Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
pak Joko berfikir Hendri akan mati.


__ADS_3

Tiba-tiba ada seorang lelaki dengan sepeda motornya melaju ke arah mobil Ridwan.


"Ha.." teriak Sani yang melihat lelaki itu menabrak mobil mereka dan terhempas di jalan ternyata lelaki itu adalah Hendri.


Ridwan dan Sani membawa Hendri kerumahnya dan Hendri di baringkan di atas tempat tidurnya dan di temani istrinya Novi.


semua para tetangga menjenguk Hendri termasuk pak Joko dan pak Dono.


Sedangkan Ridwan sedang mengantarkan dokter dan mengucapkan terima kasih, setelah itu Ridwan berjalan mendekati Hendri yang sedang berbaring di tempat tidurnya.


"Apa yang dikatakan dokter." ucap Novi sambil memegang tangan Hendri.


"Tidak ada yang patah, tapi dia takut ada luka dalam jadi dia akan dipantau selama 48 jam." ucap Ridwan sambil menatap kearah Hendri.


"Syukurlah." ucap Novi sambil mengelus pundak Hendri.


"Hem..hem."ucap pak Joko sambil menyenggol kan lengannya ke lengan pak Dono dan melihat ke atas.

__ADS_1


"Menyalakan kipas angin." ucap pak Dono. sambil melihat kipas angin yang ada di dekat lampu.


"Ayo." ucap pak Joko sambil menarik tangan pak Dono keluar dari rumah Hendri.


"Aku rasa dia pasti keatas." ucap pak Joko sambil membisikkan ke telinga pak Dono.


"Ke atas." ucap pak Dono sambil melihat ke langit.


"Maksudku adalah tempat tuhan saatnya telah tiba." ucap pak Joko sambil menepuk lengan pak Dono yang mengakibatkannya dia terkejut.


"Tapi dokter mengatakan dia hanya perlu istirahat." ucap pak Dono sambil menatap wajah pak Joko.


"Ya.. tuhan, kita belum mempersiapkan barang - barang untuk mengkremasi nya dan tempat kremasi cukup jauh dari sini."ucap pak Dono


"Iya..ya baiklah, begini saja bagaimana kalau kita langsung mengajaknya ke rumah duka dan menaruhnya di atas kayu bakar dan saat nafasnya berhenti maka kita langsung membakarnya." ucap pak Joko sambil menatap wajah pak Dono.


"Ya itu benar." ucap pak Dono.

__ADS_1


"Kita perlu memberikan sedekah pada orang miskin, hanya itu, gampang kan?." ucap pak Joko sambil menatap wajah pak Dono.


"Ya.. disini tidak ada parkir miskin berarti kita harus memanggil dari Indonesia, lalu siapa yang akan membayar ongkos pulang dan perginya." ucap pak Dono sambil menatap wajah pak Joko.


"Begini saja kita berikan sedekah pada istri kita dan menyelesaikan masalahnya." ucap pak Joko sambil menatap wajah pak Dono.


"Itu bagus, akan ku persiapkan." ucap pak Dono sambil berjalan meninggalkan pak Joko.


"Eh.." ucap pak Joko sambil menarik lengan pak Dono.


"Apalagi." ucap pak Dono sambil membalikkan tubuhnya ke arah pak Joko.


"Pelan - pelan, dan kau ingat jangan mengebutnya dan jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak bisa melakukan kremasi untuk dua mayat kau mengerti." ucap pak Joko sambil menatap wajah pak Dono.


"Aku segera kembali." ucap pak Dono sambil berlari meninggalkan pak Joko sendiri.


"Cepat pergi sana, semua orang menganggap ku remeh, aku disuruh mengambil kayu, mengambil minyak dan membakar dan hanya ada satu orang yang baik dan mereka mengambil kesempatan atas diriku." ucap pak Joko sambil berbicara sendiri.

__ADS_1


Sedangkan Hendri telah siuman dan petugas asuransi jiwa telah datang untuk melakukan pemeriksaan, setelah itu petugas menyerahkan surat keterangan


yang akan ditandatangani oleh Hendri.


__ADS_2