
Setelah itu Sharul di bawa ke rumah sakit dan Sani yang memeriksa kesehatan Sharul.
"Sharul ada apa, katakan sesuatu." ucap ibu Hartati sambil mendekati Sharul yang lagi berbaring di tempat tidur.
"Seperti yang saya katakan Bu, dia terkena stroke, bagaimana dia bisa bicara." ucap Sani sambil menatap wajah ibu Hartati.
"Tiba- tiba?" ucap ibu Hartati sambil menatap wajah Sani
"Itu terjadi tiba-tiba Bu." ucap Sani menyakinkan ibu Hartati dan memberikan surat kesehatan Sharul.
"Bisa itu terjadi pada siapa saja, kalian membuatku stress, bahkan ."ucap Sani sambil menatap wajah ibu Hartati yang sedang membaca surat keterangan sakit Sharul setelah itu ibu Hartati keluar sambil kecewa dan memberikan surat kesehatan itu kepada Sani.
Melihat ibu Hartati pergi, Sharul kemudian berdiri dari tempat tidur dan berjalan menutup pintu.
"Sani bisakah aku sembuh." ucap Sharul sambil ketakutan.
"Kita sedang bekerja sama, jika anda berkerja sama mungkin bisa sembuh." ucap Sani sambil menyakinkan Sharul.
"Aku tak tahu kalau Ridwan sekarang sudah menjadi bajingan." ucap Sharul sambil menatap wajah Sani.
"Ini surat penugasan ku." ucap Ridwan sambil memberikan surat kepada Ali dan setelah itu Ali membaca surat yang diberikan Ridwan.
__ADS_1
Lalu, Ali menelpon ibu Hartati.
"Bu, di sini ada Ridwan pengganti Sharul." ucap Ali.
"Sharul mendadak terkena stroke dan pihak intelijen segera merekomendasikan namanya, dia pasukan khusus, lebih tinggi dari pangkatmu, dia sangat jujur dan kau awasi terus." ucap ibu Hartati sambil mematikan ponselnya.
Setelah itu Ali, Ridwan, Ibrahim dan Sani berjalan bersama menuju pesawat. setelah sampai di bandara internasional Kuala lumpur.
Sani berjalan dengan Ibrahim sambil membawa kopernya masing-masing, sedang Ridwan berjalan dengan Ali.
"Akhirnya sampai juga menginjakkan kaki di negeri orang, disini terlihat begitu baik , wow bahkan lantai bandaranya jauh lebih indah, orang- orang disini sangat menjaga kebersihan." ucap Sani sambil mendorong kopernya, saat itu Sani melihat ibu - ibu duduk dengan anaknya yang sangat cantik.
"Halo, lucunya bolehkah aku berfoto dengan putrimu."ucap Sani sambil menghampiri anak ibu itu.
"Diam lah." ucap Sani sambil memegang ponselnya.
"Sayang...senyum lah..katanya cheese." ucap Sani sambil berfoto bersama anak yang sangat lucu.
"Liburan keluar negeri 101% harus ada buktinya." ucap Sani kepada Ibrahim.
"Ya.." ucap Ibrahim sambil menatap wajah Sani.
__ADS_1
Saat berjalan mendekati pintu bandara tiba - tiba seseorang lelaki dengan usia 50 tahun menghampiri Ridwan, Ali, Sani dan Ibrahim.
"Hai namaku Azis dari kedutaan Indonesia," ucap Azis sambil mengulurkan tangannya kepada Ridwan.
"Hai, Ridwan."ucap Ridwan sambil membalas salam dari Azis.
"AKP Ali dan ini tim ku." ucap Ali sambil membalas salam dari Azis.
"Ibrahim."ucap Ibrahim memperkenalkan diri.
"Pak Azis apakah ada pusat perbelanjaan di sini." ucap Sani sambil menatap wajah pak Azis.
"Tidak ada." ucap pak Azis sambil Ridwan dan Ali tersenyum manis melihat tingkah Sani.
"Kita akan menuju ke tempat penginapan." ucap pak Azis.
"Oke." ucap Ali dan semua tim masuk ke dalam mobil pak Azis.
"Tempat ini penuh jalanan, dan juga sangat bersih."ucap Sani sambil melihat dari dalam jendela mobil.
"Di cat putih dan bebas polusi." ucap Sani sambil menepuk pundak Ali
__ADS_1
"Pak Azis tolong berikan handphone dan laptop Abi Khadafi pada Ibrahim." ucap Ali sambil menatap ke jalan raya.
"Baiklah." ucap pak Azis sambil menoleh ke arah Ali.