Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
RESTU


__ADS_3

Keesokan harinya..


Nia dan gibran telah sepakat untuk jogging bareng di taman komplek dekat rumah nia. Pukul 05:30 WIB mereka bertemu di taman, "hai niaa.." sapa gibran dengan lembut


"Hai.. " sahut nia


Mereka mulai jogging dan saling mengobrol.


"Nia.. makanan favorit kamu apa" tanya gibran


"Aku..?? emm.. aku suka mie goreng di kantin kampus.. wiih.. enak banget itu.. apalagi ama telor dadar nya.. uuhh.. mantul dah" jelas nia sambil membayangkan mie goreng buatan maknyik( karyawan kantin)


Mendengar hal yang dikatakan nia, gibran berniat untuk masuk jurusan chef di S2 nya. Nyatanya mereka sudah saling mengenal selama kurang lebih 3,5 tahun terakhir, setidaknya setengah tahun lagi mereka bersama.


"Nia.. nanti setelah sarjana.. kamu ada prepare apa?" Tanya gibran tiba tiba


"Emm.. belum tau sih.. cuman orang tuaku kepngen nya aku lanjut S2 di london.. buat ambil jurusan desainer" jelas nia, "kamu sendiri??" Tambahnya


"Prepare nya.. aku kepngen ke Australia.. ngambil jurusan chef" sahut gibran


"Wiih.. bisa masakin aku mie goreng kaya punya maknyik dong"


"Pasti.. pasti aku bikinin" jelas gibran Sesambil tersenyum


Mereka pun pulang.


Disisi lain Raya dan Riko janjian untuk bertemu di kafe,


"Gue bingung ko.. gue harus gimana? Gue.. gue harus pilih siapa? Nia sahabat gue dari kecil atau cinta gue" ucap Raya


Riko hanya terdiam mendengar keluh kesah Raya, karna Raya pun tak tau jika selama ini Riko pun juga menyukai nya dari awal mereka bertemu. Riko berusaha mengalihkan pembicaraan,


"Eh Ray.. lulus kuliah kamu ada acara kemanaa?? Gitu" alih Riko


"Rencana sih.. gue disuruh nglanjutin S2 di amerika.. disana gue mau fokus buat kejar cita cita gue jadi potographer terkenal" jelas Raya


"Oiya.. si Kitty.. gimna? "


"Denger denger sih dia.. stay di jakarta kalo udah S1 dia kepengen kerja sama ngurus panti " jelas Raya


"Ogitu.."


Di samping itu semua, Kitty berusaha mendekati Tio. "Telfon Tio aja kali yaa.. eh.. tapi ntarr gue dikira cewek genit lagi" ucapnya, "telfon enggak.. telfon enggak.. telfon enggak.." tambahnya (kebingungan)


Akhirnya Tio pun yang menelfon Kitty, ia bermaksut untuk menanyakan sesuatu tentang Raya. Hp kitty pun berbunyi, dimana hpnya masih di pegang olehnya.


"Hallo.." sapa Tio


"Assalamualaikum.." sahut Kitty


"Eh.. iya iya.. waalaikumsallam" jawab Tio sedikit malu. "Sorry nih kalo ganggu.. gue mau nanya sesuatu" tambahnya.


"Gpp.. gak ganggu kok.. emang mau nanya apa?" Tanya Kitty


"Soal Raya.." sahut Tio..

__ADS_1


Belum sempat menyelesaikan bicaranya, Kitty segera menyahut


"Hah?? Raya??"


"Iya.. " jawab Tio


Seketika itu hati raya hancur, satu- satunya laki- laki yang bisa membuat nya jatuh hati pandangan pertama ternyata malah menyukai sahabat dari kecil nya 'Raya


Segalanya semakin rumit, sangat rumit.


Hari ini adalah hari terakhir masuk efektif sebelum para mahasiswa melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester), semakin terasa perpisahan diantara 5 orang sahabat ini .


Gibran semakin gugup bukan, bukan karna UAS yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Namun, detik detik perpisahan diantaranya dengan Nia semakin membuatnya takut kehilangan Nia.


Jam pulang kuliah tiba, gibran berniat untuk mampir ke rumah Nia. Gibran menarik tangan nia menjauh dari ke 3 sahabat nya


"Niaa.. gue .. aku mau ngomong sesuatu ke kamu" ucap nya


"Apaan ran.. serius amat kayanya" sahut Nia


"Akuu.. akuu suka kamu Niaa" jelas Gibran terbata bata


"Hah..???" Nia bingung, di satu sisi ia juga mencintai gibran. Tapi ia tak dapat mengungkiri bahwa mereka beda agama, akhirnya..


