Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
21


__ADS_3

saat quin meninggal kan meja erwin andrian pun ikut menyusul diam diam karena dia khawatir dengan quin.


sementara di meja erwin lagi ada perdebatan.


"kamu apa apain sih ngaku sebagai calon istri ku,kita cuma teman ingat itu"kata erwin marah sementara lisa hanya tersenyum mendengar kemarahan erwin.


"saat ini kita emang teman tapi nanti kamu dan aku pasti akan menikah juga,ingat kita ini sudah di jodoh kan"


"tapi aku belum menyutujui perjodohan itu"kata erwin emosi


"belum bukan berarti tidak kan,apa tadi itu pacar mu atau cewek yang kamu sukai sehingga kamu tega marah marah sama aku hanya karena masalah sepele"kata lisa sambil mengeluarkan jurus nya yaitu menangis supaya erwin tidak tega.


dan,benar saja,erwin pun diam sambil merangkul bahu lisa dan berkata


"sudah lah berhenti menangis,sekarang kita pulang saja ya aku lelah mau istirahat"bujuk erwin supaya lisa berhenti menangis karena mereka sudah mulai menyita perhatian pengunjung lain.


"oke tapi janji kamu tidak marah lagi pada ku"balas lisa manja.erwin hanya mengangguk pasrah dan mereka pun pergi dari cafe tersebut.sepanjang jalan erwin gelisah memikirkan quin,dia merasa bersalah karena tadi hanya diam saja tanpa membantah disaat lisa bilang calon istri.apa yang di pikir kan quin tentang nya

__ADS_1


"aghhhhhh.."erwin teriak karena hati nya lagi kacau


"kamu kenapa sih win kok gelisah gitu"kata lisa sambil menggosok gosok tangan erwin.


erwin hanya diam dia nyetir agak sedikit laju karena dia ingin cepat sampai rumah lisa pun diam sambil bermain hp.


sementara quin menangis dalam toilet dia tidak menyangka kalau erwin begitu tega menyakiti diri nya dia merasa telah si bohongi.kalau sudah punya calon kenapa harus jadian sama aku,itu yang ada di pikiran,quin saat ini.tanpa disadari di luar toilet andrian mendengar suara tangis quin dia merasa kasihan tapi tidak bisa berbuat apa apa karena dia bukan siapa siapa quin.


...****************...


"hey kamu quin kan teman nya toni"kata andrian seolah olah dia ketemu quin secara kebetulan.quin pun menoleh dia lupa dengan sosok andrian sehingga dia hanya diam saja.


"aku andrian,apa kamu lupa kalau kita kemarin pernah satu meja bersama toni dan juga teman cewek mu"sambung andrian karena dia tidak mendapat jawaban dari quin sehingga dia mengingat nya lagi


"oh iya maaf aku lupa,kamu disini sama toni"quin pun bertanya karena tidak mungkin kalau dia hanya diam saja nanti di kira sombong.


"tidak,saya kesini bertemu rekan kerja kebetulan saya lihat kamu ternyata kamu sudah lupa"sambung andrian dengan wajah sedih karena di lupain sama cewek yang di sukai.

__ADS_1


"oh maaf aku benar benar lupa,kalau gitu aku kesana dulu ya teman ku sudah lama menunggu"kata quin buru buru mau pergi dari hadapan andrian kalau lama lama bisa salah tingkah dengan tatapan mata andrian.ternyata andrian mengikuti dari arah belakang quin.ini kesempatan dia bisa dekat quin jadi tidak mungkin dia mau pergi gitu saja.


"quin kenapa kamu lama sekali seperti mau bertelur saja di toilet"omel nia pas melihat quin


sudah dekat,dan dia pun melihat andrian di belakang quin


"iya tadi aku bertelur sebentar lagi menetas"jawab quin asal dan langsung duduk tanpa dia sadari andrian setia di belakang nya.nia penasaran kenapa bisa quin bersama cowok ganteng tersebut.


"hay masih ingat aku"tiba tiba andrian mengejutkan quin dan nia melongo melihat ketampanan andrian.


"kamu teman nya toni kalau tidak salah,iya kan"jawab nia sambil mengingat ingat wajah andrian.


"ingatan mu masi bagus ternyata tidak cepat lupa"kata andrian sambil melirik quin seperti menyindir karena tadi quin melupakan diri nya.


...----------------...


tbc

__ADS_1


__ADS_2