Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan mendapatkan surat Serly


__ADS_3

"Ada sesuatu yang tersembunyi di balik baju Serly." ucap Ridwan lalu petugas mengambil sebuah plastik kecil yang berisi surat untuk suaminya lalu Ridwan membaca surat itu dengan memakai sarung tangan.


"Untuk Angga suamiku...sadar atau tidak kesalahan sendiri untuk kematian sendiri tidak ada orang lain aku minta maaf dengan surat ini, dengan cinta ini Serly." yang tertulis di kertas setelah itu Ridwan memberikan surat itu kepada petugas.


Setelah itu di kantor polisi Ali memasukkan data Serly ke komputer dan berkas forensik dari rumah sakit.


Keesokan harinya pak Bambang dan semua petugas berunding tentang kasus Serly.


Pak, begitu Serly memutuskan bunuh diri, dia telah banyak meminum pil tidur di dalam kopi,


kemudian dia ragu apakah dia mati atau tidak kemudian dia menutup lubang pembuangan air di bak mandi membuka keran air itu saja pak." ucap Eric menceritakan kronologi kematian Serly.


"Nah apa alasannya." ucap Ali sambil menatap wajah Eric.


"Serly berselingkuh tanpa sepengetahuan suaminya, dan suaminya mengetahui perselingkuhan itu." ucap Eric sambil menatap wajah pak Bambang


"Ada detail tentang pria itu?." ucap pak Bambang.

__ADS_1


"Kami belum mendapatkan rincian tentang orang itu, bahkan jika kami mendapatkan itu tidak ada gunanya, karena Serly telah menyebutkan dalam suratnya bahwa tidak ada yang bertanggung jawab atas kematiannya." ucap Eric sambil menatap wajah pak Bambang.


"Oke, tidak ada yang diklarifikasikan?." ucap pak Bambang.


"Tidak ada pak." ucap para petugas yang ada di dalam ruangan.


"Kalau begitu selesai kasusnya dan serahkan laporannya secepatnya." ucap pak Bambang sambil menutup berkas Serly.


"Ya pak." ucap Erik dan petugas yang lain.


"Permisi pak." ucap Ali sambil menatap wajah pak Bambang.


Setelah itu Ali menjumpai Ridwan yang sedang main bermain bola basket.


"Aku akan mengambil kasus ini." ucap Ridwan sambil memasukkan bola ke dalam ring basket.


"99% ini adalah kasus bunuh diri apakah kau mencurigai sesuatu." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Aku tidak curiga padahal Serly dan aku pernah saling jatuh cinta kami berpisah karena suatu alasan, karena melihatnya dalam keadaan seperti ini aku tidak bisa tenang seperti orang ketiga, itu keputusanku, itu saja." ucap Ridwan sambil memegang bola di tangannya.


"Oke." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


Setelah itu Ridwan yang sedang menyetir mobilnya teringat tentang masa lalunya bersama Serly


"Apa yang kukatakan kepada Ali adalah apa yang benar dipikirkan saya, seperti mantan suami, mantan istri, dapatkah saya mengatakan bahwa Serly adalah mantan kekasih saya." ucap Ridwan berbicara sendiri sambil menyetir mobilnya.


"Tidak, saat aku bertemu terakhir di kampus, teman - temanku di halte bis, kedai kopi terdekat." ucap Ridwan berbicara sendiri sambil mengingat kenangannya bersama Serly.


"Mama, Minggu depan aku ada praktek." ucap Ridwan dari telepon umum.


"Tidak, cukup." ucap mama Ridwan.


"Aku tidak bisa datang, tolong mengerti mama aku tidak bisa datang, bus sudah datang, ok." ucap Ridwan sambil menutup teleponnya dan membayar biaya telepon kepada petugas sambil melihat ke arah bus.


"Ayo cepat datang." teriak teman Ridwan dari atas bus, setelah itu Ridwan berlari cepat.

__ADS_1


"Maaf." ucap Ridwan kepada lelaki yang berjalan karena tersenggol nya. saat menyebrang jalan.


"Hei..awas.." teriak seorang pengemudi motor dan dengan cepat Ridwan dapat mengelakkan diri dan saat itu seorang wanita yang bernama Serly sangat takut melihat Ridwan mau di tabrak sepeda motor sehingga Serly menjatuhkan buku yang ada ditangannya.


__ADS_2