Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Nova ingin mengaborsi anaknya


__ADS_3

"Nova sedang pergi ke rumah sakit, nanti sebentar lagi dia akan pulang, jadi telepon saja sebentar lagi." ucap Lala yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga Nova sambil mematikan teleponnya.


Mendengar hal itu Ridwan langsung pergi ke rumah Nova sampai di rumah Nova Ridwan melihat Bu Lala sedang bersihkan rumah.


"Dimana dia." ucap Ridwan sambil menatap wajah Bu Lala.


"Di atas." ucap ibu Lala dan Ridwan bergegas naik ke kamar Nova yang sedang berdiri di depan kaca.


"Nova kenapa kau ke rumah sakit." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova dari cermin.


"Aku melakukan pemeriksaan rutin, tapi dokter mengatakan aku hamil."ucap Nova sambil mengeluarkan pakaian dari dalam lemari.

__ADS_1


"Hamil? itu berita bagus kenapa kau tidak mengatakan kepadaku." ucap Ridwan sambil mendekati Nova.


"Ini bukan tipe penyakit yang harus kukatakan kepadamu, kita hidup bersama tetapi kita lupa melakukan tindakan pencegahan kehamilan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan aku sudah melakukan jadwal besok dan aku akan melakukan aborsi." ucap Nova sambil membereskan pakaiannya.


"Apa? kenapa kau melakukan aborsi bukankah kita menikah?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Ridwan aku melakukan aborsi bukannya aku tidak ingin anak diluar pernikahan, aku melakukan karena aku tidak ingin adanya pernikahan dan anak yang menghambat karir ku." ucap Nova sambil berjalan menjauhi Ridwan.


"Kau bilang apa Nova ini hasil cinta kita." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Jadi tidak ada tempat bagiku dalam hidupmu dan kau tidak mencintaiku?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.

__ADS_1


"Kenapa kau berfikir aku tidak mencintaimu, aku sangat mencintaimu dan akan selalu begitu, tapi aku sungguh tidak bisa mengorbankan karirku." ucap Nova sambil berjalan mendekati Ridwan.


"Apapun itu Nova kau harus melahirkan anakku, kau tidak boleh membuang anakku." ucap Ridwan sambil menyakinkan Nova.


"Astaga, kau berbicara seperti sudah menjadi suamiku Ridwan, Ridwan anak ini adalah milikku dan dia berada dalam tubuhku , dan hanya aku yang memutuskan apa yang harus aku lakukan, aku baru saja mendapatkan langkah pertama dalam hidupku, masih panjang sekali langkahku untuk menikah dan mempunyai anak darimu." ucap Nova dengan nada emosi.


"Artinya kau hanya menggunakan ku hanya mengejar karier mu dan kau tidak membutuhkan ku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Wanita yang sukses tidak membutuhkan siapapun, aku suka melakukan profesi ku dan aku bangga dengan keberhasilanku, dan aku tidak perlu menikah dan mempunyai anak darimu dan aku sudah berbahagia." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.


"Kau begitu pemikiran kita sangat berbeda, kau akan mendapatkan keberhasilan dan keberhasilan tidak akan sulit bagi wanita seperti mu, bukan kah selama ini kau ingin berhasil dan kaya, tapi ingat lah satu hal kalau kau sudah mencapai puncak keberhasilan tapi tidak ada satupun orang yang akan berbagi kebahagiaan dengan mu, ingatlah itu kata-kata ku." ucap Ridwan sambil pergi keluar dari kamar Nova.

__ADS_1


"Ridwan... Ridwan." teriak Nova yang melihat Ridwan keluar dari kamar nya.


Dan kemudian lalu menghentikan mobilnya lalu masuk kedalam rumahnya.


__ADS_2