
"Lalu membuat asuransi kecelakaan itu aku mengajak kalian ke Mauritius Island rencana terakhir itu seharusnya dilakukan di sana karena rencananya adalah membunuh Novi dan menjebak mu atas pembunuhan tersebut karena itulah aku meminta Novi datang ke sana apakah kau ingat?." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.
"Teman kuliahku itulah istriku sebenarnya yaitu Novi dan setelah itu di Mauritius Island Maya berpura-pura bersandiwara melompat ke laut agar jika suatu saat nanti aku mengajakmu menukar pasangan kau akan menyetujui seketika, tapi Ridwan kau adalah orang yang sangat setia dan semua itu membuat rencana ku jadi kacau balau." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.
"Tapi kita tidak putus asa untuk membuat rencana kita sukses dan terus mendekatimu lagi dan berpura-pura memohon maaf dan melakukan sandiwara." ucap Novi sambil tersenyum manis kepada Ridwan.
"Dan setelah itu selamat ulang tahun untukku." ucap Hendri sambil tertawa kepada Ridwan.
"Saat itu aku berhasil kau ke rumahku untuk menemui Maya tapi ternyata kau pingsan lalu aku memindahkan mu ke ranjang ku." ucap Hendri sambil menceritakan kejadian malam itu kepada Ridwan.
"Maya kau duduk didekatnya aku akan pergi menjemput Novi." ucap Hendri sambil menatap wajah Maya.
"Lalu bagaimana dengan dia." ucap Maya sambil ketakutan.
__ADS_1
"Kau tidak usah khawatir, dia tidak akan sadar sampai besok pagi aku telah mencampurkan obat tidur kedalam minumannya, pergilah." ucap Hendri sambil menatap wajah Maya.
"Baiklah." ucap Maya sambil berjalan mendekati Ridwan, sedang Hendri bergegas menjemput Novi di bandara.
"Novi tidak kebetulan datang kemari semua itu rencana ku, aku menyuruh Novi untuk menungguku di mobil lalu aku ke bar agar bisa membuat seseorang menjadi saksi ku, saat itu aku mendekatinya dan memesan sebotol minuman aku mengatakan bahwa aku tidak punya uang dan temanku akan segera datang, saat dia datang dia akan membayar tagihan." ucap Hendri sambil menatap wajah manajer bar.
"Tidak apa-apa." ucap manajer sambil memberikan sebotol minuman.
"Saat aku melihat manajer sibuk dengan pelanggan lainnya aku menyelinap keluar tanpa diketahui siapa pun." ucap Hendri sambil menceritakan kejadian malam itu kepada Ridwan.
"Hei Hendri sejak kapan kau percaya dengan hal-hal yang secara kebetulan." ucap Novi sambil memegang buku dan menatap wajah Hendri.
"Ini bukan buku ku tapi buku temanku." ucap Hendri sambil menatap wajah Novi dan kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian menyetir mobilnya.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah, saat dikamar Novi sedang mengambil pakaian di dalam kopernya.
"Hai sayang ini gaun untukmu." ucap Hendri sambil memeluk Novi dari belakang.
"Wow.." ucap Novi sambil tersenyum manis sambil memegang gaun berwarna merah yang seksi.
"Apa kau ingat dimalam pengantin kau memakai gaun pengantin seperti ini, aku ingin kau memakainya lagi." ucap Hendri sambil meletakkan kepalanya di bahu Novi.
"Baiklah." ucap Novi sambil berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa gaun pemberian Hendri dengan hati yang bahagia.
Melihat Novi yang sedang ganti baju, Hendri langsung membawakan baju untuk Maya yang telah menunggu di pintu kamarnya.
"Kau pakai baju ini dan bersiaplah ke Bandara." ucap Hendri sambil memberikan baju kepada Maya.
__ADS_1
"Baiklah." ucap Maya sambil bergegas mengganti pakaiannya.