Change Destiny

Change Destiny
112


__ADS_3

Bab 112


.


Pekerjaan baru yang sedang ditekuni beberapa hari oleh Melani memang belum berimbas pada karir sang suami, namun ia juga tidak berharap untuk hidup saling mengusik satu sama lainnya.


Target yang diharapkan pun tercapai menembus 1 juta penggemar dan penonton cara tutorialnya, setelah beberapa hari.


Banyak juga komentar yang melayang dan menginginkan Melani untuk memberikan tutorial perpaduan make up dengan pakaian casual, hingga pakaian untuk pesta.


Untuk yang casual dan santai dipakai harian,dia bisa melakukannya. Nah, bagian untuk pesta Melani agak rumit memberikan tutorial tersebut.


"Netizen ada-ada saja. Coba saja kalau mereka tau, setiap aku ke pesta hasil make over khusus make up artist, pasti mereka meremehkan aku" membaca komentar netizen, sambil bersih-bersih dapur.


Ctakk....


"Ahaa.... Aku tau caranya" ujar Melani menjentikkan jari.


Segera diselesaikan semua pekerjaan rumah tangganya,dari beberes sampai menyiapkan beberapa menu gampang.


Lalu ia mandi sebelum uji coba praktek make over dari tim ahli, yang ia kenal.


"Sekarang waktunya kita praktekkum dulu, setelah dapat teori" membariskan semua peralatan make up-nya.


Awalnya ia memberikan serum khusus untuk melembabkan kulit,agar foundation yang digunakan mudah diserap baik sama kulit.


Tahap berikutnya,ia mengolesi foundation merata keseluruhan wajah sampai leher. Enggak lucu juga kalau warna wajah putih,leher agak hitam, bisa-bisa dibilang tutorial abal-abal.


Setelah semua tahapan awal dan kedua rapi, saatnya bagi Melani untuk ketok magic sendiri.


Ia melukis kontur wajah agar terlihat lebih tirus ,dan shading di beberapa area wajah untuk memperjelas wajah yang ingin ditonjolkan.


"Saatnya kita mewarnai" mengambil blash on dan eyeshadow.


Biar terkesan glamor dan dewasa,dia menggunakan eyeshadow warna gelap berkelip. Dan untuk blash on, ia gunakan warna pink peach.


Lipstik yang ia poles juga menggunakan warna merah cabe segar.


Cepp...Cepp...


Melani mengecep bibir habis di warnai,lalu memberikan sentuhan terakhir yaitu lipgloss.


"Hahaha... Ternyata berhasil" tertawa bahagia berhasil memermak muka sendiri.


Ilmu yang didapat pun segera di masukkan dalam jejaring sosmednya, setelah make up sebelum udah di clear.


"Hai guys, sekarang aku akan memberikan tutorial atas permintaan dari kalian. Yuk,simak tutorial berikut" ucapnya menyapa pengikut.


Hal yang sama saat praktikum diulang olehnya, sambil baca respon viewers yang sedang menonton siarannya.

__ADS_1


"Bagi yang punya kantong mata, jangan lupa pakai conclear ya. Tapi sebelumnya juga, bisa diatasi dengan mengompres kantong mata dengan es batu yang dibalut kain" merespon pertanyaan penonton, sambil melukis garis mata pakai eyeliner.


Matanya yang sipit itu sudah terlihat lebih besar below,dan siap untuk di warnai.


15 menit kemudian....


Hasil tutorial pun jadi dengan sempurna. Saatnya untuk mengubah penampilan.


"Eh.... Aku tidak ada baju glamor. Ya sudahlah,pakai baju dress ini saja" mencari gaun pesta yang tidak tersedia.


Dress yang dipakai memang bukan termasuk dress pesta untuk ukuran orang dewasa. Tapi ,ya cukuplah untuk sekedar menunjukkan perubahan hasil make overnya sendiri.


"Hehe.... Aku terlihat jadi ABG baru tumbuh gede" bercermin menertawakan diri sendiri yang mirip anak remaja.


"Tradaa..... Ini hasil tutorial hari ini ya guys. Jangan lupa untuk like, subscribe,komen,and share. Semoga bermanfaat untuk kalian" menampilkan performa hasil ketok magic.


Banyak tuaian pujian begitu siaran itu usai. Melani pun segera membersihkan kembali noda yang membandel di seluruh bagian kepala, sebelum ketahuan pemilik rumah.


"Waktunya aku bersembunyi" melihat jam sudah jam pulang kantor.


