Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Novi meninggal dunia


__ADS_3

Hanya satu kali saja aku menjadi Ridwan, dan kau menjadi Hendri, bagaimana pendapatmu." ucap Hendri sambil tersenyum manis, sambil menyilang jari kedua jari telunjuknya dan tertawa, melihat hal itu Ridwan berjalan mendekati Hendri lalu menampar wajahnya sehingga Hendri tersungkur di tanah.


"Ha..ha..apa yang kau pikirkan." ucap Hendri sambil menatap ke arah rumahnya, melihat hal itu tanpa sadar Ridwan memasuki rumah Hendri karena Ridwan pikir itu penginapannya dengan Sani


Melihat hal itu Hendri berjalan ke penginapan Ridwan, pagi harinya Ridwan melihat dirinya telah berbaring di tempat tidur bersama Novi, dan melihat Novi hanya memakai selimut di bagian pinggang sampai paha, melihat hal itu Ridwan langsung keluar dari rumah Novi dan mencari Sani ke penginapan.


Saat Ridwan telah sampai di kamar Sani, Ridwan melihat Sani keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja hias sedang mengeringkan rambutnya.


"Kau sudah kesini, apakah kau sudah puas." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Apakah Hendri kesini semalam." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Iya kau yang menyuruhnya kan." ucap Sani sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

__ADS_1


"Kau menyuruh Hendri agar merayuku, kalau aku menolak dia pasti marah, aku akan mengatakan pada Novi agar dia mengendalikan Hendri dan hal ini tidak bisa dilakukan tiap hari, ya.. kalau ada hari - hari yang istimewa maka aku tidak akan menolaknya." ucap Sani sambil menyisir rambutnya.


Mendengar kata-kata Sani Ridwan sangat emosi kepada Hendri, dan setelah itu Ridwan menenangkan diri dan pikirannya dengan berlari, saat pulang lari pagi Ridwan melihat banyak polisi Bangkok berkumpul di rumah Hendri.


"Sepertinya ini kasus kriminal yang sangat berat, didalam rumah terdapat jenazah." ucap anggota polisi Bangkok kepada atasannya yang berada di halaman rumah Hendri.


"Tolong periksa sebelah sini, dan kumpulkan segala bukti - buktinya, kita harus cari sidik jari yang ada disini,"ucap petugas polisi Bangkok dan Ridwan terus berjalan masuk ke dalam rumah Hendri dan melihat petugas polisi ada dimana - mana.


"Siap pak." ucap petugas polisi kepada atasannya.


"Ridwan Novi telah tiada." ucap Sani sambil menangis.


"Apa." ucap Ridwan sambil terkejut dan berjalan mendekati mayat yang tertutup dengan kain putih yang terletak di lantai.

__ADS_1


"Jangan menyentuhnya." teriak Hendri kepada Ridwan yang ingin melihat wajah jenazah.


"Jangan sentuh dia." ucap Hendri sambil melihat ke arah Ridwan yang langsung berdiri dan menatap wajah Hendri.


"Kau yang telah melenyapkan Novi ku." ucap Hendri sambil menunjuk ke arah Ridwan.


"Apa..,aku." ucap Ridwan sambil terkejut.


"Apa." ucap Sani sambil terkejut dan semua petugas melihat ke arah Ridwan.


"Jika bukan kau siapa lagi, kau yang semalam bersama dengannya." ucap Hendri sambil berjalan mendekati Sani.


"Apa yang kau katakan Hendri, semalam kau mengatakan bahwa kau akan pergi ke bar untuk minum - minum lagi." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri yang sedang mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Ya.. kami memang pergi ke bar, tetapi dia membuat alasan dan meninggalkan aku di sana." ucap Hendri sambil menangis dan mendengar hal itu Ridwan sangat terkejut, dan hatinya menjadi lega bahwa Sani dan Hendri pada malam itu tidak bersama.


__ADS_2