Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Kurniawan terus mengejek Ridwan


__ADS_3

"Biarkan yang mendengar mengartikan nya dan biarkan aku yang menjelaskan aku ini orang yang berpendidikan aku ini mempunyai gelar sarjana hukum aku bisa mengerti apa maksud mu katakan saja apa yang kau katakan di pesta.


"Tidak ada istimewanya hanya pembicaraan biasa."ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Pembicaraan biasa.. tentang bagaimana pak tua untuk mendapatkan wanita tua apa yang bisa dia lakukan bahkan viagra tidak bisa memberikan efek apa - apa untuk pria tua itu." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Aku tidak mengatakan itu." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.


"Apakah kau ikut serta dalam pembicaraan ini."ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Ya .." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Ya..itu dia saat seorang minum - minuman keras pada sebuah pesta apa yang di bicarakan orang tentang nyonya Nova." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Sungguh aku tidak ingat, aku tidak ingat." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Aku akan mengingatkannya bukankah kau mengatakan bahwa nyonya Nova terlihat seksi dan menarik." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Bukan aku yang mengatakan tapi temanku." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Aku bilang iya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Bagus.. setelah itu apalagi." ucap Kurniawan sambil tersenyum menatap wajah Ridwan.


"Setelah itu ada dansa." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Oh.. maksudmu dansa bersama, siapa yang kau ajak berdansa." ucap Kurniawan sambil tersenyum.


"Kami berganti pasangan berdansa." ucap Ridwan sambil menunduk wajahnya.


"Iya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Hem...kau pasti menikmatinya ya..kan, ha...ha.. beberapa saat yang lalu kau memeluknya di pesta itu kemudian lalu kau berdansa dengannya dengan tanganmu kau letakkan di pinggangnya oh.." ucap Kurniawan sambil tersenyum kepada Ridwan.


"Keberatan yang mulia, asumsi pembela hanya fiktif."ucap Putri sambil berdiri dari tempat duduknya dan menatap wajah pak hakim.


"Keberatan diterima." ucap pak hakim sambil menatap wajah Putri.

__ADS_1


"Terimakasih yang mulia, baiklah keesokan harinya apa yang terjadi saat kau sedang berada di kantor setelah menerima jabatan." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Temanku Ali datang menemui ku dia bilang ada yang meretas data perusahaan kami, dia bilang juga produksi telepon android harus dihentikan dan dia menyuruhku untuk menemui nyonya Nova." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Kau berbicara dengannya."ucap Kurniawan


"Asistennya mengatakan kepadaku untuk menemuinya di rumah." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Oh ..kau sangat beruntung, keadaannya sesuai dengan yang kau mau." ucap Kurniawan sambil tersenyum manis kepada Ridwan.


"Aku harus menemuinya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Sepertinya saudara Ridwan itu yang kau tunggu bukan? di rumahmu sendiri hari itu kau mengadakan pesta untuk rumah barumu, aku benar?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


"Ini lebih penting pak." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.


"Apa.." ucap Kurniawan sambil terkejut.


"Untuk menghentikan produksi android."ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.

__ADS_1


"Aku kira.., lalu apa lagi?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.


__ADS_2