Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Dayat menceritakan tentang arwah


__ADS_3

"Jika tidak mereka akan memilih medium dengan cara dan dalam kondisi apa mereka mati." ucap Dayat sambil menghentikan langkahnya.


"Apakah mereka akan memilih air sebagai media?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Dayat.


"Kenapa tidak, apapun mungkin air, udara, api, dalam 5 elemen, mereka memiliki kekuatan untuk mengendalikan ini dan menggunakannya sebagai media mereka beberapa jiwa tidak suka dipaksa, tapi mereka tidak akan pernah pergi tanpa memberitahu alasan kedatangan mereka." ucap Dayat sambil menatap wajah Ridwan.


Setelah itu sesampai di rumah Ridwan langsung membaca buku tentang ghost sehingga tertidur di mejanya, dan tiba-tiba Sani datang mengantarkan segelas minuman ke meja Ridwan.


"Kopi." ucap Sani sambil melihat Ridwan yang terbangun dari tidurnya.


"Dimana ibu." ucap Ridwan sambil mengusap wajahnya.


"Dia minum pil untuk sakit kepala lalu berbaring." ucap Sani sambil berdiri di depan Ridwan.


"Ya sudah tidurlah, kita bicara lagi besok pagi." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Bolehkah aku bertanya satu hal padamu " ucap Sani sambil memegang gelas.

__ADS_1


"Katakan lah." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Sani.


"Setelah mantan pacarmu meninggalkanmu tidakkah kau berfikir untuk menikahi orang lain." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Semenjak aku melihatmu baru aku ingin secepatnya menikah." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani


"Lalu apakah kau yakin bisa melupakan Serly." ucap Sambil tersenyum.


"Iya." ucap Ridwan.


"Lalu kenapa kau tidak mengakhiri kasus ini." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Selamat malam." ucap Ridwan sambil duduk kembali di kursinya.


"Bisakah kau melihat saya dan berkata?." ucap Sani yang telah di masuki arwah Serly mendengar kata-kata itu Ridwan membalikan badannya.


"Prang.." dan melihat Sani telah melepaskan gelas dari tangan kirinya dan angin mulai berhembus kencang.

__ADS_1


"Ridwan.." ucap Sani yang di masuki arwah Serly.


"Serly." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani yang hampir mirip wajah Serly lalu Serly memegang tangan Ridwan dengan tangan kirinya.


Setelah itu Sani yang telah di masuki arwah Serly mu meneteskan air mata dan menceritakan kejadian terakhir pertemuan mereka dengan Ridwan.


Saat penolakan ayah terhadapmu, aku sangat sedih, dan saat itu juga aku menerima lamaran perjodohan pilihan ayahku dan aku menikah dengan Angga dan saat itu juga kami melangsungkan pernikahan dan saat malam pertama.


"Bukan karena ayahku, studi, pekerjaan, bakat aku akan mencari hal baru dalam hidup, kenapa aku menyukaimu bukan karena kamu cantik atau berpendidikan karena kamu kidal." ucap Angga sambil menggenggam tangan Serly yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.


"Tidak perlu kita malam pertama di rumah mu." ucap Angga sambil menatap wajah Serly.


"Kita bisa memulai hidup baru, di flat yang baru kita beli, bagaimana menurutmu?." ucap Angga sambil menatap wajah Serly.


"Setelah kami pindah ke apartemen aku melakukan tugasku sebagai istri Angga.


Hari itu hidupku bahagia tapi pernikahan adalah hidup bahagia sampai akhir aku tidak mengetahui saat itu." ucap Serly menceritakan kisah hidupnya kepada Ridwan.

__ADS_1


"Selamat pagi." ucap Serly sambil membawa kopi kepada Angga yang lagi duduk membaca koran di kamar.


"Pagi." ucap Angga sambil meletakkan korannya.


__ADS_2