
Bab 32
.
Ronald dan Melani keluar dari resto setelah tidak ada topik pembahasan lanjut lain.
Sambil nyetir mobil, Ronald menahan rasa sakit putus cinta di tolak sebelum mengungkapkan perasaan sesungguhnya pada gadis impian.
"Baiklah. Cinta bukan berarti harus memiliki. Karena kamu sudah menerima permintaan Bibi dan Omah,gue akan relakan kamu sama Ko Wiliam" sesal Ronald kalah cepat merebut hati gadis impiannya.
Setiba di rumah, Ronald masuk kamar ngacuhkan pandangan dingin abangnya yang penuh memar bonyok sama kayak dia.
Arghhh ....
Teriak sesal Ronald kecolongan perasaan Melani terhadap Wiliam.
Andai saja jika lebih cepat ungkapkan perasaannya pada Melani, mungkin ada pertimbangan Melani untuk melilih diantara mereka berdua.
.
Tempat lain dalam waktu sama, Melani semakin cemas sama dana utama yang akan segera ditarik.
Kepalanya pusing tujuh keliling, membedakan kejadian dahulu dengan sekarang yang berbeda jauh.
Tik... Tik.....
Ketukan balpoint dan meja menemani kegabutan Melani seorang diri dalam ruang besar kerjanya itu.
"Aku harus gimana sekarang ?.Mana modalku sudah sisa tiga puluh persen di sini?.Apa cukup menutupi kekurangan ?" banyak pertanyaan dalam otak galau Melani.
Sepintar apapun otak orang, jika dihadapkan dalam jurang ketakutan pasti tetap tampak goblok. Karena rasa takut cemas dapat mengalahkan otak orang sepintar apapun.
Tit, tit, tut, tut....
Melani menghubungi seseorang untuk mendengar keluhan cerita hatinya.
Bukan dapat dukungan, malah jadi bahan lelucon orang di seberang yang dengar cerita itu.
"Ihh... Tau gini gak aku ceritakan.Dah,ahh.Kita break!!" omel kesal Melani menutup percakapan.
Huhuuuhuuu......
Melani menangis bodoh tidak terima sama nasibnya sekarang. Dan ia buat make a wish lagi untuk tidak balik ke masa lalunya lagi.
"Tau gitu, aku gak mau balik. Mending masuk alam baka sekalian" pemikiran pesimis mulai kuasai hati Melani.
.
Dua hari berikutnya....
Ronald ketemu tempat dimana Bibi dan Omahnya bersembunyi. Ia pun pergi menjemput pulang keduanya, bersama Josh yang mulai kurus tidak terawat.
"Bi, Omah pulang ya. Demi Josh" Ronald memohon.
__ADS_1
"Tidak!!.Sebelum kalian turuti kemauan kami" tolak nenek, menghempas tangan Ronald.
"Baik.Saya akan turuti kemauan Omah dan Bibi, asal kita pulang sekarang juga. Lagian tidak enak loh numpang tempat orang lama-lama" bujuknya.
"Coba kamu telpon tanya Wiliam dulu. Mau gak tuh orang kabulkan" ujar nenek, gak mau di kibulin meski sudah bau tanah.
"Oke, saya sekarang telpon koko. Omah dan Bibi masuk mobil dulu" bujuk Ronald, menekan nomor orang yang berhasil rebut hati gadis impian.
Nyesek ?sangat-sangat nyesek sampai susah nafas. Jika bisa pergi jauh menghilang, maka akan dia lakukan.
"Halo, ko. Gue sudah berhasil bujuk Omah sama Bibi, sekarang.... " belum selesai cerita, ponselnya dirampas sama Josh.
"Halo Daddy. Daddy juga bujuk Omah uyut sama Grandma, biar mau pulang sama Uncle ya" pinta rengek bocah.
Tentu saja si bocah merenggek atas suruhan nenek dan ibu tua. Dengan iming-iming bakal ada Mommy di rumah jika Wiliam mau nurut.
"Jika Omah uyut dan Grandma gak mau pulang, ya gak usah. Biar kamu nanti di urus sama Bibik saja" tegas Wiliam menjawab.
Tutt..... Panggilan dimatikan secara sepihak.
Suara pernyataan Wiliam didengar langsung oleh Omah dan Bibi yang menggunakan loudspeaker.
Masih suasana hati kesal makin dibuat kesal sama Wiliam.
