Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan ke rumah Nova


__ADS_3

"Oh.. jadi kau ingin berbicara itu?." ucap Nova memalingkan wajahnya dari Ridwan.


"Iya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Maafkan aku, aku tidak ada waktu ada klien yang menungguku dan juga ada rapat penting yang harus aku lakukan." sambil memalingkan wajahnya dari Ridwan.


"Bisa kita bicara setelah makan siang?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova yang merajut.


"Kau bisa atur dengan sekretaris ku biar dia yang buat janji." ucap Nova dengan sombongnya.


"Baiklah terimakasih, permisi." ucap Ridwan sambil berjalan keluar dari ruangan Nova.


Setelah jam makan siang Ridwan menunggu Nova di ruangannya.


"Ring..ring." telepon berdering.


"Pak ibu Nova bisa berbicara dengan mu sore nanti di rumah nya." ucap staf


"Baiklah." ucap Ridwan dan kemudian Ridwan menuju rumah Nova.


"Ning nong." bunyi bel rumah Nova.


"Anda pak Ridwan silahkan masuk." ucap pembantu rumah tangga Nova sambil membuka pintu rumahnya.


"Silahkan duduk." ucap pembantu rumah tangga.

__ADS_1


"Terimakasih." ucap Ridwan sambil duduk di sofa.


Tiba-tiba Nova berjalan menuruni tangga rumahnya dengan menggunakan gaun yang seksi dan Ridwan yang melihat Nova berjalan mendekatinya langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Selamat malam Bu?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Selamat malam Ridwan." ucap Nova sambil duduk di sofa.


"Ibu terlihat hebat." ucap Ridwan sambil tersenyum.


"Terimakasih." ucap Nova sambil tersenyum manis.


"Ibu mau pergi ke pesta?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Terimakasih." ucap Ridwan sambil duduk berhadapan dengan Nova.


"Kau mau minum apa yang dingin, atau yang panas." ucap Nova sambil menaikkan kaki sehingga pahanya kelihatan dengan seksinya.


"Tidak usah." ucap Ridwan sambil mengalihkan pandangan ke arah laptop yang dibawanya.


"bagaimana kehidupanmu Ridwan." ucap Nova sambil tertawa kecil.


"Baik - baik saja." ucap Ridwan sambil menghidupkan laptopnya.


tiba-tiba pembantu rumah tangga datang menyuguhkan minuman dan di letakkan di atas meja.

__ADS_1


"Kau boleh pergi." ucap Nova kepada pembantu rumah tangga.


"Baik nyonya." ucap pembantu sambil berjalan keluar meninggalkan Ridwan dan Nova.


"Ibu Nova, maaf telepon kita ini sudah di retas oleh hacker, mereka menginginkan informasi tentang perusahaan kita." ucap Ridwan sambil menjelaskan kepada Nova yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Ridwan.


"Jadi aku minta persetujuan anda agar jaringan kita bisa diperbaiki." ucap Ridwan sambil Nova mencoba mencium pipi Ridwan.


"Lakukan saja semau mu." ucap Nova sambil mendekatkan wajahnya ke pipi Ridwan.


"Kalau begitu tanda tangan disini Bu." ucap Ridwan sambil menyodorkan sebuah pena.


"Kenapa buruh - buruh Ridwan aku akan tanda tangani di mana yang kau mau?." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan sambil Nova menyentuh pipi Ridwan dengan lembut.


"Ring..ring.." telepon genggam Nova berbunyi dari pak Robert suaminya.


"Bu.. telepon mu berbunyi." ucap Ridwan sambil menjauhkan wajahnya dari Nova.


"Halo." ucap Nova sambil memegang teleponnya.


"Hai sayang apakah kau sedang merindukan ku?." ucap pak Robert sambil tersenyum manis.


"Iya sayang aku sangat merindukanmu? kau tau kan ini hari pertama ku di kantor dan aku punya tanggung jawab yang besar ucap Nova sambil mengelus rambut Ridwan.


"Hem.. cobalah untuk mengerti aku..." ucap Nova sambil duduk di pangkuan Ridwan dengan cepat Ridwan berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2