
Setelah itu Hendri membuka laci meja dan mengambil sarung tangan dan memakainya lalu mengambil botol dimana ada sidik jari Ridwan dan membuka pintu kamar mandi yang membuat Novi terkejut.
"Ini aku." ucap Hendri sambil tersenyum manis kepada Novi.
"Ada apa hari ini kau romantis sekali." ucap Novi yang telah memakai gaun merah sambil tersenyum manis menatap wajah Novi.
"Aku telah menantikan malam ini sejak dulu, maafkan aku." ucap Hendri sambil menatap wajah Novi.
"Ha.. apa." ucap Novi sambil terkejut dan dengan cepat Hendri memukul Novi di kepalanya dangan botol minuman
"Lalu aku mengantar Maya agar bisa di ke Geneva lalu aku duduk kembali di bar itu si manajer melihat aku duduk di sana dan menganggap aku duduk sejak jam 02.00 dan untuk membayarnya aku berikan jam tanganku agar dia menjadi saksi membenarkan ku semuanya direncanakan." ucap Hendri sambil memegang sebuah gelas lalu berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Walaupun orang telah bekerja siang dan malam hingga tua mereka tidak akan mudah mendapatkan 1 juta dollar dan dalam waktu 5 bulan aku mendapatkan 100 juta dollar." ucap Hendri sambil berjalan ke meja minuman.
"Sekarang kita berbicara tentang terjadi dengan kebetulan, apa yang telah dihasilkan dari pada itu." ucap Hendri sambil menuangkan minuman kedalam gelasnya.
"Satu gelas." ucap Ridwan sambil tersenyum manis dan membuat Hendri dan Maya sangat terkejut.
"Satu gelas." ucap Hendri sambil kebingungan.
"Karena hari ini patut dirayakan karena itulah aku akan minum rencana yang kau buat benar - benar hebat rencana mu telah kau susun dengan baik." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.
"Terimakasih." ucap Hendri sambil tersenyum manis kepada Ridwan.
__ADS_1
"Karena kau susun dengan baik, dan karena kepandaian mu itu telah membuatmu telah melakukan kecerobohan, karena kau menganggap orang lain di dunia ini bodoh." ucap Ridwan sambil mengambil botol minum yang ada di atas meja.
"Tapi ternyata kau orang yang terbodoh di dunia kau pikir aku datang kemari karena lari dari polisi dan kau menceritakan semua padaku dengan penuh kepercayaan." ucap Ridwan sambil berjalan dan duduk di kursinya.
"Sekarang kau berpikir bagaimana aku bisa sampai di sini semuanya secara kebetulan." ucap Ridwan sambil mengeluarkan boarding pass Novi dari saku jaketnya.
"Coba lihat boarding pass ini, ini milik istrimu sebenarnya Novi dan ini kutemukan di dalam mobilmu secara kebetulan didalam buku yang membahas tentang kebetulan yang selalu kau tertawa kan." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati Hendri sambil memegang boarding pass Novi, dan lalu Hendri teringat malam itu Novi meletakkan boarding pass di pertengahan buku tentang kebetulan dan meletakkan buku di laci mobil.
"Dan kebetulan pula aku bertemu dengan petugas pemeriksaan asuransi jiwa di mana aku telah mengetahui kau telah mendapatkan uang dari asuransi istrimu dan uang 1 juta telah kau pindahkan ke rekening perusahaan perkapalan ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri, mendengar cerita Ridwan Maya langsung terkejut dan berdiri dari tempat duduknya.
"Walau kau mengetahui rencana ku kau tidak bisa melakukan apapun, karena sebentar lagi kita akan melewati perbatasan negeri ini dan setelah itu tidak ada yang bisa menyentuh kami." ucap Hendri sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum manis kepada Ridwan.
__ADS_1