Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Pak Bambang menunjukkan foto Abi Khadafi


__ADS_3

"Karena ada twist dalam ceritanya." ucap pak Bambang sambil berhenti di pintu masuk dan menekan tombol power agar pintu terbuka.


Saat pak Bambang dan Ridwan masuk ke dalam kantor.


"Selamat pagi pak, selamat pagi pak." ucap staf kantor sambil berdiri dan menghentikan pekerjaannya.


"Silahkan duduk." ucap pak Bambang sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya, saat itu Niko berada di kantor dan Ridwan pun menyapanya.


"Niko .. bagaimana kabarmu." ucap Ridwan sambil menepuk pundak sahabatnya.


"Sehat."ucap Niko sambil tersenyum melihat Ridwan dan pak Bambang berhenti di depan ruangannya.


Setelah itu pak Bambang menekan tombol power agar pintu terbuka, setelah itu pak Bambang berjalan masuk ke ruangan dan duduk di kursinya, dan Ridwan duduk di depan kursi pak Bambang.


Setelah itu pak Bambang membuka laptop yang ada di atas meja dan menunjukkan 3 foto yang berbeda.


"Abi Khadafi." ucap pak Bambang sambil menatap ke layar laptopnya.

__ADS_1


"Yang mana." ucap Ridwan menatap ke arah layar laptop.


"Semuanya, dan ini adalah orang yang baru kita tangkap." ucap pak Bambang sambil menyentuh keyboard di laptopnya.


"Abi Khadafi selalu merubah wajah dan sekarang kita tak tahu bagaimana rupanya saat ini apakah nyata atau tidak." ucap pak Bambang sambil menatap wajah Ridwan.


"Dan itu yang membuat mereka lebih berbahaya, dia mengendalikan banyak uang orang Indonesia." ucap pak Bambang sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah jendela.


"Orang- orang yang punya pengaruh di negeri ini, dan parahnya lagi kita tidak tahu siapa mereka, Abi Khadafi adalah bagian terbesar dalam jaringan ini." ucap pak Bambang sambil berjalan ketempat duduknya.


"Tapi pak, anda belum memberitahuku sebelumnya perihal twist dalam cerita ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.


"Hanya pihak yang tertentu yang tahu tentang penangkapannya dan ini merupakan bom waktu yang berdetak." ucap pak Bambang sambil menatap Ridwan.


Setelah itu Ridwan dan pak Bambang keluar dari ruangan dan berjalan menuju parkiran mobil.


"Pertama- Tama kita harus menyadap semua percakapan telepon perusahaan yang terkenal di Indonesia, setelah itu kita sebarkan berita penangkapan Abi Khadafi di media." ucap Ridwan sambil berjalan bersama pak Bambang.

__ADS_1


"Saat beritanya menjadi sensasi, dan yang semua kita butuhkan adalah sebuah kesalahan." ucap Ridwan sambil berjalan dengan pak Bambang menuju parkiran mobilnya.


Setelah itu reporter mulai menyiarkan berita di televisi, media.


"Kepolisian Malaysia telah menangkap Abi Khadafi, bersama istrinya Maya di Kuala Lumpur, ini di yakini akan menjadi sebuah prestasi besar." ucap reporter TV.


Mendengar berita itu semua masyarakat dan karyawan turun ke jalan- jalan melakukan demonstrasi.


"Dalam upaya pemerintah Indonesia membawa uang hitam kembali." ucap reporter TV.


"Pertanyaan ya apakah masih ada pihak lain atau pemerintah akan berhenti pada Abi Khadafi.?" ucap reporter TV


"Atau mereka akan menangkap para donatur Abi Khadafi, menurut beberapa sumber Abi Khadafi telah melakukan pencucian uang." ucap reporter TV Lagi.


"Lebih dari 1000 miliyar rupiah, yang dijarah dari negara kita lalu di bawa Abi Khadafi keluar negeri." ucap reporter TV.


"Ibu Hartati bisakah anda memberikan keterangan kepada kami." ucap para reporter TV yang telah menunggu ibu Hartati di kantor perusahaannya.

__ADS_1


__ADS_2