
"Dia tak akan melepaskan siapa saja." ucap Ali sambil mengarahkan senjatanya ke arah Ridwan dan membiarkan Abi masuk dengan bangganya kedalam mobil.
"Aku tidak ingin membuat namaku terdaftar sebagai penjahat di Bangkok, jika tidak aku tak mau menghilangkan kesempatanku untuk membunuhmu, jangan bergerak." ucap Ali sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Ridwan dan Sani.
"Berapa banyak uangnya? ." ucap Sani kepada Ridwan yang berjalan lemas.
"Aku juga harus tahu, jika tidak untuk apa kehilangan nyawa begitu saja, dan petugas seperti Ali bisa juga terpengaruh, dan aku juga merupakan tipe yang sama." ucap Sani menghentikan langkah Ridwan.
"Kata ini yang harus kau ucapkan di depan dia
dan tadinya kau diam saja." ucap Sani sambil menatap kearah Ridwan.
"Diam lah." ucap Ridwan sambil membalikkan badannya kearah Sani.
"Benar.. kau seharusnya tak mengucapkan sepatah katapun." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
Tiba - Tiba pak Azis dan petugas yang lain datang berlari mendekati Ridwan dan Sani.
"Tangkap mereka." ucap pak Azis kepada petugas.
__ADS_1
"Pak Azis kenapa aku ditangkap." ucap Sani sambil tangannya di borgol petugas.
"Apa kau pernah dengar seorang diculik dan ditangkap dalam kasus yang sama." ucap Sani sambil menatap wajah pak Azis.
Sedangkan Abi yang sedang berada dalam perjalanan masih bingung melihat tingkah Ali.
"Dia sering jadi tanda bahaya Ali." ucap Abi sambil melirik ke Ali yang duduk di samping supir.
"Bahaya apa nyonya, aku sudah mainkan semuanya dengan benar, sehingga bisa ikut dalam perjalanan ini." ucap Ali sambil menatap ke arah jalan.
"Aku keluar sehingga anda bisa bicara dengan Ridwan ketika di kapal, jika tidak maka kalian berdua takkan bisa menjalankan rencananya." ucap Ali.
"Kau tak pernah menemukan seseorang yang lebih setia dari seorang polisi, tapi kalau sekali saja di korup, maka seumur hidupnya akan tetap korup." ucap Ali menyakinkan Abi.
"Berapa banyak yang kau inginkan?."ucap Abi sambil menatap wajah Ali.
"10%." ucap Ali
"Paling sedikit 10 % nyonya." ucap Ali sambil melihat ke arah jalan, setelah itu Ali dibawa ke penginapan Abi di istana Abi telah berkumpul 100 pengawal menjaga istananya.
__ADS_1
Sedangkan ibu Hartati sangat cemas dengan tim yang dikirimnya, lalu menelpon pak Azis.
"Tangkap Abi Azis, dan setelah menangkapnya, tembak Ali dan Ridwan."ucap ibu Hartati di telepon.
"Maaf Bu, Abi tak punya catatan kriminal di Thailand, kami tidak bisa menangkapnya di negara ini." ucap pak Azis yang sedang duduk di ruangannya.
"Apa.., dia telah membunuh 2 orang di kampus, salah satu adalah suaminya."ucap ibu Hartati
"Salah satu dari mereka mengakui pembunuhan itu dan menyerahkan diri beserta senjata yang dipakai untuk membunuh, kami tidak punya kasus untuk menangkapnya." ucap Azis sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Bicara pada interpol dan dapatkan surat ijin penangkapannya." ucap ibu Hartati sambil menutup teleponnya.
Sedangkan Abi, Frenky dan Ali mempersiapkan misi selanjutnya.
"Kita harus berhati-hati, pemerintah India akan bekerjasama dengan interpol, jadi sekarang gunakan kriminal dalam negeri untuk tugas apapun." ucap Abi sambil berjalan bersama dengan Ali dan Frenky.
Sedangkan Sani dan Ridwan sudah berada di dalam sel penjara.
"Sekarang bagaimana?" ucap Sani sambil berdiri menatap Ridwan yang duduk dilantai.
__ADS_1