Change Destiny

Change Destiny
133


__ADS_3

Bab 133


.


"Cepat mandi!!" suara Wiliam meninggi 1 oktaf, melototi Josh yang berdiri memandang wajah cantik miliknya.


"I-iya Dad" Josh tersentak, lalu lari kecil ke kamar mandi.


"Untung saja kamu tidak terganggu" ucap pelan Wiliam mengelus wajah cantik itu.


Aroma sabun tubuh Wiliam mengusik hidung Melani.


Grebb...


Tangan Melani merangkul leher Wiliam, sontak Wiliam tidak mau kalah juga.


Dilumatnya bibir tipis candu itu hingga tersengal-sengal.


Melani membuka lebar matanya, akibat pemburu memburu dirinya yang tanpa persiapan.


Amat terkejut Melani tau ada suaminya, dan sejak kapan suami mesum berada di kamar?.


"Koko kok di sini?" tanya Melani tersengal-sengal, lirik kiri kanan keadaan.


"Kenapa?" natap sinis.


"Sana keluar. Tidak baik jika ketahuan Papa kalau Koko masuk diam-diam" menjauhkan tubuh kekar itu.


"Semua sudah tau saya datang. Malah semalam kamu dan dia menyambut hangat" ucap serius dan ngelus perut melani yang masih rata.


"Haahh?" bingung maksud perkataan ambigu Wiliam.


"Kalau tidak ada Josh, pasti saya akan memuaskan kamu dan dia" seringai Wiliam.


"Jangan-jangan semalam bukan mimpi" gumam pelan Melani sulit menelan saliva, betapa malunya kejadian itu jika nyata.


"Siapa bilang mimpi. Apa mau kita ulang" godanya menaik turunkan alis.


"No!!. Get out" bentak Melani, malu lakukan hal demikian saat di kamar bukan hanya ada mereka berdua,tapi ada bocah yang sedang proses pembelajaran.


"Benar nih?. Enggak mau hirup lama tubuh ini" goda Wiliam sengaja mengibaskan aroma tubuh dengan tangan.


Tergoda sih, tapi tidak bisa dilakukan. Biar saja jabang bayi ences, dari pada kebablasan lakukan contoh adegan plus-plus, saat ada orang ketiga di dalam kamar.


"Daddy jangan ganggu Mami" ujar Josh keluar dari kamar mandi, lihat bapaknya berada di atas tubuh ibu cantik.


"Ini anak ganggu saja. Mendingan saya kirim pulang" ucap batin Wiliam,natap sinis pengganggu aktivitas.


"Daddy hanya bantu Mami berdiri kok,Josh " dalih canggung Melani, merapikan rambut di acak Wiliam.


"Dengar!. Bukan Daddy mau ganggu" sambung Wiliam merasa bangga telah dibela.


"Saya akan memberi kamu hadiah plus-plus, saat hanya ada saya,kamu dan dia" otak nakal Wiliam memandang tubuh yang masih berposisi tertindih.


"Cepat susul Grandpa dan Grandma sarapan" tegas Wiliam memerintah.


"Josh tunggu Mami saja" menghampiri.


Untung bocah polos tidak memperhatikan jelas senjata kramat Wiliam yang mendonjol di balik celana double.


"Kalau gitu tunggu Mami mandi dulu" sahut Melani coba cari kesempatan menghindari suami mesum.


Melani mengambil perlengkapan mandi dan tinggalkan dua pria yang kekeh menunggunya.


Kedua pria beda status duduk menunggu di atas tempat tidur. Mata mereka sesekali bertemu pandang, lalu membalikkan pandangan ke pintu kamar mandi.


Selama kehamilan muda, Melani lebih sering mandi bebek(kurang bersih, terlihat buru-buru), dan hanya akan mandi bersih saat dimandikan suami mesum.


"Ayo kita sarapan" ujar Melani keluar dengan handuk masih membungkus kepala, dan merapikan pakaian.

__ADS_1


"Mel.." Wiliam menunjuk kode handuk di kepala.


"Mami .... Hahaha" Josh merespon karena lucu.


Wiliam langsung menutup mulut Josh,dia tidak izinkan siapa pun mengolok istrinya.


"Mami lupa" sahut Melani ikut tertawa lucu, melepaskan handuk nyangkut bungkus rambut basah.


"Kamu keluar dulu. Mami masih harus keringkan rambut" titah Wiliam.


"Enggak usah Josh" cegah Melani karena tidak keramas, hanya kecipratan air saat cuci muka dan siram tubuh.


Wiliam bantu nyisir rambut sepundak itu. Sedangkan Josh bantu melihat hasil sisiran bapaknya.


"Ayo keluar" ajak Wiliam mengulurkan tangan.


Josh meniru sikap bapaknya,dan dapat respon positif oleh Melani.


Kecewa dan cemburu banget Wiliam dibuat Melani yang lebih memilih digandeng keluar sama anaknya.


Ibu suri melihat pemandangan yang harmonis , ketika keluarga kecil itu berjalan beriringan.


"Ko, lihat mereka" ucap ibu suri pada Tuan Wijaya dengan senyum bahagia.


Tuan Wijaya menoleh ke belakang. Memang sangat setimpal jika putri kesayangan diperlukan dengan baik, oleh anggota keluarga Lee.


"Ayo makan Josh, Mel" ucap ajak Tuan Wijaya.


"Kamu duduk di sini" ucap Wiliam menarik kursi untuk Melani, di sebelah kursi yang akan dia duduki.


Melani pun duduk sesuai permintaan. Tapi sayang,dia kembali didahului Josh yang ambil posisi dirinya.


