
Ridwan yang melihat ada sebuah lukisan di dinding di dekat alat musik di ruangan lalu berjalan mendekati lukisan di rumah Delon.
Sani yang melihat Delon berdiri dari tempat duduknya dan berjalan, Sani langsung pura - pura menyenggol tubuh Delon dan akhirnya minuman di tangannya tumpah.
"Out...kau menyenggol minumanku." ucap Sani pura - pura bersedih.
"Maaf.." ucap Delon sambil menatap wajah Sani.
"Mau ku ganti yang baru." ucap Delon sambil menatap wajah Sani.
"Oke.., bagaimana kalau kita dinner malam ini tampan." ucap Sani sambil menatap wajah Delon.
"Kau gila.." ucap Delon lalu berjalan pergi meninggalkan Sani.
Kemudian Sani langsung menelpon Ridwan. Ridwan yang terus memperhatikan lukisan dinding itu melihat ke arah lantai ternyata seekor kecoa masuk kedalam, dan melihat itu Ridwan langsung mendorong lukisan itu dan ternyata di dalam ada sebuah ruangan rahasia yang didalamnya ada sebuah komputer penyimpanan data.
Sedangkan Delon terus mencari taksi yang lewat, karena tidak ada taksi yang lewat, Delon melihat seseorang mengendarai sepeda mengikuti istrinya yang lagi marah, dan saat istrinya masuk, orang itu meninggalkan sepedanya di depan Delon, dan saat itu juga Delon langsung melarikan sepeda orang tersebut.
Melihat kejadian itu Sani pun mencari akal agar dapat mengejar Dion dan melihat sepeda diparkiran.
__ADS_1
Ridwan berjalan mendekati komputer yang sangat canggih, dan mulai meretas komputer Delon satu persatu data bermunculan seperti gambar - gambar pemakaman dan setelah itu muncul sebuah buku seperti Alkitab
Sedangkan Sani terus mengikuti Delon dengan bersepeda dari belakang.
Ridwan melihat di komputer muncul 6 kertas dan di setiap kertas muncul tulisan,
...TIME ...
...DEAD,...
...NOW...
...USE, ...
...THE, ...
dengan cepatnya Ridwan bisa menggabungkan kata itu menjadi kalimat. TIME TO USE THE DEAD NOW.
"Apa yang dia inginkan menggunakan orang mati." ucap Ridwan sambil membaca data di komputer, dan sekitar 4 detik data - data orang yang meninggal bermunculan di komputer dan Ridwan mulai menyalinnya ke flashdisk nya.
__ADS_1
Dion telah sampai di depan pintu rumahnya dan melihat pintu terbuka, lalu Dion mengeluarkan senjata dari saku celana jeans-nya dan kemudian berjalan masuk kedalam.
Tiba-tiba Ridwan menendang tangan Dion ke atas.
"Dor..."botol tertembak, mendengar hal itu Sani langsung mengeluarkan senjata dari dalam tasnya, dan berlari masuk kedalam rumah Dion.
Saat Sani membuka pintu Sani terkejut Ridwan berdiri di sampingnya, dan langsung memeluk Ridwan dengan erat.
"Bagaimana jika aku tak bisa menjawab telepon darimu, aku tahu ada 20 panggilan tak terjawab." ucap Ridwan sambil memeluk Sani.
"Yang kau mengerti cuma ini dan tak ada yang lain." ucap Sani sambil memeluk Ridwan dengan sangat erat.
"Hentikan sandiwara ini dia telah sadar." ucap Ridwan sambil menatap kearah Delon yang terletak di lantai.
"Siapa kau." ucap Delon sambil berdiri dari lantai dan memegang pipinya yang sakit di pukul Ridwan.
"Akulah yang akan mengirim mu ke rumah sakit atau ke surga, pilih yang mana." ucap Ridwan sambil memberikan tamparan keras di pipi Delon.
"Jadi kau yang membuat database semua orang yang keluarganya lupa untuk menutup rekening bank mereka setelah kematian mereka, kau meretas akun mereka dan mengisinya dengan kata sandi mu, di luar ini kau juga sedang mengembangkan perangkat lainnya." ucap Ridwan sambil menatap kearah Delon.
__ADS_1