
"Tok...tok..tok...nyonya tolong buka pintu."teriak Anto sambil mengetuk pintu nomor 53
"Ning...Ning..." sambil menekan tombol bel.
"Nyonya tolong buka pintu." teriak Anto sambil mengetuk pintu sambil melihat lantai apartemen telah banjir.
"Nyonya Serly tolong buka pintunya." teriak Anton dan kemudian malam itu juga Anto mengabari polisi dan Ridwan dan Ali datang ke apartemen.
"Hei, kau menganggu saya di kampus agar kau lulus dalam bidang akademik." ucap Ridwan sambil berjalan bersama Ali.
"Malah kau yang meniru saya semasa di pemeriksaan." ucap Ali sambil berjalan ke lantai 13.
"Sekarang kau selesaikan masalah ini." ucap Ridwan sambil berjalan ke lantai 13.
"Bukan begitu aku perlu mengenal pasti mayat ini." ucap Ali sambil berjalan bersama Ridwan.
"Saya?kenapa?" ucap Ridwan.
"Seorang yang kau kenal." ucap Ali sambil berjalan.
"Saya kenal?"ucap Ridwan sambil berjalan.
"Iya.. seorang gadis yang berumur 25 tahun." ucap Ali sambil menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Siapa namanya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.
"Serly." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.
Mendengar hal itu Ridwan berjalan masuk kedalam apartemen Serly dan melihat para petugas sudah memeriksa seluruh perkakas rumah Serly dan Ridwan kemudian berjalan ke dalam kamar mandi dan melihat mayat Serly telah berbaring di dalam bak mandi dengan air yang mengalir dan kemudian Ridwan berjalan keluar dari kamar mandi
Dan kemudian Ridwan memeriksa di kamar Serly di meja hiasnya terletak obat tidur dan foto bersama suaminya, tiba-tiba Ali datang.
"Ridwan kenalkan ini Eric." ucap ali sambil sambil menatap wajah Ridwan.
"Halo Eric." ucap Ridwan sambil mengulurkan tangannya.
"Halo tuan, gembira bertemu dengan anda." ucap Eric sambil membalas uluran tangan Ridwan.
"Pak Ridwan mengenalinya." ucap Eric sambil menatap wajah Ridwan.
"Tidak." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Kapan suaminya datang dari Surabaya
"Sudah diinformasikan katanya akan datang pagi jam 10 penerbangan." ucap Ali sambil menatap wajah Eric.
"Ini sangat membingungkan." ucap Eric sambil menatap wajah Ali sedangkan Ridwan berjalan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Tidak tahu, apakah itu pembunuhan atau bunuh diri, bagaimana pun kita akan tahu setelah laporan forensik RS selesai." ucap Ali sambil menatap wajah Eric.
Setelah itu Ridwan duduk di tangga apartemen sambil merokok.
"Itu Serly kan?." ucap Ali sambil berdiri di depan Ridwan.
"Iya." ucap Ridwan sambil menganggukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kau berbohong." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan yang tertunduk.
"Aku akan melakukannya jika dia adalah teman kuliahku, tapi bagaimana bisa saya mengatakan sekarang?."ucap Ridwan sambil menghisap rokoknya.
"Sebenarnya 3 tahun sejak terakhir kau bertemu." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku sangat menantikannya untuk bertemu suatu hari nanti, aku tidak berharap untuk melihatnya seperti ini." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
"Pak, foto sudah diambil bisakah kita mengambil mayatnya." ucap Eric sambil sambil mendekati Ali dan Ridwan.
"Iya." ucap Ali.
Setelah itu Ridwan dan Ali berjalan memasuki kamar mandi dan melihat mayat Serly di keluarkan dari dalam bak mandi dan lalu mayat Serly di letakkan di atas tandu.
"Ali." ucap Ridwan sambil melihat ke arah mayat Serly.
__ADS_1
"Ya." ucap Ali sambil melihat ke arah Ridwan.