
Semua yang kau katakan sudah terekam dan kasetnya ada di sana." ucap Ridwan sambil menunjuk ke arah Sani dan Andika.
Melihat hal itu Hendri emosi lalu melempar komputer ke arah Ridwan dengan cepat Ridwan dapat mengelak dari lemparan Hendri.
Setelah itu Ridwan mendorong kursi ke arah Hendri kemudian mereka berdua bergulat dan berguling di lantai.
"Bawalah ini." ucap Andika sambil memberikan kaset rekaman kepada Sani.
"Aku akan memanggil petugas kargo." ucap Andika sambil berjalan meninggalkan Sani.
Ridwan dan Hendri terus berkelahi saling memukul satu sama lain, sehingga Ridwan jatuh di lantai dan saat itu juga Hendri ingin memukul Ridwan dan dengan cepat Ridwan menendang dada Hendri dengan kakinya, sehingga Hendri terlempar ke lantai.
Ridwan lalu berdiri dan memberikan pukulan di wajah Hendri, dan dengan cepat Hendri membalas pukulan Ridwan dengan memukul bagian perut Ridwan, dan Ridwan bisa bertahan dari pukulan Hendri.
Dan saat keduanya saling memegang kerah baju, dan Maya yang saat itu sedang berdiri di belakang Ridwan terus melihat Hendri dan Ridwan berkelahi.
__ADS_1
Saat keduanya melepaskan kerah baju masing-masing Ridwan berhasil mengelak dari tendangan Hendri dan mengenai perut Maya.
"Ha..ha.." teriak Maya terhempas ke kaca jendela kapal dan bagian pinggangnya terjatuh ke pagar besi kapal lalu Maya tersungkur di lantai.
"Maya..." teriak Hendri lalu mengejar Maya yang sudah mati di lantai, lalu Hendri melihat wajah Maya yang mulutnya telah mengeluarkan darah, dan saat itu Ridwan pun berlari ke arah Hendri dan Maya, dan Andika pun datang.
"Maya sudah tiada." ucap Hendri sambil berjalan kearah Ridwan.
"Berhentilah, berhenti atau aku." ucap Andika sambil mengeluarkan pistol dari jaketnya dan mengarahkan ke perut Hendri, dengan cepat Hendri mengambil pistol dan menembakkan ke dada Andika.
Sani dan petugas kapal berlari ke arah Hendri dan Sani sangat terkejut melihat mayat Maya dan Andika sudah terletak di lantai.
"Ridwan.. Ridwan."teriak Sani sambil memanggil Ridwan.
Hendri pun muncul di hadapan Sani dan petugas kapal, saat melihat Hendri petugas ingin mengambil pistol dari celananya, dengan cepat Hendri menembak bagian dada petugas kapal.
__ADS_1
"Ah..." teriak petugas lalu tersungkur di lantai.
"Dor.." dor."tembakan kearah Sani lalu Sani terus berlari menjauh dari Hendri dan Sani masuk kedalam kamar petugas.
"Klik." Sani mengunci pintu kamar sambil menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya ke dinding kapal dan kemudian Hendri muncul di depan kaca pintu.
"A..a.. a.." teriak Sani saat melihat Hendri dan terus berlari menaiki tangga.
"Ouch...!."teriak Sani karena kakinya tersandung tangga lalu Sani terus berlari ke lantai atas.
Sedangkan Hendri memotong jalan agar bisa mengejar Sani, saat melihat Sani yang berada di lantai bawah Hendri langsung menembak.
"Dor..."tembakan peluru Hendri ke dinding, dan Hendri terus mengejar Sani sehingga Sani."Bruk." Sani terjatuh di lantai dan terus berlari menyelamatkan diri dan saat Sani berlari di jalan buntu langkahnya terhenti dan saat Sani melihat ke belakang.
"Dak..Dig..duk." Sani sangat terkejut saat melihat Hendri sudah berada di belakangnya dan mengarahkan pistol kearahnya.
__ADS_1