"Anak ini kurang saya kasih pelajaran sopan santun. Orang tua belum perintah duduk, sudah main asal nemplok" geram batin Wiliam ditikung.


Sarapan pagi itu tidak dinikmati Wiliam yang sewot geram.


Tidak dapat olah raga pagi di atas tempat tidur, sekarang tertikung dihadapan keluarga. Wajah Wiliam tampak dingin menahan semua dalam batin.


Josh takut jika diantar ke sekolah sama Wiliam. Maka dari itu, Josh milih ikut Tuan Wijaya yang ngizinin.


"Hati-hati Pa, Josh" mengantar orang tua dan anak sambung masuk mobil.


"Kamu juga" ucap Tuan Wijaya, masuk mobil.


"Bye,Mi" melambaikan tangan.


Melani melambaikan tangan sampai mobil keluar dari gerbang rumah.


Wiliam nyusul pergi setelah rival saingan cari perhatian pergi.


"Saya pergi dulu. Jangan capek dan kabur" ujar Wiliam mencium kening Melani.


"Iya" sahut lesu.


Melani mengantar Wiliam sampai dia masuk mobil saja.


"Kamu dan Wiliam habis bertengkar?" celetuk ibu suri yang sedari semalam nunggu waktu tepat untuk menginterogasi.


"Mama" mengelus dada kaget.


"Kamu tidak bisa bohongi Mama" ujar ibu suri.


"Enggak kok,Ma. Hanya saja Tuan Wiliam tidak izinkan nginap" jujur berkata.


"Kalau tidak dapat izin kenapa pulang?" interogasi lebih dalam.


"Kan diizinkan, pas Papa jemput" membantu Mbok bereskan meja makan.


"Kamu ini kapan berpikir dewasa. Ingat! Sekarang kamu sudah punya kewajiban, jadi tidak bisa sesuka hati ambil keputusan" omel ibu suri memetik sayur bayam.

__ADS_1


Malas Melani jawab. Dia hanya merat merot mulut ngikutin omelan ibu suri.


"Dosa , Non" ucap Mbok,ingatkan.


"Habis Mama ngomel terus" jawabnya pelan.


"Anggap saja ceramah tausiyah" Mbok tersenyum.


"Kamu dengar kan Mel!" ujar ibu suri noleh ke belakang lihat Melani cuci piring.


"Iya" jawab Melani.


"Nyonya, hari mau belanja sayur apa saja?" tanya Mbok menyela agar ibu dan anak tidak berdebat panjang.


"Sebentar Mbok" menoleh ke Melani yang berjalan menuju kamar. "Mel, siang nanti Wiliam makan di rumah kan?" tanya ibu suri perhatian pada mantu.


"Enggak tau" mengangkat bahu,dan bibir mewek.


"Kalau gitu telepon dan tanya" titah ibu suri memilih daun bayam yang bagus.


Melani enggan menelepon, apalagi tau posisi Wiliam yang bawa mobil sendiri ke kantor.


"Nanti saja, Ma. Kan dia bawa mobil sendiri" sahut jutek Melani.


"Ini anak enggak ada perhatian sama sekali sama suami sendiri. Gimana enggak bikin aku cemas, Mbok" curhat ibu suri pada pelayan setia .


"Seiring waktu, pasti Nona Melani juga akan perhatian. Mungkin sekarang hati Non Melani belum kecantol sama suami gagahnya" sahut Mbok dengan sedikit candaan, dan tersenyum.


"Mungkin ya Mbok. Padahal aku sudah pilih orang yang tampan dan gagah. Apa jangan-jangan Melani tidak suka sama cowok. Amit-amit deh, Mbok" curhat ibu suri, takut dengan pemikiran yang melintas, lalu ketuk meja 3 kali untuk tolak bala omongan.


"Ya nggak toh, Nya. Kalau nggak suka, pasti Non Melani dan Den Agung pasti bertengkar terus dari kecil. Ini pasti karena tidak sesuai dengan harapan, dan tidak ada kis...mistri" Mbok lupa nama kecocokan dalam bahasa gaul modern.


"Kemestri,Mbok" ngajarin karena nyambung paham.


"Nah itu. Makanya tidak klik gitu"


"Kalau gitu, apa yang harus aku lakukan" meletakkan tumpukan daun bayam habis dipetik.


"Yo,buat mereka jatuh cinta" mengambil tumpukan bayam untuk direndam air garam.


"Pacaran dong"


"Iya" membersihkan batang bayam.


"Baik,aku minta mereka pacaran saja.Biar saling memahami" mencari ponsel untuk me memesan sesuatu.


Ide yang didapat langsung dikerjakan ibu suri. Ibu suri memesan 2 tiket nonton film romantis,lalu reservasi resto makan malam romantis. Tidak sampai di situ saja, biar perfect ibu suri membloking kamar VIP di hotel mewah, anggap sebagai kado anniversary duluan.


"Ma, Tuan Wiliam bilang 'Iya' makan siang di sini" ucap Melani buat ibu suri kaget tegang.


"Oh gitu" kaku bertingkah.


Melani kembali masuk kamar untuk hindari omelan ibu suri.


Setelah daftar list belanja tertulis dan uang cash dikasih, Mbok pun pergi ke pasar untuk beli semua yang tertulis dalam secarik kertas.


Ibu suri kembali mempersiapkan segala sesuatu untuk anak mantu agar berkesan, dan bisa meluruskan simpul ikatan jodoh yang rumit diantara pasangan muda itu.


"Nah, tinggal cari cara agar Josh tidak minta ikut" tersenyum puas dengan ide sendiri.


Merasa ide itu akan berjalan mulus, ibu suri mulai mempersiapkan strategi lanjutan.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2