
setelah usai acara nonton mereka pun keluar bersama menuju parkiran.nia pulang bersama quin mereka harus mampir dulu ke cafe yang mereka datangi tadi siang untuk mengambil mobil quin.tanpa mereka sadari di belakang andrian mengikuti untuk memastikan keamanan cewek yang dia sukai.
"kamu kelihatan bahagia ayo cerita sama aku jangan ada rahasia oke"kata quin mulai menggoda nia dgn muka centil sedangkan yang di goda hanya senyum senyum tidak jelas.
"kamu tahi gak"kata nya
"gak"quin langsung memotong ucapan nia dan mendapat cubitan di tangan nya.
"aku belum selesai ngomong rapeah jadi jangan di potong dulu"sewot nia kesal
"iya..iya maaf,ayo lanjut kan cerita nya jangan ada yang tertinggal walau hanya sepenggal"kata quin sambil menggosok tangan nya bekas cubitan nia tadi.
"tadi sewaktu nonton toni berbisik di telinga ku kalau dia menyukai ku dan apa kamu tahu kalau dia sepanjang kita nonton tadi tidak melepas genggaman tangan ku"cerita nia antusias sambil terus tersenyum senang.
"benar kah kok aku tidak menyadari nya"quin mengatakan sambil berpikir gimana dia mau memperhatikan sekeliling nya sementara jantung nya saja mau copot karena ulah andrian yang sangat perhatian pada nya.
dia akui andrian adalah cowok sempurna tapi dia sadar ada hati yang harus dia sadar.lalu dia pun geleng kepala sambil berkata"tidakkkkk"yang masih di dengar nia.
"quin kamu kenapa tiba tiba saja teriak,nanti saja kalau,mau,gila tunggu sampai kamar mu"ejek nia.
"hehee tidak apa apa"jawab quin.sementara nia sambil nyetir sambil senyum terus seakan akan hati nya penuh bunga bunga.
...----------------...
nia pun menghentikan mobil nya di depan cafe yang mereka datangi tadi siang.
__ADS_1
"aku turun dulu ya makasih banget sudah rela jadi sopir aku seharian"kata quin sambil melepas kan seatbelt nya.
"tidak masalah asal bayaran nya cowok cowok ganteng seperti toni ku"jawab nia dengan pede nya bilang toni ku.
"ya ya ya terserah kamu"kata quin sambil keluar dari mobil nia.
"kamu hati hati ya ini sudah malam banget hampir jam 11 malam pasti jalanan sepi"quin mulai khawatir terhadap nia.
"kamu tenang saja rumah aku kan tidak jauh dari sini,kamu juga hati hati ya,bye bye"balas nia sambil melakukan mobil nya meninggal kan quin sendirian di parkiran.
quin pun masuk ke mobil nya tanpa dia tahu kalau sedari tadi andrian terus membuntuti diri nya.
quin pun sampai di rumah nya dengan selamat dan sudah ada mobil orang tua nya.dia pun masuk kerumah dengan menggunakan kunci cadangan karena kalau pulang terlalu malam dia tidak tega untuk memanggil pembantu nya.setelah masuk kedalam rumah baru lah andrian pergi dari depan gerbang rumah quin.
quin masuk kekamar nya terus ke kamar mandi untuk mencuci badan nya,tidak mungkin lagi dia mandi di jam segini.
"telpon gak ya,apa dia sudah tidur ini kan sudah terlalu malam"kata nya berbicara sendri sambil berpikir dan mutar mutar hp nya.
setelah di pikir pikir akhir nya dia pin menelpon erwin
tit...tit...tit...
telpon nya belum juga diangkat dan quin pikir mungkin erwin sudah tidur.
dia pun mulai memejam kan mata tapi tiba tiba hp nya berbunyi dan ternyata sang kekasih yang nelpon
__ADS_1
"halo erwin kamu belum tidur"tanya quin lembut
"belum sayang,aku kan menunggu kamu pulang,maaf ya tadi kamu nelpon aku lagi kedapur ambil air minum"kata erwin di seberang sana
"aku pikir kamu sudah tidur,maaf ya sudah bikin kamu menunggu"quin merasa bersalah sama erwin.
"tidak sayang tapi lain kali jangan pulang terlalu larut malam lagi seperti tadi"erwin menyampaikan dengan lembut.
"apa tadi kamu bersama toni dan teman teman yang lain"tanya erwin
"iya,kok kamu bisa tahu kan aku belum memberitahu kamu"kata quin penasaran dari mana erwin tahu
"oh tadi toni chat aku bilang jangan khawatir kalau kamu lagi bersama dia dan anak anak yang lain"jelas erwin memberi tahu quin.
"iya tadi tidak sengaja bertemu mereka waktu aku sama nia mau nonton"jelas quin dengan lembut
"aku merasa sedikit tenang setelah tahu kamu bersama mereka"kata erwin lagi.
"aku udah mau tidur ngantuk,kamu juga tidur lah besok kan kita ada jam pagi"kata quin
"iya,selamat tidur sayang"balas erwin
"selamat tidur juga"quin menjawab singkat dan langsung mematikan sambungan telpon membuat erwin geleng geleng kepala saja.untung sudah terbiasa dan karena sayang juga.
...----------------...
__ADS_1
tbc