Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Sabina jadi gila


__ADS_3

"Begitu saya sudah mendapatkan bukti saya tidak akan berbicara seperti ini." ucap Ridwan sambil berjalan bersama keluar dari kantor Angga


"Apakah kau tahu aku memberitahu kau semua ini." ucap Ridwan sambil terhenti di depan pintu kantor Angga sambil menatap wajah Angga yang sangat dongkol.


"Ketika kau memiliki ketakutan saya pasti tahu, sampai jumpa." ucap Ridwan sambil berjalan meninggalkan Angga dan berjalan masuk ke dalam mobilnya menuju apartemen dan menjumpai Sabina.


"Jadi, dia datang untuk menemui mu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sabina yang tertunduk ketakutan.


"Dia tidak pergi ke flat Serly, lalu kapan kau bisa menjadi saksi dalam kasus Serly?." ucap Ridwan sambil menatap Sabina yang tertunduk.


"Tidak, jika orang tua saya mengetahui ini, akan menjadi masalah." ucap Sabina dengan marah.


"Bagaimana kalau saya menanyakan kau di rumah di kampus?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sabina.


"Aku tidak akan hidup." ucap Sabina sambil memalingkan wajahnya dari Ridwan.


"Sekarang seorang gadis sudah mati, kau tahu itu." ucap Ridwan dengan nada marah sambil mengeluarkan rokoknya.

__ADS_1


"Aku ingin pergi ke gereja ini sudah sore." ucap Sabina sambil menutup hidungnya karena asap rokok Ridwan.


"Merokok itu buruk, tapi kita harus memastikan itu tidak mempengaruhi orang lain, aku meninggalkanmu karena kamu masih gadis kecil." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sabina yang tertunduk lalu Sabina berjalan meninggalkan Ridwan, dan masukkan rumahnya untuk mandi untuk bersiap-siap ke gereja.


Melihat itu Ridwan memutuskan untuk kembali kekantor,


Saat Sabina sedang mengeringkan rambutnya tiba-tiba


"Ah ...."teriak Sabina ketakutan melihat arwah Serly muncul dan menarik Sabina sehingga tersungkur di lantai dan ingin mencekik leher Sabina melihat arwah Serly Sabina berlari ke arah pintu.


"Ah...ah.." teriak Sabina sehingga terdengar oleh Ridwan yang dengan berada di pintu lift,dan dengan cepat Ridwan berlari ke flat Sabina


Saat Sabina terbangun dia melihat dirinya telah berada di rumah sakit dan melihat tangan telah di pasang infus.


"Dokter." teriak Sabina sambil membuka selang infus dari tangannya dan perawat dan dokter dengan cepat memegang Sabina yang ketakutan, dan saat itu Sabina melawan dan mencampakkan gelas yang berisi air di meja.


"Ah..., lepaskan aku." teriak Sabina ketakutan, lalu dokter memberikan obat bius kepada Sabina.

__ADS_1


"Pagang dia."ucap dokter kepada perawat sambil menyuntikkan obat bius kepada Sabina.


Sani yang bertamu di rumah Ridwan sedang mencicipi makanan malam bersama ibu Ridwan.


"Kapan kalian menikah." ucap ibu Ridwan sambil menghidangkan bubur ayam kepada Sani


"Secepatnya ibu, kalau Ridwan sudah siap aku pasti siap." ucap Sani sambil menatap wajah ibu Ridwan.


Dan tiba-tiba terdengar suara (Guntur)


"Seperti akan hujan saya telah menjemur pakaian, kalian makan, aku akan datang." ucap ibu Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Iya ibu." ucap Sani sambil melihat ke arah ibu Ridwan yang berjalan meninggalkan Sani dan Ridwan.


"Ridwan bagaimana kasus Serly?." ucap Sani sambil mengambil gelas dengan tangan kanan.


"Tidak apa-apa, Aku ingin tahu." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2