
"Tapi baru setahun menikah anda bercerai benar bukan, dan mantan istri anda memberikan alasan bahwa anda tidak bisa memberikan kepuasan seksual benarkan?."ucap Putri sambil menatap wajah pak Robert.
"Dia tidak punya alasan lain, kalau tidak kenapa lagi aku menikah dalam 2 bulan." ucap pak Robert sambil menatap wajah Putri.
"Istri kedua anda meninggalkan anda, iyakan?."
"Aku yang meninggalkan istri keduaku."
"Kenapa?."
"Dia wanita yang tidak berkarakter, dia mempunyai hubungan gelap dengan pria lain
"Kemudian anda menikah dengan nyonya Nova." ucap Putri sambil menatap wajah Pak Robert.
"Iya." ucap pak Robert sambil menatap wajah Putri.
"Setelah 2 tahun menikah dengan beliau tapi anda belum mempunyai keturunan." ucap Putri sambil menatap wajah pak Robert.
__ADS_1
"Keberatan yang mulia." ucap Kurniawan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Apa yang ingin dibuktikan oleh pengacara penuntut, klien ku adalah korban percobaan pemerkosaan, apa hubungan kasus ini dengan keadaan mereka yang tidak memiliki anak?, apa hubungannya." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah pak hakim.
"Yang mulia ini bisa membuktikan kepada pengadilan dengan menikah dengan saudara Robert bisa mendapatkan uang dan juga kekuasaan yang bisa dia inginkan tapi tidak mendapatkan kepuasan seksual darinya."ucap Putri sambil berjalan ke arah pak hakim.
"Hem.." ucap Kurniawan sambil berdiri melihat ke arah Putri.
"Terimakasih saudara Robert anda bisa pergi." ucap Putri sambil melirik ke arah pak Robert, setelah itu pak Robert berjalan ke arah tempat duduknya.
"Yang mulia sekarang aku minta izin pengadilan untuk memanggil nyonya Nova." ucap Putri sambil melihat ke arah pak hakim.
Setelah itu Nova berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat saksi.
"Nyonya Nova bisakah anda katakan kepada kami kapan dan dimana anda pertama kali bertemu dengan saudara Ridwan?." ucap Putri sambil berjalan mendekati Nova.
"Keberatan yang mulia mau berapa kali pertanyaan ini di pertanyaan kepadanya." ucap Kurniawan sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Yang mulia aku tahu nyonya Nova telah menjawab pertanyaan ini." ucap Putri sambil melihat ke arah pak hakim.
"Tapi jawaban kali ini adalah jawaban sebenarnya." ucap Putri sambil melihat ke arah pak hakim.
"Keberatan di tolak." ucap pak hakim melihat ke arah Putri.
"Terimakasih yang mulia." ucap Putri melihat ke arah pak hakim.
"Nyonya Nova dimana dan kapan anda bertemu dengan saudara Ridwan."
"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, pertama kalinya aku bertemu dengan saudara Ridwan saat ulang tahun perusahaan." ucap Nova sambil menatap wajah Putri.
"Anda melupakan kenyataannya atau anda sengaja menyembunyikannya, akan ku beritahu anda bertemu saudara Ridwan 3 tahun lalu di Surabaya, anda ingat itu?."ucap Putri sambil menatap wajah Nova yang agak gugup.
"Oh ..itu mungkin saja aku banyak bertemu dengan orang makanya aku lupa, dan itu hanya pertemuan biasa."ucap Nova sambil melihat ke arah pak hakim.
"Itu bukan pertemuan biasa nyonya, sampai anda sulit melupakannya sampai kalian mempunyai hubungan pribadi, kafe bintang lima menjadi saksi mereka bisa di panggil untuk memberikan pernyataan ini." ucap Sani sambil menatap wajah Nova yang gugup.
__ADS_1
"Baiklah itu hanya hubungan sementara tidak serius." ucap Nova dengan kesal sambil melihat ke arah Putri.
"Itu aneh sekali anda membawa hubungan tidak serius ini ke hubungan yang lebih berat lagi." ucap Putri sambil menatap wajah Nova.