Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Angga mulai mencari tau masa lalu Serly


__ADS_3

"Menutup pintu mengirim suami ke kantor mengucapkan selamat tinggal jam 9 pagi dan membuka jam 10 malam mengatakan hal ke yang lain, ya kita yang melupakan rumah yang lebih mementingkan bisnis di antara tetangga atau pria lain yang masuk dan berbicara dengan mereka dengan lembut, lalu perempuan akan menjadi lebih lembut, kita memiliki tanggung jawab seperti rumah, bisnis dan kantor, tetapi bagi seseorang untuk bersenang - senang dengan istri orang lain ini adalah satu - satunya pekerjaan." ucap Steven sambil menatap wajah Angga yang sudah curiga kepada istrinya.


Saat Serly ingin mengunci pintu tiba-tiba Serly mendengar suara seorang gadis dan Serly menguping di depan pintu rumahnya.


"Hei, jangan berdiri di sini nanti ada yang melihat kita pasti bahaya." ucap pacar lelaki misterius yang bernama Sandra yang lagi berdiri di sebelah flat Serly.


"Beri aku satu ciuman lagi." ucap lelaki misterius sambil berdiri berhadapan dengan Sandara.


"Aku sudah memberimu bukankah itu sudah cukup." ucap Sandra sambil menatap wajah lelaki misterius.

__ADS_1


"Ini akan menjadi sensasi jika kau memberikannya di sini, kau tahu apa yang istimewa kali ini." ucap lelaki misterius sambil menatap wajah Sandra.


"cepatlah pergi, oke bay." ucap Sandra sambil berjalan masuk kedalam rumahnya, setelah itu lelaki misterius berjalan melewati rumah Serly dan saat itu juga Serly menutup pintu rumahnya.


"Apakah ceritamu itu benar." ucap Angga sambil menyetir mobilnya.


"Aku tidak mengatakan itu benar, tetapi itu tidak salah kecuali kau tertangkap, hei, apa yang ku katakan semuanya praktis itu saja, kau mungkin melakukan ini sulit, karena untuk lelaki seperti kau baik bisnis ataupun kehidupan semua harus baru, kau mengatakan tidak ada barang bekas, tapi menurutku, tinggalkan bisnis semua yang kita dapatkan dalam hidup hanyalah barang bekas termasuk istri, maksudku semuanya ada di dalam permainan pria." ucap Steven sambil tertawa-tawa melihat Angga yang sedang menyetir mobilnya.


"Kapan kamu datang." ucap Serly sambil duduk di samping Angga.

__ADS_1


"Ketegangan kerja ya, apakah kamu mau secangkir kopi." ucap Serly sambil tersenyum manis lalu berdiri dari tempat duduknya dan saat itu juga Angga menghentikan langkahnya Serly dengan memegang tangannya lalu Serly duduk lagi di samping Angga.


"Hari ini saya dan Steven ke sebuah restoran, di sana aku bertemu dengan teman kuliahku namanya Ratna, selama masa kuliah kami berdua mencintai dengan tulus, entah kenapa kedua keluarga kami tidak setuju dan kami berpisah, entah kenapa sejak aku bertemu dengannya, aku merasa terluka bukan karena melihatnya aku belum memberitahu mu sejauh ini, maafkan aku Serly." ucap Angga sambil menundukkan wajahnya.


"Maafkan aku Serly." ucap Angga saat melihat ke arah Serly Angga sangat terkejut melihat Serly tertunduk sambil meneteskan air matanya.


"Apa yang terjadi." ucap Angga sambil memegang pundak Serly.


"Kau mengatakannya tetapi aku tidak, bahkan aku menyukai seseorang pria yang duduk didepan ku yaitu anda." ucap Serly sambil meneteskan air matanya dan Angga mengangkat tangannya dari pundak Serly.

__ADS_1


"Memang benar kami berdua saling mencintai


aku tidak yakin apakah aku memiliki kedewasaan itu selama kuliah, kami salah paham dan berpisah." ucap Serly sambil mengusap air matanya.


__ADS_2