Change Destiny

Change Destiny
Bab 39 Status baru


__ADS_3

Bab 39


.


"Mom, tidur di atas saja" Josh narik tangan Melani yang tergeletak di bawah tempat tidur, tidak tau kalau yang di panggil itu dalam keadaan pingsan atau sudah ke alam baka.


Tangan kecil itu meraih ponsel baru pemberian sang Daddy, sebelum dia rengek minta izin nginap di rumah ibu barunya sehabis pulang sekolah.


"Hallo,Dad. Tolong Josh angkat Mommy" pinta Josh telungkup lihat ibu baru masih di bawah tempat tidur, pada orang di seberang.


"Minta bantuan orang yang ada" dingin jawabnya, sedang kerja online.


"Semua sudah tidur" malas beranjak.


"Nanti Daddy utus uncle ke sana"


Tit.....


Sepihak Wiliam matikan panggilan tidak penting. Dia pun lupa bahwa adiknya entah pergi kemana sehabis jadi saksi pernikahan,mana ponsel di matikan.


"Kemana si Ronald pergi" gerutu William selalu terhubung mail box .


Karena teringat ucapan si anak hanya minta tolong angkat, berarti memang tidak ada hal penting.


Ia pun memutuskan untuk kembali kerjakan sisa kerja,sebelum beberapa hari lagi harus cuti.


Sepanjang malam Josh menunggu bala bantuan datang,sampai tertidur di ujung spring bed empuk.


Pagi hari,Josh terbangun lebih dahulu dari pada ibu barunya. Di lihatnya ibu baru masih tergeletak di lantai.


"Mom, wake up" mengelus lembut wajah baru ibunya itu.


Melani mulai sadar,namun enggan bangun. Karena dia takut delusi makin parah sebelum menemui dokter konsultasi.


Tangan kecil itu kembali ambil ponsel,dan telepon si Daddy tanpa kejelasan kirim bala bantuan.


"Dad,uncle kok gak datang" omel Josh.


"Emmm.... Uncle gak pulang, entah kemana" jawab William dengan suara serak khas orang bangun tidur .


"Daddy cepat kemari tolong Mommy"


"Kenapa lagi sama perempuan itu,hum" asal tanya Wiliam, antara ngantuk dan seperempat sadar.


"Gak tau. Cepat pokoknya Daddy kemari" rengek bocah memandang wajah cantik tidur.


"Hemm" Wiliam langsung matikan ponsel, dan lanjut tidur, bukan nurutin ucapan anaknya.


Sepuluh menit Josh menunggu si Daddy yang jawab 'Hemm' , sampai jam sudah mulai siang dan mesti bersiap ke sekolah.

__ADS_1


"Mommy,Josh mandi dulu ya. Nanti Josh cari Grandma saja" si bocah mencium kening mulus ibu baru cantiknya.


Kesempatan bagus datang, begitu terdengar pintu kamar mandinya tertutup, Melani langsung kabur lari keluar.


"Sudah bangun,Mel" tanya ibu suri ,niat membangunkan ibu dan anak baru itu.


"Ma,mengapa ada anak itu di dalam kamar ku" balik tanya Melani dengan intonasi tegas ,dan nunjuk balik pintu.


"Oh,... Anak kamu minta sama Bi Minah kemari" jawab senang ibu suri.


"Terus Mama iyakan?" suara meninggi dan diangguk ibu suri.


Habis sudah ruang oksigen bagi Melani. Baginya,dia belum siap jadi seorang istri, apalagi wajib jadi ibu tiri.


Melani berjalan lemas menuju dapur mengambil air minum,dengan pakaian kemarin pagi belum di gantinya.


"Grandma... Grandma...." teriak manggil bocah kecil lari keciputan keluar kamar ,begitu jejak ibu barunya ngilang dalam sekejap saat dia mandi.


"Ada apa Josh?" tanya lembut ibu suri,gemas lihat wajah tampan memanggil dirinya.


"Mommy, lost " bingung mengatakan.


Ibu suri tertawa pelan dengan kepolosan si bocah.Padahal hubungan mereka hanya sebatas penyambung,bukan darah daging kandung.


