... Tokk...


Masih sopan santun Wiliam mengetuk pintu, sebelum dia mendobrak pintu utama toilet cewek .


"Lihat siapa yang datang" titah Shella pada gangnya.


Salah satu dari gang itu membuka pintu. Betapa shock wajah cewek itu melihat siapa yang ketuk pintu.Tanpa bisa berkata atau manggil ketua gang, cewek itu berusaha menghentikan Shella dan Amanda membulli Melani.


"Lu kenapa?.Kayak habis lihat setan" oceh Amanda makin keras menjambak rambut Melani ke belakang.


Shella dan Amanda masih saja belum sadar ada orang penting berdiri tepat di belakang mereka, sedangkan yang lain sudah mulai perlahan menyingkirkan tangan mereka menahan kaki dan tangan Melani.


Rasa kecewa dalam penilaian dimata Wiliam pada mahasiswi asal Indonesia. Bukannya saling tolong menolong, malah membulli sesama satu bangsa.


Tetap tidak ada suara keluar dari mulut pengusaha berdarah dingin itu. Dia menarik keluar tangan Melani dari celah dua cewek bar-bar yang memaki dan menjontor kepala Melani mengenai wastafel.


Amanda dan Shella tercengang kaku lihat orang yang menolong musuh mereka.


"Sir, this only.... " ucapan Shella terhenti begitu mata Wiliam melotot.


Shella maupun Amanda tidak dapat berdalih, apa yang disaksikan langsung oleh mata kepalanya sendiri sudah cukup sebagai bukti jika Melani hendak menuntut balik.


"Sir, aku izin cuti" lirih Melani yang berpenampilan acak, tidak ingin cari perkara dengan pebisnis berdarah dingin.


"Emmm... " Wiliam berdehem memberi izin walau tidak diminta.


Usai sesi pertama, Melani tidak lagi ikutin Wiliam ke sesi jam pelajaran berikut setelah minta izin. Ia pulang ke rumah naik taksi agar segera dapat obatin bekas luka.


"Siapa yang mau cari perhatian. Cari muka saja gak sudi. Kalian sudah gila salah sasaran,dasar saiko" oceh Melani mengelus semua anggota tubuh yang sakit.


Supir taksi tidak paham dengar ocehan Melani dalam bahasa Indonesia, yang ia tau adalah penumpangnya sedang ngoceh marah.


.


...****************...

__ADS_1


.


Terimakasih telah mampir ke karya rencengan ini 🙏😊


__ADS_2