
"Ayo." ucap Ridwan sambil berjalan keluar ruangan.
"Apa kau tega meninggalkan temanmu yang berbaring seperti ini?." ucap Sani sambil menatap ke arah Ridwan.
"Kita harus menghentikan Abi Khadafi sebelum tiba di terminal 02." ucap Ridwan sambil membalikkan badannya kearah Sani.
"Dan ya satu hal... aku tak akan melakukannya demi sebuah penghargaan atau sekedar perjalanan ke luar negeri, terserah kau bisa membantuku jika kau mau." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
Sedangkan Rian tiba - tiba membawa ponselnya dan menghampiri ibu Hartati yang duduk di kursi yang lagi membaca koran.
"Mama.." ucap Rian sambil memberikan ponsel telponnya kepada ibu Hartati.
"Tim bagaimana yang kau kirimkan, hanya gerombolan yang tidak berguna." ucap Benny sambil video call dengan ibu Hartati.
"Tak usah saling menyalakan satu sama lain, kau tak tahu bahwa dia bukanlah Abi Khadafi yang sebenarnya." ucap ibu Hartati sangat marah.
"Tapi Bu." ucap Benny dan ibu Hartati langsung memberikan ponsel itu kepada Rian, lalu berdiri dari tempat duduknya sambil berjalan melempar koran ke kursi dan meninggalkan Rian sendirian.
__ADS_1
"Apa kau tidak membalas dendam kepada Abi Khadafi." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani, setelah itu Ridwan lalu berjalan keluar menuju pintu ruangan IGD.
"Ridwan." ucap Sani menghentikan langkah Ridwan, sambil berjalan mendekati Ridwan.
"Jika ada yang membunuh sahabatnya, maka sahabat tak akan membiarkan hidup tenang sampai akhir hayatnya." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan, setelah itu keduanya keluar dari rumah sakit dan berjalan ke parkiran mengambil sepeda motor.
Ridwan dan Sani mengendarai sepeda motor dan mengejar Abi Khadafi.
"Sedangkan pak azis dan Ali datang ke rumah sakit menjenguk Ibrahim.
Sedangkan Abi Khadafi dan Frenky telah sampai di terminal 02, dan Abi berjalan dengan menjinjing tas kecil masuk kedalam terminal 02.
"Pak Azis aku ingin semua petugas polisi di sekitar terminal 02 dan pasang foto Ridwan dan Sani." ucap Ali sambil berjalan dengan dan menutup teleponnya.
Sedangkan Ridwan dan Sani telah tiba di terminal 02 dan mencari Abi Khadafi. Frenky dan Abi mendekati staf Bank.
"Selamat datang." ucap staf bank, setelah Abi memberikan kartu namanya.
__ADS_1
Sedangkan petugas polisi Malaysia telah datang ke terminal 02 dan membagikan foto Ridwan dan Sani agar di pajang di dinding terminal.
Sedangkan Abi Khadafi telah membuka loker 032 dan mengambil sebuah kotak kecil yang berisi file kecil, dan setelah itu Abi berjalan keluar bersama Frenky.
Sedangkan Ali berjalan terus mencari Ridwan dan Sani, dan pak Azis masuk kedalam ruangan kemera cctv terminal 02 agar bisa mencari keberadaan Ridwan dan Sani.
Saat di terminal Abi melihat Ridwan dan Sani di lantai dua, lalu Ridwan dan Sani berlari mengejar Frengky dan Abi.
"Fengky, kita akan keluar melalui pintu keluar utama." ucap Abi sambil menunjuk kearah pintu utama.
"Ayo cepat." ucap Frenky sambil berjalan cepat menuju pintu utama.
"Frengky kau sudah meneleponnya." ucap Abi sambil berjalan cepat meninggalkan Frenky di belakang.
"Ya, nyonya." ucap Frenky berjalan mengikuti dari belakang.
Ridwan dan Sani terus berjalan dengan cepat mengejar Abi dan Frenky, tapi saat itu ada petugas Malaysia berdiri, lalu Ridwan menarik tangan Sani dan memakai sebuah jaket yang menutupi kepalanya,lalu berjalan melewati para petugas Malaysia.
__ADS_1