Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan mentransfer uang Hendri ke perusahaan asuransi


__ADS_3

"Tunggu sebelum melewati perbatasan ini aku akan menceritakan sebuah kisah." ucap Ridwan sambil merangkul pundak Hendri yang sedang meminum minumannya.


"Tentang anak - anak yang masih sekolah tapi aku yakin kau tidak tahu karena aku tahu karena kau anak jalanan." ucap Ridwan sambil tersenyum menatap wajah Hendri.


"Dengarkan dulu ada kecoak dan tikus bertemu suatu hari mereka berlomba lari dan si tikus berlari dengan cepat karena si kecoa ketinggalan jauh dia tidur di garis akhir dan sebodoh itu tidak mengetahui kapan kecoa itu sampai dan memenangkan perlombaan." ucap Ridwan sambil tertawa.


"Kau pikir lelucon." ucap Hendri sambil melepaskan tangan Ridwan yang berada di bahunya.


"Tidak ini sebuah kisah, dan leluconnya adalah bahwa permainan antara aku dan kau seperti perlombaan kecoa dan tikus dimana yang menang adalah aku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri yang kesal.


"Kau bicara omong kosong rencana ku yang berhasil Maya milikku dan aku punya 100 juta dollar apa yang kau miliki tidak ada, aku yang menang." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan yang tersenyum kepadanya.


"Aku tidak bisa menjelaskan dengan kata - kata disini ada komputer kan, akan ku jelaskan dengan alat modern itu, ayo..ayo.." ucap Ridwan sambil merangkul pundak Hendri.


Setelah itu Ridwan, Hendri dan Maya sudah di depan komputer dan Ridwan mulai menghidupkan komputernya dan menekan keyboard dan muncul di layar komputer.


...BANK OF Singapore...


...WElCOME TO...

__ADS_1


Setelah itu Ridwan lalu mengetik keyboard dan muncul di layar komputer.


...BANK OF Singapore...


...PLEASE ENTER YOUR...


...ACCOUNT-NYA NO :02895241...


"02895241." ucap Ridwan sambil melihat ke layar komputer.


"Ini no rekeningku di Singapura bagaimana kau mengetahuinya." ucap Hendri sambil mendekati layar komputer dan sangat terkejut.


"Itu yang ingin aku perlihatkan kepadamu setelah itu Ridwan mulai menekan keyboard lalu muncul di layar komputer.


...BANK OF Singapore...


Melihat hal itu Hendri langsung tertawa dan lalu duduk mendekati Maya dan mencium pipi Maya.


"Ayo masukkan kata sandinya, ayo.." ucap Hendri sambil tersenyum manis kepada Ridwan.

__ADS_1


"Orang - orang yang menggunakan sandi yang mudah kali diingat seperti tanggal lahir tapi kau tidak mungkin melakukan hal itu karena kau adalah anak yatim-piatu, lalu apa kata sandi mu kau selalu mengatakan satu kata." ucap Ridwan sambil mengetik keyboard dan menunjukkan layar komputer ke arah Hendri dan Maya.


...BANK OF Singapore...


...EVERYTHING ARE CHANCE...


Melihat hal itu Hendri dan Maya sangat terkejut dan kemudian Ridwan lalu menekan tombol ENTER, lalu muncul


...PASSWORD ACCEPT...


Melihat hal itu langsung Hendri mengetik keyboard lalu muncul di layar komputer.


...BANK OF Singapore...


...BALANCE : Nil...


"Kau sudah lihat kau telah membuang lima bulan untuk mendapatkan uang ini dan dalam waktu lima menit aku berhasil mengembalikan uangnya ke perusahaan asuransi itu sekarang kau menjadi pengemis lagi." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya sambil menatap wajah Hendri yang sangat emosi.


"Ambillah dua kayu mainkan di rumahmu lagi dan biarkan peliharaan mu itu menari lagi." ucap Ridwan sambil tersenyum manis kepada Hendri.

__ADS_1


"Hey..." ucap Hendri sambil memegang kerah baju Ridwan.


"Percuma saja kau menarik kerah ku lihat mikrofon ini." ucap Ridwan sambil melepaskan tangan Hendri dari kera bajunya sambil menunjukkan mikrofon.


__ADS_2