Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
bayi Yanti meninggal


__ADS_3

"Kenapa repot-repot memiliki tv di kamar wanita kau kalau tidak bisa menonton siaran serial." ucap Maria sambil kecewa dan saat itu juga dr. Indra mengeluarkan Chiki dari kantong celananya dan memberikannya kepada Maria.


"Chiki terimakasih." ucap Maria sambil tersenyum.


"Kau ingat terimakasih." ucap Maria sambil tersenyum dan dr. Indra mulai memasang tensi di tangan Maria.


"Kau sudah menikah." ucap dr. Indra sambil memeriksa tensi Maria.


"Belum, aku akan menikah setelah melahirkan bayi ini, aku mencari pria yang cocok?." ucap Maria sambil menatap wajah dr. Indra.


"Pria apa yang kau inginkan." ucap dr. Indra sambil mencatat tensi Maria.


"Pria yang menikah denganku dapat menemukan aku jika aku tersesat di suatu tempat, dia harus bisa perhatikan apa yang aku kenakan, apa aku memakai celak atau tidak dan memujiku disaat yang sama, setiap aku meminta sesuatu dia harus perhatikan dan membawanya padaku dan ya minimalnya dia harus seorang dokter." ucap Maria sambil menatap wajah dr. Indra dan mendengar hal itu stetoskop dr. Indra jatuh dari tangannya.


"Periksa tekanan darah sekalian, aku bisa mendengar detak jantungmu dari sini." ucap Maria sambil melepas tensi dari lengannya dan dr. Indra pergi meninggalkan Maria.


Mulai saat itu dr. Indra mulai perhatian dengan Maria dan saat ketemu dr. Indra terus memberikan Chiki dan kacang dengan cara sembunyi- sembunyi.

__ADS_1


Pada saat mengambil makanan para ibu hamil semuanya kumpul di ruangan makan.


"Aku ingin seperti artis Jesica, dan Erika mereka mempunyai banyak uang dan tidak harus seperti kita ini jadi ibu pengganti." ucap Yanti sambil mengambil makanan yang di hidangkan.


"Oh.. Jadi kau mulai menghayal." ucap Maya sambil tersenyum melihat Yanti.


"Biarkan saja dia menghayal lagi pula orang seperti kita ini cuma bisa menghayal." ucap anggun dan semuanya ibu hamil tertawa dan saat itu juga tiba- tiba perut Yanti terasa sakit.


"Ah..ah.." teriak Yanti kesakitan.


"Kau tidak apa-apa." ucap teman - temannya.


Setelah itu Yanti di bawa ke zona 2 saat di pintu zona dua.


"Kalian tunggu disini, kalian tidak di perbolehkan masuk." ucap perawat sambil menutup pintu zona 2.


Tidak berapa lama Luna datang keluar dari zona 2 dan di depan pintu teman - teman Yanti sudah menunggu.

__ADS_1


"Bu gimana kabar Yanti." ucap Maria sambil berjalan mendekati Luna.


"Bayi Yanti tidak selamat." ucap Luna dan semua terkejut mendengarnya.


"Meninggal dua hari yang lalu itu sebabnya tidak ada pergerakan janin, Yanti yang malang tidak tau, aku beritahu kalian karena jika ada yang terasa tidak baik segera informasikan kepada dokter, kita harus mengeluarkan janin untuk menyelamatkan nyawa Yanti." ucap Luna sambil menatap wajah teman-teman Yanti dan lalu pergi meninggalkan mereka.


Ridwan yang sudah berada di kediaman Bayu terus mengamati Bayu dari dalam mobilnya tiba- tiba teleponnya berdering dari pak Suyatno.


"Ridwan, kau dimana." ucap pak Suyatno sambil menyetir mobilnya.


"Saya lagi bertugas pak." ucap Ridwan sambil melihat ke arah rumah Bayu.


"Kau sedang di luar rumah Bayu?." ucap pak Suyatno sambil menyetir mobilnya.


"Ya pak." ucap Ridwan.


"Ada peningkatan?." ucap pak Suyatno.

__ADS_1


"Kami telah mengawasinya sejak kematian Ramos tapi tidak ada yang mencurigakan dia hanya boneka." ucap Ridwan sambil melihat Bayu selalu berpesta di rumahnya.


__ADS_2