Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Arwah Serly mulai gentayangan


__ADS_3

"Bukankah aku telah memberitahumu hanya ada satu perbedaan antara kamu dan kami yang menangani kasus ini." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Apa?." ucap Ridwan sambil mencicipi makanannya.


"Kami telah menyelesaikan minggu lalu dan kamu akan menyelesaikannya minggu ini, dan kami tidak bisa mendapatkan rincian tentang siapa yang mengunjungi rumah Serly dan dia telah memasukkan detail yang salah dalam antrian pengunjung, bahkan jika kamu menemukannya apa yang akan kamu lakukan?, dia mengakui kesalahannya ini bahkan bukan kasus." ucap Ali sambil mencicipi makanan.


"Bukan itu maksudku." ucap Ridwan.


"Lalu apa maksudmu, ini pembunuhan dan bukan bunuh diri kan?."ucap Ali sambil menghentikan makannya.


"Ada kemungkinan 1% untuk itu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali


"Bagaimana?."ucap Ali


"Seperti bagaimana kamu bisa mendapatkan pekerjaan ini." ucap Ridwan sambil membersihkan mulutnya pakai tisu.


"Pak, bayar tagihannya." ucap petugas restoran sambil meletakkan faktur makanan.

__ADS_1


"Kamu yang bayar, aku mau cuci tangan dulu." ucap Ali sambil berdiri dari tempat duduknya.


Saat Ridwan melihat seorang anak sedang menangkap ikan di dalam aquarium Ridwan teringat akan kematian Serly yang berada di dalam air.


"Ayo kita pergi dari sini." ucap Ali menepuk pundak Ridwan


"Pertama selesai kasus ini." ucap Ali sambil berjalan bersama dengan Ridwan dan meninggalkan restoran.


Di apartemen tempat Serly, nyonya Diana yang sedang berada di dalam rumah dan sedang mengalami air terputus dan mati lampu.


Bahkan ini tidak bisa dinyalakan, tidak ada yang berfungsi dengan baik disini." ucap nyonya Diana sambil menghidupkan lampu.


"ring..ring"


"Ini satu lagi." ucap nyonya Diana sambil berjalan kearah telpon.


"Halo, ini dengan siapa, oh.. Siska apa khabar ." ucap nyonya Diana sambil berdiri.

__ADS_1


Tiba-tiba arwah Serly datang untuk membalas dendam ke nyonya Diana.


"Klik." kran air berputar sendirinya dan air berjatuhan dari piring sampai ke lantai sehingga membasahi seluruh lantai rumah nyonya Diana sehingga membasahi kabel yang terbuka yang terletak di lantai dan tiba- tiba arwah Serly menghidupkan listrik.


"Apa gunanya dia menjadi anggota asosiasi, saya meminta dia sebagai sekretaris dia tidak mendengarkan dia tidak cocok jadi apapun." ucap nyonya Diana yang asyik bertelepon tanpa mengetahui bahwa lantainya telah tergenang air dan arus listrik.


"kamu melihat yang lain, mereka semua akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, oh.. baiklah kapan kamu pulang, telpon aku karena kalau kamu datang besok aku tidak ada disini, selama tinggal " ucap nyonya Diana sambil meletakkan teleponnya, dan saat itu juga air mengenai tumit kakinya.


"Ah......." teriak nyonya Diana sambil terhempas ke lantai dan mati ditempat.


Semua orang, petugas polisi, Ridwan dan Ali telah berada di rumah nyonya Diana.


"Tolong..." teriak pak Amri sambil menangis melihat kematian istrinya.


Petugas forensik telah memeriksa seluruh ruangan dan keadaan tegangan listrik, dan mengambil sampel air yang di lantai, dan Ridwan mengambil foto nyonya Diana yang sudah tewas di lantai.


"Apakah kamu melihat kapan dan dari mana seseorang yang akan mati tidak pernah diketahui." ucap Ali sambil berjalan keluar dari apartemen nyonya Diana.

__ADS_1


__ADS_2