Kebiasaan baru selama 3 bulan terakhir setelah pertengkaran hebat mereka, Melani akan bersembunyi dalam kamar barunya begitu jam pulang kantor pengusaha berdarah dingin, sampai pengusaha itu usai makan malam.


Selama bersembunyi di kamar,Melani beristirahat sambil membalas komentar viewer.


"Kalau begini, aku buka usaha kosmetik. Sekalian sejalur" terpikir untuk buka usaha real.


Ia pun mencek saldo tabungan, dan menghitung budget yang akan keluar.


Melani pun mensearching produk kecantikan yang ingin ia jual ke publik. Dari beberapa pencarian, ia pun membuat kerjasama secara online.


"Tinggal tunggu produk datang, dan bisa di jual" keluar dari jejaring internet.


Melani berjalan mengintip keluar keadaan di luar kamar. Setelah sunyi senyap,dia pun keluar untuk membersihkan semua yang terakhir hari itu sebelum mengetuk dunia mimpinya.


Hubungan yang acuh itu memang sungguh bukan hubungan yang dapat membaikkan keadaan mereka. Tapi dengan hubungan yang sekarang, kegaduhan di antara mereka juga berkurang signifikan.


"Go to rest" meletakkan celemek pada gantungan awal.


Tring....


Ketika ingin masuk kamar,dia mendapat pesan sosmed. "Netizen kalau sudah kepincut, tidak lihat jam untuk chatting" gumamnya mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Berita mengejutkan membuat mulut kecil itu menganga lebar.


"Oh my God!!" pekik pelan tidak percaya dengan isi pesan, sambil nutup mulut pakai tangan.


Dia berjalan cepat masuk kamar, untuk memastikan berita yang diterima.


Antara real dan maya. Dia beberapa kali membaca ulang berita yang ada.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin. Impossible" membaca berita.


Sebenarnya berita apa yang mengejutkan Melani, sampai tidak percaya dengan berita yang dibacanya?.


Melani mendapat job baru. Dirinya di undang sebagai bintang tamu,untuk memberikan tutorial make up secara' Live '.


"Ini pasti halusinasi aku saja" menepuk pelan wajah sendiri. Masih kurang yakin,dia mencubit paha.


"Aww...Sakit. Aku ternyata tidak berhalusinasi" membaca lanjutan.


Untuk mengurangi kerugian,dia membaca semua prosedur dari pihak pertama secara seksama, sebelum menghubungi kembali orang yang mengundang dirinya untuk muncul di televisi.


"Mungkin ini misi baru setelah aku kembali. Ya, mungkin saja cara karir ku cemerlang kembali seperti dulu, harus menempuh cara ini" bersemangat optimis.


Habis baca semua prosedur dan menerima undangan tersebut,dia pun menarik selimut menghampiri dunia mimpi.


3 hari kemudian, Melani pergi diam-diam tanpa sepengetahuan para penjaga yang jaga di depan rumah.


"Aku lewat belakang saja biar aman" membuka pintu belakang,dan menutupnya pelan-pelan.


Bukannya mudah harus lewat jalan belakang yang terhalang tembok tinggi 2 meter. Melani mengambil tangga kayu yang usang, untuk lewati tembok penghalang karirnya.


"Aku pasti bisa lolos,demi masa depanku" menaiki pijakan tangga yang bergoyang.


Tap....


Keberhasilan tidak akan menyia-nyiakan perjuangan orang yang ada di jalan benar. Usaha yang membuahkan hasil, walau harus berkeringat dan kotor, membuat Melani tersenyum puas setelah 3 bulan dalam sangkar penderitaan.


Sekarang dia harus memilih jalan sempit untuk keluar menuju jalan raya.


Cukup banyak rintangan yang wajib dilalui Melani. Tidak sampai di situ perjuangannya, dia masih harus berjemur terik matahari saat menghentikan taksi.


Sengatan sinar matahari menambah kegerahan tubuh kecil yang sedari tadi lewati rintangan. Tapi tenang saja, ini tidak seperti rintangan dalam latihan menjadi anggota ABRI.


"Pak, ke jalan Sudirman" ucap Melani memasuki taksi yang ber-AC.


Sejuk adem tentunya saat masuk dalam taksi. Untuk sejenak dia menyandarkan punggungnya yang lelah pada kursi penumpang, sampai tiba di tempat tujuan.


Dengan perhitungan waktu yang akurat, dia tidak datang terlambat di tempat tujuan.


Wajahnya terlihat sedikit lelah, tapi dengan semangat 45-nya, dia bisa atasi masalah sepele tersebut.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2