Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
20


__ADS_3

setelah drama yang di buat bela semua siswa jadi membicarakan quin dan erwin.membuat nia seakan tidak terima teman nya di bicarakan tapi quin membiarkan saja.


bela senang karena berhasil mempermalukan quin.


quin dan nia pun sampai di parkiran dan mereka pulang dengan mengendarai mobil masing masing.


"kita nongkrong dulu yuk di cafe kemarin"ajak quin saat nia mau masuk mobil.


"boleh juga,ayo"nia pun setuju karena dia pun ingin menghibur quin.


mereka pun menuju arah cafe yang mereka kunjungi kemarin.


sementara erwin tidak jadi kekampus karena harus mengikuti keinginan lisa perempuan yang bersama nya saat ini.


"ayo lah win aku mau beli baju dan lain nya juga kamu kan tahu aki tidak banyak bawa pakaian"bujuk lisa manja supaya erwin menuruti keinginan nya.dari kecil dia memang suka sama erwin karena erwin selalu menuruti semua keinginan nya.


"tapi aku sudah lelah dari tadi mengikuti mu kesana kemari,mana aku bolos tidak sekolah"erwin terus saja mengomel.di dalam hati nya dia ingat quin dia ingin memberi tahu quin kalau hari ini dia tidak masuk tapi hp nya kehabisan batre belum sempat di carger.


"kita langsung cari makan saja tadi aku lihat di sana ada cafe bagus,kita kesana ya"kata lisa sambil menggandeng tangan erwin.


"iya terserah kamu"jawab erwin pasrah karena dia sudah pasti kalah,apa bila dia tidak menuruti keinginan lisa dia akan mengadu ke mama erwin.yang pasti erwin yang di marahin mama nya.


erwin dan lisa masuk ke cafe yang sama dengan quin dan nia.

__ADS_1


erwin dan lisa sampai duluan ke cafe dan duduk menghadap ke pintu masuk sementara quin masih di parkiran menunggu nia keluar.


"setiap hari cafe ini selalu ramai ya"kata nia tutun dari mobil dan menghampiri quin


"iya suasana nya asyik dan juga makanan dan minuman nya enak serta harga nya terjangkau untuk semua kalangan"jawab quin membenarkan ucapan nia.cafe tersebut banyak di gandrungi anak muda.


"aq jadi punya ide untuk membangun cafe di sekitar kampus kita pasti ramai,gimana menurut mu kalau kita bangun bersama"tiba tiba quin punya ide ngajakin nia buka cafe bersama.


"iya boleh juga ide lu nanti kita cari waktu yang pas buat bahas itu,sekarang saat nya kita duduk santai sambil cuci mata hahaa"kata nia tertawa sambil berjalan masuk bersama quin.


quin asyik main hp tanpa melihat sekitar nya sedangkan nia mata nya kesana kesini mencari diman tempat duduk yang pas buat mereka.tiba tiba mata nya melotot melihat pemandangan di depan mata nya.dia melihat erwin makan bersama perempuan dan yang bikin hati panas mereka makan sambil suapan.nia melirik quin siapa tahu quin jg melihat apa yang dia lihat tapi dia bersyukur karena quin fokus main hp sehingga tidak melihat pemandangan yang bisa bikin hati nya sakit.


hemm...nia berdehem untuk mengatur nafas nya yang sedang panas terasa mau meledak


"kenapa,nama nya juga cafe pasti ramai lah orang kalau tidak mau ramai ya di kuburan"jawab quin tanpa memperdulikan nia yang lagi was was.


...****************...


setelah sampai di meja mereka quin pun duduk dan melihat kesegala arah membuat nia semakin ketakutan.dalam hati nia ingin sekali dia menyampiri meja erwin dan meminta penjelasan tapi dia tahan dia tidak mau quin tahu.


"pesan lah nia kok dari tadi kamu bengong saja bukan nya ide mu yang mau ke sini"tanya quin aneh melihat tingkah nia apalagi dia diam bukan seperti nia saja.


"kita pindah aja yuk ke cafe yang lain disini terlalu ramai"alasan nia supaya quin tidak curiga

__ADS_1


"kamu gimana sih kita kan sudah sampai masak harus pindah lagi,udah lah disini saja"quin kesal dengan tingkah nia tidak berapa lama pelayan datang mereka pun cuma pesan minuman saja.


"aku mau toilet dulu,kamu mau ikut atau disini saja"quin pun berkata sambil bangun dari duduk nya.


"aku disini saja deh,kamu jangan lama lama"jawab nia.


quin pun berlalu ke tailet tanpa mereka sadari disana bukan hanya ada erwin tetapi juga andrian ada disana bersama rekan kerja nya dan dia melihat quin dari pertama masuk cafe.


quin berjalan menuju toilet kebetulan melewati meja erwin dan dia melihat erwin lagi di suapi sama perempuan yang sama yang dia lihat di lampu merah tadi pagi.quin pun menghampiri meja mereka.


"hai erwin disini juga"tanya quin santai dan betapa terkejut nya erwin melihat quin tiba tiba sudah di depan nya apa lagi posisi dia bikin salah paham.dengan tergagap erwin menjawab


"i..iya,kamu disini juga"jawab nya terbata bata seperti orang yang lagi ketahuan selingkuh


"pantesan tadi kamu tidak masuk kelas ternyata lagi pacaran,kenalin aku quin"kata nya santai sambil mengulurkan tangan buat kenalan dengan tu perempuan.perempuan itu pun menyambut uluran tangan nya sambil senyum


"oh kamu teman kampus erwin,iya hari ini dia membawa ku keliling jakarta jadi gak masuk,kenalin aku lisa calon istrinya"kata lisa memperkenal kan diri sebagai calon istri erwin.


"oh selamat ya jangan lupa undangan nya,kalau gitu aku permisi toilet dulu"kata quin lembut sambil tersenyum dan dia melirik erwin yang salah tingkah tetapi tidak membantah ucapan lisa itu yang bikin hati quin sakit.


semua itu pun di saksikan andrian dari kejauhan dan dia pun menyusul quin ke toilet.


...----------------...

__ADS_1


tbc


__ADS_2