"Akuu.. aku gak bisa kasih keputusan sekarang ran.. tolong!! Kasih aku waktu" ucap nia, "setidaknya sampai UAS selesai" tambanya.


"Okee.. tapi aku boleh mampir ketemu orang tua kamu?" Pinta gibran


Nia mengangguk menandakan meng Iyakan pinta gibran.


Mereka ber 2 kembali ke tempat Raya, dan Riko.


"Kitaa.. kita abiss.. dariii toilet" Nia berusaha menyangkal


"Kalian ke toilet bareng???" Ucap Riko trheran heran


"Gilak lu.. ya kagak lah.. maksutnya nia, kita gak sengaja ketemu arah toilet" jelas gibran.


"Nia tuh.. jelasin kaya orang abis di tembak aja.. gugup begitu" goda Riko.


Raya memandangi wajah nia yang terlihat agak kemerahan sebab malu, ia yakin telah terjadi sesuatu diantara mereka ber 2.


Di kelas, Kitty duduk sambil menulis jejak pembahasan dosen yang belum sempat ditulisnya tadi. Tio mendekati nya,


"Haai ty.." ucap nya


"Oh.. hai juga.." sahut Kitty pendek


"Ty.. kamuu.. sibuk nggak?"


"Emang kenapa?? Mau tanya soal Raya lagi" sahut Kitty


" kagak.. santuy aja deh, orang tua aku... mau nyumbang sekalian jadi donatur utama panti tempat kamu sekarang" jelas Tio


" serius..??? " Kitty ternganga mendengarnya, Lelaki yang dianggap nya hanya bisa membuat dunia segala nya tentang UANG dan Kekuasaan. Namun bisa juga berbagi untuk sanak saudara yang membutuhkannya.

__ADS_1


"Iyalah.. gimana?? Sibuk nggak?"


"Enggak kok.. nanti balik kampus, kamu bisa ikut aku ke panti langsung" ucap Kitty


"Yaudah.. nanti kamu bareng aku aja ke panti langsung, soalnya agak sore an aku ada keperluan" jelas Tio


"Oke"


Diparkiran kampus, Nia dan gibran pamit untuk pulang terlebih dulu


"Gess.. gue nganter nia duluan ya.. bye" ucap gibran, "duluan" tambah Nia. Merekapun berlalu meninggalkan raya, riko dan Kitty


"Gess.. kalian balik duluan deh.. gue nunggu Tio dulu" Kityy belum sempat menyelesaikan bicara nya, Raya menyahut


"Whaatt? Lu mau nebeng Tio? Cowo sombong itu.. OMG...."


"Apaan sih lu.. kagak.. dia itu mauu.." pembicaraan Kitty lagi lagi dipotong dengan kehadiran Tio tiba tiba,


"Hai.. kitty.. yuk.. berangkat sekarang" ucap nya, "ssstt lu jangan bilang bilang ke siapa siapa " tmbahnya sambil berbisik pada kitty seorang.


Tio tak ingin semua orang tau tentang apa yang dilakukannya, cukup Kitty saja.


Kitty dan Tio pun ikut berlalu meninggalkan Raya dan Riko,


"Huft... sebel bangett.. kira kira ngapain ya tumben tumbenan Gibran nganterin Nia doang..Aaaaaaaaggggg!!!!" Ucap Raya sambil teriakk


"Sstttr.. ngapain sih lu.." sahut Riko sambil menutup mulut Raya.


Namun apa daya, Raya justru menggigit nya.


"Mmm... "


"Aaaagg.. apaan sih ya.. gigit lagi.. lu pikir gue ayam goreng apa" ucap Riko seraya meniup niup telapak tangannya.


Akhirnya Riko pun mengantar Raya pulang.


Deg.. deg.. deg. Mungkin begitulah yang dirasakan gibran saat ia dan Nia sampai dirumah Nia, mereka mengetuk pintu.


"Assalamualaikum.." ucap Nia


Dari dalam rumah terdengar "Waalaikumsallam",


Pintu dibuka, terlihat ibu nia yang membukakan.


"Nia.. ini siapa?" Tanya ibunya


"Emm.. temen nia buk" sahut nia seraya menyalami ibu nya


"Masuk nak.." ibunya mempersilahkan nia dan gibran untuk masuk ke rumah. Tiba tiba,


"Siapa buk??" Ayah nia muncul , beliau sedikit kaget melihat seorang lelaki bersama nia.


"Ini yah, temen nia mampir" jelas ibu nia


Namun, ayah nia paham betul jika ada seorang lelaki yang datang berani menemui ke 2 orang tua nya , itu berarti ada sesuatu diantara mereka.

__ADS_1


Deg deg deg.. semakin kencang detak jantung gibran, mungkin kah orang tua nia merestui nya?


BERSAMBUNG


__ADS_2