
"Hei.. apakah itu Ridwan." ucap Steven sambil melihat ke arah Ridwan yang sedang berada di dalam mobilnya bersama Sani.
"Ku dengar wanita yang disebelahnya itu calon istrinya, Ayo kita jalan." ucap Steven sambil menatap wajah Angga yang sedang menyetir mobilnya.
"Sejak Serly tiada bukan berarti hidup telah berakhir, kau boleh balas dendam dengan Ridwan dengan menikahi Sani." ucap Steven sambil melirik kearah Angga yang sedang menyetir mobilnya.
"Apa yang kau katakan." ucap Angga dengan kebingungan.
"Menikahlah dengan Sani agar Ridwan merasakan sakit kedua kalinya setelah itu Ridwan akan menghentikan kasus Serly." ucap Steven sambil menatap wajah Angga dan kemudian Angga menghentikan mobilnya karena telah sampai di depan apartemennya.
"Sampai jumpa pikir baik- baik apa yang saya katakan." ucap Steven sambil mengambil alih untuk menyetir mobilnya.
"Kita lihat saja besok." ucap Angga sambil berjalan masuk kedalam apartemennya.
Angga yang sedang menuju pulang kerumahnya di perjalanan tiba-tiba kaca berembun sehingga Steven tidak bisa melihat jalan lalu Steven mengelap kaca mobilnya dengan tangan kirinya sambil menyetir mobil dengan tangan kanannya, setelah di lap berembun lagi lalu Steven matikan AC mobilnya dan tiba - tiba arwah Serly berada di depan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Ah.." teriak Steven sangat terkejut dan sambil menekan gas sehingga mobil kencang dan berjalan tidak lurus.
"Ah.." teriak Steven saat melihat Serly telah duduk di sampingnya dan berada di dalam mobilnya melihat itu Steven ketakutan dan ingin menghentikan mobilnya, tapi rem mobilnya tidak berfungsi sehingga Steven menabrak jembatan lalu terjatuh kedalam laut.
"Rini..Rini, Rini," teriak Steven dengan kaki yang terluka sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya dan sampai di kamarnya Steven duduk di atas ranjang tidurnya dengan rasa ketakutan tiba- tiba anaknya datang dengan memakai topeng setan.
"Ah...." teriak Steven terkejut sehingga anaknya yang berusia 6 tahun bernama Sari tersungkur di lantai.
"Ah..ah.." teriak Sari sambil mengusap matanya.
"Astaga, apa yang terjadi padamu." ucap Rini sambil mendekati Steven.
"Apa semua ini." ucap Steven sambil menunjuk topeng setan.
"Dia mengadakan kompetisi kostum besok disekolah, dia datang untuk menunjukkan gaun kepadamu, tapi kau membuatnya takut seolah - oleh kau melihat hantu." ucap Rini sambil menatap wajah Steven yang pakai perban di keningnya.
__ADS_1
"Ya, saya kerasukan, apakah kau tidak memiliki pilihan yang lebih baik untuk kompetisi, pergi?." ucap Steven dengan sangat marah dan sambil menundukkan kepalanya.
"Aku tidak tahu apa yang salah denganmu? aku akan memberikan obat untukmu." ucap Rini sambil menatap wajah Steven lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Kemari sayang." ucap Rini sambil memegang tangan Sari lalu pergi meninggalkan Steven sendiri yang melihat ke arah topeng setan yang terletak di lantai.
Ridwan di panggil pak Bambang ke ruangannya.
"Seberapa jauh kasus Serly." ucap pak Bambang sambil duduk di kursinya dan melihat ke arah komputernya.
"Aku akan menyerahkan bukti kalau Angga adalah pembunuh Serly." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.
"Jika kau tidak mendapatkannya." ucap pak Bambang melirik ke arah Ridwan.
"Bahkan jika setidaknya satu orang mencurigai Angga dan mengajukan keluhan, jika ditanya dengan cara terbaik, kita dengan mudah dapat menyelesaikan kasus ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.
__ADS_1