
"Maaf, silahkan duduk." ucap Ridwan sambil menjauhi Nova.
"Aku sangat lelah hari ini tolong maafkan aku." ucap Nova sedangkan Ridwan menelepon Ali tiba-tiba Nova langsung memeluk Ridwan dari belakang sehingga membuat telepon genggamnya terjatuh kelantai.
"Apa yang kau lakukan?." ucap Ridwan sangat terkejut.
"Aku pernah melakukan ini sebelumnya." ucap Nova sambil mendesah dan mengelus rambut Ridwan.
"Ini salah."ucap Ridwan.
"Jadi ini salah kau tidak bisa hidup tanpa aku Ridwan." ucap Nova sambil memeluk Ridwan dari belakang.
"Tidak Nova." ucap Ridwan sambil mencoba menghindari genggam tangan Nova.
"Kau benar Ridwan aku bisa sukses tapi tidak bisa untuk bahagia." ucap Nova sambil memeluk Ridwan dengan merangsang, perlahan- lahan Nova membuka kemeja Ridwan sehingga Nova berbaring di lantai. saat kalung Ridwan kelihatan di kaca Ridwan langsung sadar dan langsung berdiri.
"Ridwan apa yang terjadi." ucap Nova sambil memegang kerah baju Ridwan.
"Tidak Nova apa yang kita lakukan ini adalah salah." ucap Ridwan sambil melepaskan tangan Nova dari kerah bajunya.
__ADS_1
"Tidak ada yang salah Ridwan, ayo cintai aku Ridwan." ucap Nova sambil menarik Ridwan kedalam pelukannya.
"Tidak Nova,aku tidak akan mungkin berkhianat dengan Sani lepaskan aku." ucap Ridwan sambil berdiri dan berjalan menjauhi Nova.
"Ridwan apakah aku meminta kau meninggalkan Sani? aku hanya ingin berhubungan intim." ucap Nova sambil mengejar Ridwan.
"Aku tidak mau." ucap Ridwan sambil mengambil laptop nya.
"Kenapa kau tidak mau." ucap Nova sambil menarik tangan Ridwan.
"Tinggal aku." ucap Ridwan sambil berjalan keluar dari ruangan Nova.
"Aku sekarang punya posisi kekuasaan dan uang aku bisa membuatmu sukses Ridwan.
"Saat dulu kau tidur denganku kau tidak siap menikah denganku, sekarang kau sudah menjadi istri orang lain kau ingin tidur denganku aku bersyukur dengan Tuhan aku tidak jadi menikah dengan mu melihatmu bercinta denganku aku merasa kau bercinta dengan Robert hanya untuk mendapatkan uangnya saja." ucap Ridwan sambil berjalan keluar dari rumah Nova.
"Ridwan... Ridwan, kau pikir aku apa, wanita brengsek wanita murahan, wanita psk."teriak Nova sambil emosi.
"Jadi kau pikir aku seorang gigolo, sehingga kau pikir bisa menggunakan uang dan posisimu untuk mendapatkan ku, tidak." ucap Ridwan sambil keluar dari rumah Nova.
__ADS_1
"Ha..." teriak Nova sambil memukul vas bunga.
"Ridwan... Ridwan kau lakukan ini adalah salah, Ridwan.." teriak Nova dari lantai atas rumah nya.
Setelah sampai dirumahnya Ridwan melihat Sani telah menunggu di dalam rumahnya bersama Ali, putri dan teman- teman yang lainnya.
"Ridwan." ucap Sani sambil berjalan menghampiri Ridwan.
"Iya Sani."ucap Ridwan sambil menghentikan langkahnya.
"Ridwan kenapa ponselnya dimatikan." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Ponselnya tidak dimatikan." ucap Ridwan sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
"Oh iya baterainya mau habis." ucap Ridwan sambil melihat ponselnya.
"Ya sudah pesta mau mau di mulai semua tamu sudah menunggu." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Maafkan aku Sani aku telah datang terlambat, kau urus dulu tamunya aku akan berganti pakaian dulu." ucap Ridwan sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1