Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Hendri terbunuh.


__ADS_3

"Whooooosh! Hendri langsung melempar senjata kearah Sani dan dengan cepat Sani mengelak dari lemparan Hendri dan lalu berlari ke dalam ruangan mesin kapal.


"Kreeek.. kreeek.." Sani menutup pintu ruangan mesin kapal, dan Hendri terus mendobrak pintu ruangan mesin


"A..a...ah.."teriak Sani karena menahan pintu ruangan,


"Prang...!"Hendri langsung memecahkan lemari kaca dan mengambil kapak.


"letang...Letang.." bunyi rantai besi yang di kapak Hendri.


Melihat itu Sani langsung berlari sedang dan bersembunyi di balik mesin kapal dan Hendri terus mencari Sani sambil memegang kapak, sedangkan Sani terus bersembunyi dibalik mesin dan saat Sani melihat pintu keluar terbuka Sani kemudian berjalan perlahan - lahan.


Dan tiba-tiba "Szzzzt.." suara gas keluar dari tangki, dan Hendri langsung menatap kearah Sani dan dengan cepat Sani berlari keluar dari ruangan mesin kapal.


"Swishh..swoosh...sret..sreek." suara dari ayunan kapak Hendri kepada Sani yang terus menghindar dari Hendri.


"Gedebug."Sani terjatuh ke jeriken air. dan saat Hendri mengayunkan kapak ke Sani.

__ADS_1


"Aaaaaaaah." teriak Sani sambil menutup wajahnya dan saat itu Ridwan langsung memegang tangan Hendri.


"Bruk..bruk.." Ridwan langsung mendorong Hendri ke besi - besi panjang.


"Crashh.. crashh..crashh.."Hendri terus mengayunkan kapak nya ke arah Ridwan yang terus mengelakkan diri.


Dan dengan cepat Ridwan memegang tangan Hendri lalu memukul bagian perut Hendri.


"Aaaah." ucap Hendri kesakitan lalu membalas pukulan Ridwan.


"Plak..plak...pong..." Ridwan di pukul Hendri di bagian perutnya, dan dengan cepat Ridwan membalas pukulan Hendri.


"Gedebum." Hendri terjatuh di besi panjang dan dengan cepat Hendri mengambil besi dan memukuli Ridwan dengan besi dan tanpa sadar Hendri telah membuka tali jangkar yang terletak di dinding kapal.


"Aaaaah, ukh..." teriak Ridwan karena ditusuk Hendri dengan besi di bagian bahunya, lalu Ridwan berusaha mendorong Hendri ke belakang.


"Gedebum."Hendri terhempas ke tangki dan Ridwan terhempas ke kiri.

__ADS_1


"Sis..sis." jangkar lalu meluncur kearah Hendri dan mengenai dada Hendri dan mengakibatkan Hendri tewas di tangki.


"Ridwan...Ridwan."ucap Sani langsung berlari mendekati Ridwan dan langsung memeluk Ridwan yang terluka di bagian bahunya.


Keesokan harinya Sani dan Ridwan di sambut Adi dan putri di bandara.


"Selamat datang sahabatku." ucap putri tersenyum bahagia sambil memeluk Sani.


"Selamat kembali ke Indonesia." ucap Ali sambil memeluk Ridwan sambil tersenyum.


"Pak Bambang sangat bangga padamu, katanya kapan kalian menikah, jangan liburan aja." ucap Ali sambil melirik ke arah Sani.


"Kami akan menikah setelah Putri dan Ali yang menikah." ucap Sani sambil tersenyum kepada Ridwan.


"Hahaha." ucap Sani, Ridwan, Ali dan Putri dan merekapun meninggalkan bandara.


Di Apartemen di kalibata city Jakarta pusat pada malam seorang satpam yang bernama Anton sedang piket, pada saat jam 01.00 Anto yang sedang duduk tertidur terbangun karena mendengar suara air yang jatuh dari apartemen.

__ADS_1


"Tes...tes...tes.."air menetes dari apartemen Lalu Anto berdiri dari tempat duduknya dan melihat ke arah atas apartemen dan kemudian berjalan masuk sampai kelantai 13 dan melihat lantai telah tergenang air dan Anto mendekat apartemen nomor 53.


__ADS_2