
"Ini tindakan yang benar." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Hanya waktu yang dapat menjawab, keputusanku benar atau salah, satu hal lagi, Saat aku melihatmu pada waktu pertemuan pertama kita aku sangat bahagia sekali, tapi 30 menit lagi..rasa itu aka sirna." ucap Sani sambil mengangkat kedua tangannya untuk mencekik leher Ridwan.
Ridwan yang melihat maya dari kaca mobil depan sangat cemburu mendengar perkataan dari Sani setelah itu Ridwan menghentikan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil dan berjalan membuka pintu mobil Sani.
"Ayo keluar." ucap Ridwan sambil memberikan pistol ke tangan Sani dan setelah itu Ridwan masuk kedalam mobil dan meninggalkan Sani sendiri di jalan.
Setelah itu Maya lalu berpindah duduk di samping Ridwan dan meninggalkan Abi duduk sendiri di belakang.
"Terimakasih atas kepercayaannya, Ridwan." ucap Maya sambil menatap kearah Ridwan yang lagi menyetir mobil.
"Didepan sana ada kampus, berhenti di sana." ucap Maya.
Sedangkan Ibrahim mengendarai sepeda motor menghampiri Sani yang duduk di jalan, melihat Ibrahim Sani langsung naik ke sepeda motor dan mengejar mobil Ridwan.
__ADS_1
Setelah sampai di kampus, Maya keluar dari dalam mobil dengan menjinjing tas kecil dan berjalan santai ke arah tiga buah mobil hitam yang sedang melaju di hadapannya.
Saat Ridwan melihat mobil berwarna hitam berhenti di hadapan Maya, tiba- tiba 6 lelaki berjas hitam memakai kacamata hitam dan membawa senjata keluar dari dalam mobil dan berdiri di hadapan Maya, kemudian seorang lelaki tanpa senjata keluar dari dalam mobil dengan pakaian kemeja tersenyum ke arah Maya.
Melihat hal itu Ridwan hanya terdiam saat Maya membalikkan badannya kearah Ridwan.
"Ridwan kau sangat istimewa, ikutlah denganku, hidup akan terasa indah." ucap Maya sambil menatap wajah Ridwan.
"Bagaimana jika aku mengajukan penawaran yang sama padamu?." ucap Ridwan sambil tersenyum manis kepada Maya.
"Abi.." ucap Maya, lalu Abi membuka kaca mobil.
"Ayo.. turun sayang." ucap Maya sambil berjalan mendekati para pengawalnya.
Dan saat Abi keluar dari dalam mobil betapa terkejutnya Ridwan, Ibrahim dan sani melihat Abi bisa menginjakkan kakinya di tanah, dan berjalan seperti biasanya.
__ADS_1
"Keajaiban tak akan terjadi seijinnya." ucap Sani sambil menatap wajah Ibrahim dan menatap ke arah Abi yang berjalan seperti biasa tanpa ada cacatnya.
"Iya telah membodohi kita semua." ucap Sani dan saat Abi berjalan Ridwan dengan cepat memiting leher Abi.
"Cepat pergi, tunggu apa lagi, jangan pedulikan aku." teriak Abi sambil mencoba membebaskan diri dari Ridwan.
"Abi tidak akan kemana-mana." ucap Ridwan sambil memiting Abi, melihat itu Maya lalu mengambil pistol dari tangan pengawalnya lalu menembak ke arah perut Abi.
Melihat hal itu Ridwan sangat terkejut dan melepaskan Abi yang telah mati dan tersungkur di tanah.
"Simpan saja mayatnya jika kau mau." ucap Maya sambil menatap kearah Ridwan.
"Kau tak mengenal wanita dengan baik." ucap Maya sambil melirik ke arah Sani.
"Sebenarnya akulah Abi Khadafi." ucap Maya sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Kau jadi penasaran, bagaimana ceritanya, ceritanya benar, hanya saja keluarga itu jadi milik Abi Khadafi yang lain, yang telah ku bunuh dan ku rebut posisinya." ucap Maya sambil melihat ke arah Ridwan.