Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Maya minta bantuan Ridwan


__ADS_3

"Dan apa yang kau inginkan sebagai imbalannya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Maya.


"Dua hal, pertama masukkan para bajingan itu kedalam penjara, dan kedua keselamatan kami bawa kami ke perbatasan Thailand, kami ada kerabat di Bangkok dan kami tidak punya catatan kriminal di sana." ucap Maya sambil tersenyum manis melihat Ridwan.


"Sehingga kami dapat memulai hidup baru di sana." ucap Maya sambil menatap Ridwan.


"Haruskah aku percaya padamu." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di dekat tempat tidur.


"Ya Ridwan."ucap Maya sambil memegang tangan Ridwan.


"Karena aku sudah siap untuk melakukan apapun, untuk menyelamatkan Abi dan membalas dendam untuk Tasya." ucap Maya sambil mengecup bibir Ridwan dan saat itu sempat Ridwan terhanyut, lalu tersadar dan mendorong tubuh Maya agar menjauh dari dirinya.


"Meskipun aku sangat mencintai Abi, aku tidak bisa pergi jauh darimu." ucap Maya sambil menatap wajah Ridwan, setelah itu Maya pergi berjalan keluar dari kamar Ridwan, dan meninggalkan Ridwan yang masih tidak percaya apa yang dilakukannya kepada Maya.

__ADS_1


Mulai kejadian malam itu Ridwan tidak tau harus berbuat apa, Ridwan terus menyendiri di sebuah jembatan untuk menenangkan hati dan pikirannya, sampai akhirnya Ridwan meminta bantuan Ibrahim untuk mencari kebenaran apa yang di katakan oleh Maya tentang masa lalunya.


"Rincian tentang pekerjaan di Jakarta, data kependudukan, catatan pernikahan, akte kelahiran dan kematian, semua yang dikatakannya benar, mereka mempunyai seorang putri berusia 4 tahun." ucap Ibrahim sambil menatap Ridwan yang sedang berdiri di depannya.


keesokan harinya semua tim berkumpul untuk berangkat ke Indonesia membawa Abi Khadafi dan Maya, Ali yang sibuk mempersiapkan senjatanya, tiba-tiba pak Azis datang menghampirinya.


"Kita akan merubah jalur perjalanan." ucap pak Azis sambil menatap kearah Ali.


"Timku akan menyambut kalian di sana dan membawa kalian menuju lapangan terbang pribadi." ucap pak Azis sambil melihat ke arah Maya dan Abi.


"Lalu setelah itu kalian akan terbang ke Indonesia dengan menyewa jet pribadi." ucap pak Aziz sambil menatap ke arah Ridwan dan Sani.


"Apa ada pusat perbelanjaan di lapangan terbang pribadi." ucap Sani sambil membisikkan kepada Ridwan.

__ADS_1


"Coba tanyakan padanya." ucap Ridwan sambil menunjuk ke arah Ali, saat melihat itu Ali lalu berjalan ke luar, dan di ikuti dengan Sani.


sedangkan Ridwan dan Maya terus bertatapan, setelah itu lalu berjalan keluar mengikuti rekan tim.


semua petugas, Abi dan Maya sudah berada di pelabuhan untuk naik boat yang telah dipersiapkan pak Azis, saat mau menaiki boat Maya mendekati Ridwan yang sedang melihat sebuah kereta keren.


"Aku menunggu informasimu." ucap Maya membisikkan ke telinga Ridwan, Sani yang melihat itu sangat cemburu dan langsung mendekati Ridwan.


"Salah besar jika kau mendengarkannya." ucap Sani sambil menatap Ridwan yang tersenyum manis, lalu pergi meninggalkan Sani.


Setelah semua sudah berada di kapal, Ali duduk sendiri, sedangkan Sani asik ber-selfie, Maya dan Abi duduk berduaan, sedangkan Ridwan duduk bersama Ibrahim.


Maya dan Ridwan terus saling menatap dari kejauhan, tiba-tiba telepon Ali berdering lalu Ali berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menjauh dari Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2