
Di perjalanan Ridwan terus berfikir.
"Aku tidak tahu apakah pekerjaan ku adalah alasan kami berpisah tempo hari, tetapi pekerjaan ini tidak dapat menolong kasus Serly, pertama kalinya aku menyesal memakai seragam ini, jika AKBP Ridwan tidak bisa melakukannya, maka Ridwan yang mencintai Serly pasti bisa melakukannya aku tidak peduli tentang apa pun." ucap Ridwan berbicara sendiri dengan hatinya sambil menyetir mobilnya.
Sani yang sedang asik baca buku tiba-tiba.
"Ting.." bel berbunyi, lalu Sani berdiri dari tempat duduknya dan berjalan membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya Sani melihat Angga sudah berada di depannya.
"Sani, Ridwan disini." ucap Ridwan sambil memegang ponselnya.
"Aku sedang menunggumu, dimana biasa kau menemui ku." ucap Angga sambil matikan teleponnya.
Mendengar kata-kata Angga Ridwan langsung menyetir mobilnya ke kantornya setelah sampai di kantor Angga Ridwan masuk kedalam ruangan dan mendengar suara tangisan Sani.
"Sani apa yang terjadi." ucap Ridwan sambil berlari mendekati Sani yang duduk di lantai dan bersandar di meja sambil menangis.
__ADS_1
"Mengapa kau duduk di sini." ucap Ridwan sambil memegang pundak Sani.
"Tidak Ridwan, Angga." ucap Sani dengan ketakutan dan dengan cepat Angga memukul kepala Ridwan dengan kayu sehingga Ridwan pingsan.
Dan saat Ridwan tersadar dia melihat tangannya sudah di ikat dengan tali, dan melihat Angga mendekati Sani.
"Kenapa aku seperti ini?."karena dia telah mengganggu pikiran istriku." ucap Angga sambil menatap wajah Sani yang menangis.
"Hei, apa yang kau bicarakan." ucap Ridwan sambil menatap kearah Angga.
"Angga, jangan kau sentuh dia." ucap Ridwan sambil mencoba membuka ikatan tangannya.
"Kau telah buang Serly kepadaku, sekarang aku akan membuang Sani agar bisa kau menyimpannya." ucap Angga sambil mendorong kursi ke arah Ridwan.
"Sani cepat lari dari sini." ucap Ridwan sambil mencoba membuka ikatan tangannya.
__ADS_1
"Kau mengatakannya begitu mudah, ayo aku ingin melihat bagaimana dia bisa pergi, dia tidak bisa bergerak satu inci pun dari sini kamu ingin tahu kenapa?." ucap Angga sambil melihat ke arah Sani yang menyandarkan belakangnya ke meja sambil menangis.
"Apapun yang aku lakukan itu akan menjadi sesuatu yang berbeda." ucap Angga sambil melirik ke arah Ridwan.
"Hei, jika aku meninggalkanmu Serly tidak akan meninggalkanmu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Angga.
"Hei, apa yang kau katakan, dimana Serly, ayo coba panggil dia, minta dia datang." ucap Angga sambil berjalan mendekati Ridwan yang terikat tali.
"Apakah dia disini?." ucap Angga sambil membuka laci dan mengeluarkan semua kertas didalamnya.
"Ini, katakan padaku." ucap Angga sambil melempar botol minum sehingga air tertumpah ke lantai.
"Serly tidak akan datang, aku bilang dia tidak akan datang, karena kesalahan Serly, dia akan menanggung semuanya." ucap Angga sambil berjalan mendekati Sani dan saat itu juga Sani langsung menampar Angga tapi dengan cepat Angga menampar pipi Sani sehingga Sani tersungkur di lantai.
Dan Serly datang dan merasuki tubuh Ridwan sehingga Ridwan bisa membuka ikatan talinya.
__ADS_1