"Mommy ada kok. Itu lagi duduk" ibu suri nunjuk dimana mesti cucu sambung mencari putri yang beruntung.


"Gak kok. Mommy suka sama Josh,tapi karena pusing sama kerja saja" dalih ibu suri, membelai wajah tampan itu.


"Ohh" tersenyum senang,lalu jalan menuju ibu baru duduk termenung.


Sebuah pelukan dari belakang oleh kedua tangan kecil kembali kagetkan Melani. Tapi tidak sampai shock pingsan maupun jalan-jalan keliling alam baka.


"Mommy capek, ya?" berdiri di samping melihat wajah murung cantik itu.


Antara percaya gak percaya, kini status hukum sudah menjadi ibu tiri dari bocah di hadapan. Biarpun pada awal suka dengan bocah itu,tapi bukan berharap bakal jadi ibu dan anak.


"Mommy" Josh menggoyang pelan tangan Melani.


"Oh ya. Ada apa?" Melani linglung bertanya.


"Josh ,kamu mau sarapan apa?.Biar Grandma buatkan" sambung ibu suri, nanggapi respon lelet putrinya.


"Roti panggang saja, Grandma" jawab dengan wajah senyum.


"Oke. Kamu duduk dulu ya" bahagia hati Nyonya Wijaya dapat cucu bisa di ajak ngomong langsung.


"Mel, kamu rapikan pakaian Josh,lalu mandi" titah ibu suri berwajah serius,beda pada cucu tiri.


"Siapa anak Mama sebenarnya?.Aku apa anak ini" omel batin malas Melani nyahut omongin ibu suri, sambil rapikan seragam sekolah si bocah.

__ADS_1


Cupp....


Ciuman sekilas di dapat Melani tepat pada pipi, dari bocah ganteng.


"Thank you Mom" si bocah makin meluk ibu barunya itu.


Akankah hati Melani menerima status baru diantara mereka?. Bisa jadi iya dan tidak, tergantung waktu membawa perubahan diantara keluarga baru itu.


Habis mandi bertapa yang lama dalam kamar mandi dan dengar anak sambung pamitan ke sekolah,Melani baru keluar dari kamar mandi untuk berganti pakaian. Lalu keluar untuk serapan sebelum ngantor.


"Kamu gak boleh jutek sama anak kamu itu. Nanti kalau takut dan tidak mau tinggal bareng sama kalian gimana,hum" oceh nasehat ibu suri.


"Kan dia bisa tinggal sama Daddynya. Lagian ,tidak ada sangkut paut sama kita" jutek jawabnya.


Cetakk ...


Ibu suri nyentil kening putrinya yang masih ngeyel suka membangkang keinginan satunya ini.


"Apa sih,Ma" ujar Melani,ngelus kening.


"Kamu ini sudah jadi Mama orang,kok masih suka membantah" omel ibu suri.


"Aku mending jadi Mama anak kucing, gak ribet dan gak pusing" sahut Melani.


Naik tekanan darah ibu suri sampai ubun-ubun. Mengapa bisa melahirkan putri sebodoh ini?. Dikasih pilihan express tanpa banyak susah, tetap selalu membantah.


"Aku pergi dulu, Ma" pamit jutek Melani , capek hadapi ocehan ibu suri yang ngawur beda arah mata angin.


"Mel....Ingat jemput anak kamu nanti jam 11.30" teriak ingatkan pada putrinya.


Di ingat-ingat waktu kecilnya dulu,dia tidak pernah dapat perlakuan extra perhatian. Waktu kecil,setiap pulang sekolah pasti hanya pulang berdua bareng sama kakaknya Agung,di jemput sama supir.


Bahkan saat masih TK,sudah wajib belajar mandiri beberapa kegiatan rutinitas.


Miris sedih dapat perlakuan beda tipis,dengan status beda pula itu.


Hendak menyalahkan si takdir,si nasib ,si jodoh atau si karma?. Semua itu ada saling kaitannya,yang menghubungkan jadi sebuah komponen cerita hidup.


Jika takdir nasib jodoh dan karma baik,semua akan lebih enak, dan sebaliknya gitu juga.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.

__ADS_1


__ADS_2