
Jensen teringat lelaki yang dicari Ridwan memakai anting - anting, helm merah, kalung dan rambut keriting, lalu pintu lift tertutup, dan lelaki misterius telah sampai ke parkiran dan menaiki sepeda motornya sedangkan Jensen dan Martin mengejar melalui tangga sambil menelpon Ridwan.
"Pak ini Jensen, menurut identifikasi yang anda berikan seseorang telah datang ke apartemen." ucap Jensen sambil memegang hp sambil berjalan mengejar lelaki misterius.
"Apakah kamu memeriksa ke flat mana dia datang?." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Tidak pak, saya ketemu dia di lift dia pasti datang ke lantai 13 pak." ucap Jensen sambil berjalan ke arah parkiran.
"Jangan tangkap dia, lacak saja dia dan aku akan datang ke sana." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Iya pak." ucap Jensen sambil berlari ke parkiran.
"Sepertinya kita mendapatkan lelaki misterius yang kita cari." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Ali.
"Permisi pak, anda siapa." ucap pak Anto sambil menghentikan lelaki misterius.
__ADS_1
"Siapa kamu?apa kamu orang baru?." ucap pak Anto sambil menatap wajah lelaki misterius yang memakai helm.
"Ya saya orang baru pak." ucap lelaki misterius sambil membuka kaca helm yang di kepalanya.
"Datang dan isi daftar tamu, ayo." ucap pak Anto sambil menatap wajah lelaki misterius.
"Pergilah aku akan datang ke sana." ucap lelaki misterius sambil menatap wajah pak Anto.
"Ayo." ucap pak Anto sambil berjalan ke mejanya, dan dengan cepat lelaki misterius langsung menjalankan sepeda motornya.
"Pak,pak, pak." teriak pak Anto sambil melihat lelaki misterius pergi dengan sepeda motornya.
"Hai.." ucap lelaki misterius sambil tersenyum kepada teman wanitanya.
"Saya telah lama menunggumu, sudah setengah jam setelah film dimulai " ucap wanita itu sambil merajuk.
__ADS_1
"Ayo, saya minta maaf sayang." ucap lelaki misterius sambil merangkul pundak wanita itu lalu masuk ke dalam bioskop.
Jensen dan Martin sampai di bioskop dan meletakkan sepeda motornya di parkiran.
"Halo, halo." ucap lelaki misterius yang sedang menerima telepon dari seseorang.
Saat teleponnya tidak ada sinyal, lalu lelaki misterius melihat sekelilingnya dan melihat Gent toilet lalu lelaki misterius berjalan masuk ke dalam toilet dan lalu ke tempat buang air kecil.
"Ring..ring.." telpon berdering.
"Hai beritahu saya, aku di bioskop,aku akan menelpon mu setelah film selesai oke." ucap lelaki misterius sambil memasang kancing celananya, setelah itu lelaki misterius mulai berjalan mendekati wastafel yang didepannya ada sebuah kaca besar dan lelaki misterius mencuci mukanya, saat melihat ke kaca.
"Ah..." teriak lelaki misterius sangat terkejut melihat wajah Serly di depannya lalu hilang dan lelaki misterius melihat ke arah belakang sambil ketakutan dan melihat Serly tidak ada, lalu lelaki misterius mengelap kaca yang didepannya.
"Tes..tes..tes." semua kran air hidup sehingga membuat lantai tergenang air dan mendengar suara air lalu lelaki misterius semakin ketakutan dan melihat ke lantai sudah tergenang air dan tiba-tiba arwah Serly telah di bawah kakinya lalu menarik kaki lelaki misterius
__ADS_1
"Gedebage." sehingga kepala lelaki misterius terhempas ke wastafel lalu kelantai.
"Ha..." teriak lelaki misterius kesakitan