Kedua wanita tua membatalkan niat untuk ikut pulang bareng Ronald serta Josh yang jemput.
"Lihatkan!!.Bukan Bibi dan Omah yang tidak mau pulang. Tapi tenaga kami sudah gak diperlukan lagi" dengus kesal ibu tua, menuntut keluar nenek dari mobil.
"Benar. Kami sudah tua dan bau tanah. Jadi kami tidak berguna" sambung ngoceh marah nenek.
"Hanya kamu yang sayang Grandma dan Omah uyut. Tapi Daddy sama Uncle, tidak" ujar ibu tua, mendelik ke Ronald.
Huhu.... Huaa..... Tangis haru bocah ,terdoktrin sama ucapan ibu tua.
"Daddy sama Uncle jahat!!" marah bocah memukul perut Ronald.
"Josh, not me!!. But you Daddy!!" menahan tangan bocah,nada meninggi dua oktaf.
"Sama saja" semakin kencang nangis.
"Cukup!!.Kalau tidak ada yang mau pulang, ya sudah. Kita semua tidak akan pulang" gelegar suara Ronald, gak tahan sama tangisan dan beda kemauan.
Kedua wanita tua kembali masuk ke rumah sederhana. Sambil jalan aja ,mereka tersenyum menang dapat objek kelemahan pria berdarah dingin.
Hari ini, mereka tidak pulang ke rumah mewah besar. Mereka milih numpang tinggal berdesakan di rumah sederhana itu.
.
...Rumah Wijaya ...
.
Hari ini ibu suri sedang senang menerima pesan dari seseorang, tadi siang.Keinginannya mungkin akan segera tercapai.
__ADS_1
"Menurut Koko,Melani sudah layak kawin belum?" tanya ibu suri sembari pakai krim pelembab malamnya.
"Sudah" jawab datar suami, gak curiga sama maksud terselubung istri.
"Kalau begitu, kita kawinkan saja dia. Biar kita bisa cepat jadi Omah dan Opa muda" berbalik ajak bicara serius.
"Hahaha..... Jangan ngawur, Ma" tertawa terbahak-bahak meledeki omong kosong istrinya,yang cemburu lihat teman seusia anaknya sudah pada nikah.
"Nggak Ko. Aku serius. Aku juga sudah ada calon yang cocok" berjalan duduk disamping suami berselimut mau masuk dunia mimpi.
"Yang ini aku tidak setuju. Dah ah, mending tidur saja" narik selimut menutup wajah.
"Ko...!! " menarik selimut sampai kesal.
Kesal dong, jika orang yang diajak ngomong milih cuek diam.
Ibu suri tidak tinggal diam, dia mengirim pesan pada seseorang untuk temu janji melakukan program tujuan rencana berikutnya.
Tringg...
SMS balasan tiba, wajah ibu suri semakin semeringah bahagia.
"Nah, jika kompak gini maka sama-sama untung" meletakkan ponsel di meja hias, lalu ikut nyusul Tuan Wijaya ke alam mimpi pribadi.
.
Esok hari
Setelah semua anggota keluarga pergi ngantor kerja, ibu suri pun ikut pergi diam-diam.
Dengan rencana rapi, ibu suri ingin membuat suami dan terutama korban utama yaitu Melani untuk nurut tunduk sama keinginannya.
"Ehmmm.... Maafkan Mama jika sedikit nekat dan kejam" ucap batin ibu suri, bibir senyum jahat.
Sudah lebih 9 jam ibu suri pergi lama dari rumah, tidak seperti biasanya ia lakukan hal itu tanpa mengatur makan siang dan malam untuk dirinya dan anggota rumah terlebih dahulu.
Pelayanan yang binggung untuk menyiapkan makan malam pun menelpon ponsel ibu suri.
"Silahkan hubungi beberapa saat lagi.Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan" suara counter jaringan otomatis .
Beppp....
Pelayanan sudah coba beberapa kali, kalau tidak diminta meninggalkan pesan, ya signal diluar jaringan, atau sedang tidak aktif.
"Telepon Nona Melani saja deh" gumam pelayan, cari nomor pada buku telepon.
Saat sudah tersambung, pelayan bertanya apa yang hendak di makan keluarga majikan. Karena yang biasa urus urusan dapur tidak ada di rumah dan tidak bisa dihubungi.
.
...****************...
.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan semua.