Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan dan Ali mulai mengintrogasi penghuni apartemen


__ADS_3

"Teman kita naik bus yang lain saja." teriak Ridwan karena Serly tidak ada di dalam bus itu


"Apa yang berlaku? kita disuruh naik bus tapi kita di suruh turun lagi." ucap William sambil menatap wajah Ridwan yang berjalan lemas, saat Ridwan menoleh ke arah bus Ridwan melihat Serly sudah berada di dalam bus.


"Hei.. mari kita naik bus ini, cepatlah semuanya" ucap Ridwan sambil berlari masuk kedalam bus dan meninggalkan teman - temannya.


"Hei... hati- hati apa ini Ridwan" teriak Wiliam dan teman- temannya sambil berlari masuk ke dalam bus.


"Hai.. " ucap Ridwan kepada Serly.


"Hai .." ucap Serly sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum manis kepada Ridwan.


"Buku Ridwan." ucap Serly mendengar hal itu Ridwan langsung memberikan bukunya agar dipegang Serly.


"Saya terlupa tempo hari, saya telah memberitahu tentang Ridwan kepada ayah saya, saya tidak pasti menanyakan nama kamu." ucap Serly sambil menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Hem.." ucap Ridwan agak gugup.


"Siapa nama ayah Ridwan." ucap Serly sambil menoleh ke arah Ridwan.


"Nama Ayah saya? dia tidak akan kenal sekalipun saya beritahu." ucap Ridwan sambil berdiri bersama teman - temannya.


"Kenapa?." ucap Serly kebingungan.


"Saya hanya mengenali dirimu." ucap Ridwan sambil tersenyum.


"Ridwan mengenal saya bukan?."ucap Serly kebingungan.


"Kenapa saya perlu tahu namamu, apa yang perlu saya lakukan dengan namamu" ucap Serly sambil menoleh ke belakang.


"Hei..Serly suka lelaki seperti apa?." ucap Ridwan mendengar hal itu Serly tersenyum lalu menatap kearah depan dan membuka buku yang tertulis Ridwan.

__ADS_1


Keesokan harinya Ridwan dan Ali kembali ke apartemen dan mengintrogasi satpam.


"Kami masukkan data nama - nama dan nomor kendaraan semua orang yang masuk sebagai pengunjung, tapi jika kendaraan yang diparkir diluar kami tidak memasukkan nomor mobilnya, dia selalu meletakkan motornya di luar gerbang dan lalu masuk ke dalam, katanya dia mau bertemu dengan nyonya Serly di apartemen lantai 13 nomor 53, lalu saya mengijinkannya." ucap Anto menjelaskan tentang Serly yang sebagai satpam di apartemen.


"Bagaimana rupa dia." ucap Ali sambil menatap wajah Anto.


"Dia tampak seperti pria dari keluarga kaya, rambut keriting, anting-anting, kalung leher dia akan datang dengan pulsar merah dan helm merah." ucap pak Anto sambil menatap wajah Ridwan dan Ali.


Setelah itu Ridwan mengintrogasi penjual kue yang di depan apartemen.


"Apa yang baru saya akan katakan pak, saya akan katakan apa yang orang lain katakan pak ada yang salah dengannya pak, kalau tidak kenapa yang lain membicarakannya seperti ini." ucap penjual kue sambil masak dagangannya.


"Anda mengatakan apa yang orang lain katakan, apakah kamu melihat?, anda berbicara tidak perlu tentang dia." ucap Ali sambil menatap wajah penjual kue.


"Apa ini pak? bahkan kalian bilang kau membunuh seseorang, bukankah kita percaya? apakah kamu datang dan memeriksa, tidak pak, saya tidak bermaksud begitu tolong jangan salah." ucap penjual kue sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


Setelah itu Ridwan mengintrogasi manager apartemen.


"Ada total 234 flat disini, semua flat akan terlihat mirip tapi tidak dengan orangnya apa yang disukai tidak disukai oleh yang lain jika seseorang suka memelihara hewan peliharaan keluhan lain yang mengganggu kami benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus pergi dari sini."ucap manager sambil menatap wajah Ridwan dan Ali.


__ADS_2