
Setelah mematikan telepon genggamnya Ali langsung mengambil tongkat dari tangan anggotanya dan langsung memukuli para demonstrasi dan semua orang berlarian dan demo pun bubar.
Sedangkan Ridwan sudah tahu siapa - siapa tim yang akan di pilih ibu Hartati dalam kasus ini.
"Ali." ucap Ridwan sambil menunjuk foto Ali kepada pak Bambang.
"Kita tidak usah takut pak karena Ali adalah polisi yang jujur dan sahabat saya." ucap Ridwan.
"Ibrahim, pemuda yang berkacamata." ucap Ridwan sambil memutar video tentang Ibrahim.
"Kamu hanya punya waktu 7 detik." ucap seseorang yang berbadan besar sambil menodongkan senjata ke kepala Ibrahim yang sedang duduk di kursi yang di atas mejanya ada sebuah laptop.
"Waktumu hanya 60 detik untuk meretas akun ******* ini." ucap Komisaris besar polisi sambil memegang stop watch.
Mendengar hal itu Ibrahim langsung mengetik keyboard qwerty dengan sangat cepat.
__ADS_1
"30" ucap komisaris besar polisi sambil menatap Ibrahim yang sangat serius meretas akun, dan saat itu muncul di layar laptop ACCESS DENIM WARNING ONLY AUTHORIZED USER, saat melihat tulisan itu Ibrahim sangat gugup dan terus mengetik keyboard qwerty dengan cepat.
"10.." ucap pak komisaris sambil menatap Ibrahim, dan muncul di layar laptop ACCESS DENIM AUTHORIZED USER, saat melihat itu Ibrahim ketakutan.
"5." ucap pak komisaris sambil menatap stop watch.
"Tidak." teriak Ibrahim sambil mengetik keyboard qwerty dengan cepat sambil melihat layar laptop.
"3."ucap pak komisaris sambil menatap wajah Ibrahim.
"Jangan.. jangan.. jangan." ucap Ibrahim sambil mengetik keyboard qwerty.
"Ha..ha.." ucap Ibrahim sambil menarik napas dalam-dalam , dan saat komisaris melihat ke bawah bangku Ibrahim ternyata Ibrahim telah buang air kecil di celana.
Lalu Ibrahim mengetik keyboard qwerty dengan satu jari telunjuk dan muncul di layar laptop ACCESS GRAND lalu Ibrahim menunjukkan layar laptop ke pak komisaris.
__ADS_1
"Lumayan, selamat bergabung, 50 detik." ucap pak komisaris sambil menatap wajah Ibrahim yang ketakutan.
"Wow, 60 detik, jiwa yang mantap." ucap pak Bambang yang telah menonton video Ibrahim.
"Bukankah rekor mu dalam meretas sistem 90 detik, dia lebih pintar dari kamu Ridwan." ucap pak Bambang sambil tersenyum melihat Ridwan.
"Hem.. tapi Ibrahim tidak pernah memegang senjata, orang ini seharusnya bekerja sebagai staf Facebook, bukan di tim ini."ucap Ridwan yang berdiri di depan layar LCD Proyektor.
"Dan ini Sharul." ucap ibu Hartati sambil mengunggah videonya.
"Saya pernah melihat anda bersamanya, saat memberikan penghargaan polisi yang bertugas dengan baik." ucap rekan ibu Hartati.
"Dialah si penjilat, dialah yang di tugaskan ibu Hartati untuk mengawas tim ini." ucap Ridwan sambil mengunggah foto ke tiga orang yang dipilih oleh ibu Hartati.
"Mereka telah memilih orang yang menyedihkan di tim mereka." ucap Ridwan sambil tersenyum manis sambil menatap wajah pak Bambang.
__ADS_1
"Tim yang bagus ibu Hartati, tapi kami ingin mengetahui rencana anda." ucap CEO perusahaan batubara sambil menatap wajah ibu Hartati dan Rian.
"Mereka akan membawa Abi Khadafi ke Indonesia, lalu bergerak menuju penjara Nusa Kambangan ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.